Kabut Asap Pekat Hadang Helikopter Chinook Jepang untuk Penanganan Karhutla di Mempawah

- Jurnalis

Selasa, 15 September 2026 - 15:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Helikopter CH-47 Chinook milik Jepang di Pelabuhan Kijing Mempawah belum bisa mengudara dengan misi membantu Kalbar hadapi karhutla hingga Senin (14/9/2026). [Diskominfo Mempawah]

Helikopter CH-47 Chinook milik Jepang di Pelabuhan Kijing Mempawah belum bisa mengudara dengan misi membantu Kalbar hadapi karhutla hingga Senin (14/9/2026). [Diskominfo Mempawah]

1TULAH.COM-Tiga helikopter CH-47 Chinook milik Jepang yang disiapkan untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat belum dapat beroperasi dari udara. Kabut asap pekat yang menyelimuti Kabupaten Mempawah menunda jadwal uji terbang armada udara tersebut demi alasan keselamatan.

Hingga Senin (14/9/2026), jarak pandang di wilayah Mempawah tercatat sangat terbatas, yakni hanya berkisar 0,1 hingga 1 kilometer. Kondisi atmosfer ini dinilai belum memenuhi standar minimal keselamatan penerbangan.

Kendala Jarak Pandang dan Pemeliharaan Armada

Dandim 1201/Mempawah Letkol Czi Ali Isnaini menjelaskan bahwa personel militer Jepang yang ditempatkan di kawasan Terminal Kijing untuk sementara memfokuskan kegiatan pada perawatan unit dan peralatan pendukung.

“Hari ini tentara dari Jepang hanya melakukan kegiatan maintenance di tempat (dermaga), karena jarak pandang hanya mencapai 0,1 sampai 1 kilometer,” kata Letkol Czi Ali Isnaini.

Baca Juga :  Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen

Ia menegaskan bahwa penerbangan tidak akan dipaksakan selama risiko keselamatan masih tinggi akibat jarak pandang yang minim.

“Jadi dengan kondisi ini belum memenuhi syarat untuk pasukan Jepang untuk melakukan uji terbang,” tegasnya.

Peran Helikopter Chinook dalam Misi Kemanusiaan

Kehadiran tiga unit CH-47 Chinook merupakan bagian dari dukungan kemanusiaan pemerintah Jepang untuk membantu Indonesia menanggulangi bencana karhutla di wilayah Kalimantan Barat. Helikopter berkemampuan angkut besar ini diproyeksikan untuk mendukung operasi pemadaman udara (water bombing) dan distribusi logistik ke area yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Baca Juga :  Usut Dana Hibah KPU, Kejari Mura Sita Sejumlah Dokumen

Sebelumnya, armada ini diangkut menggunakan kapal perang JS Kunisaki yang bersandar di Terminal Kijing, Kabupaten Mempawah, pada Kamis (10/9/2026). Kapal tersebut membawa ratusan personel beserta peralatan teknis penanggulangan bencana.

Status Operasional Misi Bantuan

Misi bantuan kemanusiaan dari Jepang dipastikan tetap berjalan dan tidak dihentikan. Saat ini, seluruh personel dan armada udara berada dalam posisi siap siaga di Terminal Kijing sambil menunggu kondisi cuaca membaik.

Pelaksanaan uji terbang maupun operasi pemadaman dari udara akan segera dimulai setelah jarak pandang memenuhi syarat keselamatan penerbangan internasional. Ironisnya, pekatnya kabut asap yang menjadi sasaran utama penanganan bencana ini justru menjadi penghambat utama dimulainya operasi udara tersebut. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi
Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla
Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax
Prabowo dan Presiden Mesir Sepakati Penguatan Pendidikan: Beasiswa, Riset, hingga Exchange Dosen
Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo
Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia
Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?
Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal
Tag :

Berita Terkait

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Pembangunan Kabupaten Kapuas Terus Melesat, Ketua Komisi I DPRD Kalteng Berikan Apresiasi

Senin, 12 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Respons Kabut Asap Lintas Batas: Presiden Prabowo Bahas Tawaran Bantuan Malaysia untuk Penanganan Karhutla

Senin, 12 Oktober 2026 - 10:06 WIB

Ancaman Wacana Revisi UU Hak Cipta: Media Lokal Tolak Sentralisasi LMK dan Risiko Link Tax

Senin, 12 Oktober 2026 - 07:32 WIB

Survei CELIOS: 75% Masyarakat Merasa Stres dengan Kebijakan Pemerintah di 2 Tahun Kepemimpinan Prabowo

Minggu, 11 Oktober 2026 - 18:54 WIB

Benarkah “Belum Makan Kalau Belum Makan Nasi”? Menguak Sejarah Dominasi Beras di Indonesia

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 16:03 WIB

Kerusakan Ekologis dan Ancaman Kesehatan: Mengapa Karhutla di Sumatra dan Kalimantan Tak Kunjung Usai?

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 15:56 WIB

Bebas dari Ilusi Timeline Hidup: Mengapa Ambil Jeda Bukan Berarti Tertinggal

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:30 WIB

Pemkab Mura Harapkan KNPI Jadi Mitra Strategis Pembangunan Daerah

Berita Terbaru

Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Seruyan, Megawati, saat menghadiri penutupan DSEF 2026 di Dermaga Desa Sembuluh II, Kecamatan Danau Sembuluh, Sabtu (10/10/2026).

Seruyan

Pemkab Apresiasi DSEF 2026, Harus Diagendakan Setiap Tahun

Senin, 12 Okt 2026 - 20:13 WIB