Kualitas Udara Memburuk: 40 Wilayah di Semenanjung Malaysia Terdampak Kabut Asap Indonesia

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 09:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)

Malaysia menggelar operasi penyemaian awan tiga hari untuk mengatasi kabut asap racun di Sarawak. (CNA)

1TULAH.COM-Krisis kualitas udara di Malaysia kian meluas. Tidak hanya melanda kawasan pusat perkotaan seperti Lembah Klang, kualitas udara buruk kini berstatus tidak sehat di berbagai wilayah Semenanjung Malaysia hingga kawasan Sarawak.

Berdasarkan data pemantauan terbaru, sebanyak 40 wilayah di Malaysia mencatatkan Indeks Pencemar Udara (IPU) yang masuk dalam kategori mengkhawatirkan.

Daftar Wilayah dengan Angka IPU Tertinggi

Beberapa daerah mencatatkan lonjakan angka IPU yang signifikan. Nilai, yang terletak di Negeri Sembilan, menjadi wilayah dengan pencemaran tertinggi dalam daftar pemantauan ini.

Berikut adalah rincian wilayah dengan tingkat IPU tertinggi:

  • Nilai, Negeri Sembilan: 178

  • Seremban, Negeri Sembilan: 173

  • Tangkak, Johor: 170

  • Tanjung Malim, Perak: 168

  • Jerantut, Pahang: 168

  • Temerloh, Pahang: 166

Selain wilayah di atas, beberapa daerah lain juga melaporkan kualitas udara berada dalam kategori tidak sehat, seperti Indera Mahkota (Kuantan), Melaka, Seri Manjung, Alor Gajah, Pasir Gudang, hingga Kuala Terengganu.

Baca Juga :  DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Kondisi Kualitas Udara di Sarawak

Kondisi kabut asap ini tidak hanya menimpa Semenanjung Malaysia, tetapi juga meluas hingga ke Pulau Kalimantan. Di Sarawak, dari seluruh titik pemantauan yang ada, kawasan Serian mencatatkan angka IPU sebesar 160 (kategori tidak sehat).

Memahami Kategori Indeks Pencemar Udara (IPU)

Sistem penilaian kualitas udara di Malaysia mengacu pada standar Indeks Pencemar Udara (IPU). Berikut penjelasannya:

Rentang IPU Kategori Kualitas Udara
0 – 50 Baik
51 – 100 Sedang
101 – 200 Tidak Sehat
201 – 300 Sangat Tidak Sehat
> 300 Berbahaya
Baca Juga :  Penanganan Karhutla: DPRD Kalteng Desak Pemda Jujur Soal Anggaran dan Dorong Status Bencana Nasional

Dengan angka mayoritas berada di rentang 101–200, konsentrasi polutan di puluhan wilayah tersebut berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan penderita masalah pernapasan.

Faktor Penyebab dan Antisipasi

Kabut asap masih menjadi persoalan musiman yang serius di Malaysia. Perubahan kondisi kualitas udara ini sangat bergantung pada beberapa faktor utama:

  1. Arah dan kecepatan angin yang membawa sebaran polutan.

  2. Kondisi cuaca lokal, seperti curah hujan yang minim.

  3. Sumber pencemaran, baik dari pembakaran terbuka lokal maupun asap kiriman.

Masyarakat yang berada di wilayah terdampak diimbau untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan, memakai masker standar saat berpergian, serta terus memantau pembaruan data IPU secara berkala melalui saluran resmi pemerintah. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan
Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi
Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla
DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut
LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro
Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:18 WIB

Pajak Pembalut 11 Persen Tuai Kritik: Dinilai Bebani Kebutuhan Dasar Perempuan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 11:11 WIB

Suket Ijazah Wapres Gibran Tak Sah, PDIP Mulai Jajaki Hak Angket Lintas Fraksi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 06:07 WIB

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:13 WIB

DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Jumat, 30 Oktober 2026 - 07:05 WIB

LBH Yogyakarta Terima 48 Aduan Pengangkapan Sewenang-wenang dan Massa Hilang Pasca-Ricuh Demo Malioboro

Kamis, 29 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Berita Terbaru

Ilustrasi Karhutla Kalimantan (unsplash.com/Matt Howard)

Berita

Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Sabtu, 31 Okt 2026 - 06:07 WIB