Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tambah, Disdagperin Kalteng Perkuat Keterampilan Warga

- Jurnalis

Rabu, 16 September 2026 - 13:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Disdagperin Kalteng Norhani membuka pelatihan pengolahan ikan bagi masyarakat di Palangka Raya. Rabu (15/9/26)

Kepala Disdagperin Kalteng Norhani membuka pelatihan pengolahan ikan bagi masyarakat di Palangka Raya. Rabu (15/9/26)

1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin) terus mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) pelaku usaha sekaligus memperkuat hilirisasi potensi sumber daya lokal. Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengolahan Ikan yang digelar di Palangka Raya pada 15–17 September 2026.

Kegiatan yang dibuka Kepala Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah Norhani, Selasa (15 September 2026) Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pengetahuan peserta dalam berbagai bidang, sehingga diharapkan dapat memberikan manfaat bagi komunitas mereka. Selama pelatihan, peserta akan mendapatkan materi yang relevan serta bimbingan dari para ahli di bidangnya.

Disdagperin Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan sumber daya manusia di daerah ini, melalui program-program yang memberdayakan masyarakat. Dengan partisipasi aktif dari peserta, diharapkan terjadi peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan di kalangan ibu-ibu pengajian dan masyarakat setempat. Kegiatan tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari kelompok ibu-ibu pengajian dan masyarakat yang sebelumnya belum pernah mengikuti pelatihan serupa.

Selama tiga hari, peserta mendapatkan pengetahuan dan keterampilan mengolah ikan menjadi berbagai produk pangan beku atau frozen food, seperti nugget, bakso, kaki naga, dan empek-empek. Pelatihan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan masyarakat, tetapi juga membuka peluang tumbuhnya wirausaha dan Industri Kecil dan Menengah (IKM) baru berbasis hasil perikanan.

Melalui diversifikasi dan hilirisasi, hasil perikanan yang memiliki masa simpan relatif terbatas dapat diolah menjadi produk dengan daya simpan lebih panjang, nilai tambah ekonomi lebih tinggi, serta peluang pasar yang lebih luas.

Kepala Disdagperin Kalteng Norhani mengatakan, potensi perikanan yang dimiliki Kalimantan Tengah perlu diimbangi dengan peningkatan kemampuan SDM dalam mengolah bahan baku menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Baca Juga :  Kelas Digital Huma Betang Jaga Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap

“Pengolahan ikan merupakan salah satu strategi untuk mentransformasi hasil perikanan yang mudah rusak menjadi produk yang memiliki nilai tambah lebih tinggi. Karena itu, masyarakat tidak hanya kita dorong mampu memproduksi, tetapi juga mampu menciptakan produk yang berkualitas dan memiliki peluang pasar,” tutur Norhani saat membuka pelatihan.

Menurutnya, kegiatan tersebut sejalan dengan program prioritas Gubernur Kalimantan Tengah dalam meningkatkan kualitas SDM, termasuk pelaku IKM, sehingga masyarakat semakin produktif, mandiri, dan mampu memanfaatkan peluang ekonomi yang tersedia.

“Peningkatan kapasitas SDM pelaku IKM menjadi bagian penting dalam mendorong percepatan perputaran perekonomian di Kalimantan Tengah. Kita berharap keterampilan yang diperoleh dari pelatihan ini tidak berhenti setelah kegiatan selesai, tetapi benar-benar dikembangkan menjadi usaha yang produktif, menghasilkan pendapatan bagi keluarga, membuka peluang usaha dan lapangan kerja, serta memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah,” ungkapnya.

Norhani menambahkan, pengembangan IKM tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan produksi. Pelaku usaha juga perlu memahami karakteristik konsumen, menentukan target pasar, menjaga kualitas dan identitas produk, serta mengikuti perkembangan tren agar produk yang dihasilkan mampu bersaing.

“Cari target pasar yang akan dimasuki, kemudian buat produk sesuai dengan target pasar tersebut. Terus ikuti tren dan harus dinamis mengikuti perkembangan, sehingga mampu membaca peluang pasar yang belum banyak dimanfaatkan orang,” katanya.

Ia juga mengingatkan peserta agar dalam mengembangkan produk olahan pangan tetap memperhatikan kesehatan, kandungan gizi, keamanan pangan, kebersihan proses produksi, serta penggunaan bahan tambahan pangan sesuai ketentuan.

Dengan semakin banyak masyarakat yang mampu mengolah potensi sumber daya lokal menjadi produk bernilai tambah, diharapkan tumbuh usaha-usaha baru yang dapat memperkuat ekonomi masyarakat. Dalam jangka panjang, peningkatan aktivitas usaha tersebut diharapkan turut mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan memberikan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Baca Juga :  Wapres Gibran Tinjau Penanganan Karhutla di Kalteng, Pemprov Perkuat Sinergi

Sementara itu, Kepala Bidang Industri Disdagperin Kalteng Simon F. Obos mengatakan, pelatihan tersebut merupakan bagian dari upaya mendorong diversifikasi produk dengan memanfaatkan potensi sumber daya perairan Kalimantan Tengah, baik dari sungai maupun laut.

Menurut Simon, sebagian pelaku usaha masih mengandalkan penjualan ikan dalam kondisi segar sehingga masa simpan produk relatif terbatas. Padahal, pengolahan dapat menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai ekonomi hasil perikanan.

“Selama ini kita masih terlalu bergantung pada penjualan ikan dalam bentuk segar. Padahal, tanpa diversifikasi, nilai ekonomi produk perikanan akan tetap rendah, mudah rusak, dan belum memberikan keuntungan maksimal bagi pelaku usaha,” jelasnya.

Karena itu, peserta tidak hanya mendapatkan keterampilan teknis pengolahan, tetapi juga pemahaman mengenai inovasi produk dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Hal tersebut diharapkan dapat menghasilkan produk yang berkualitas serta sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan pasar.

Simon berharap pengembangan produk olahan ikan dapat terus mengangkat potensi dan kearifan lokal Kalimantan Tengah sehingga ke depan mampu berkembang menjadi produk unggulan daerah.

“Sinergi sangat penting. Kita tidak hanya bicara soal banyaknya hasil tangkapan, tetapi bagaimana kreativitas dalam hilirisasi mampu meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk kita hingga ke tingkat nasional,” katanya.

Simon menambahkan, Disdagperin Kalteng berkomitmen melanjutkan pembinaan dan pendampingan kepada pelaku IKM melalui penguatan kapasitas produksi, peningkatan standar mutu, pengembangan inovasi produk, serta pemanfaatan teknologi pengolahan.

Melalui pelatihan tersebut, Pemprov Kalteng berharap hasil perikanan semakin banyak diolah menjadi produk bernilai tambah, bukan hanya dipasarkan sebagai bahan baku. Langkah ini diharapkan dapat memperluas peluang usaha, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperkuat IKM, dan turut menggerakkan perekonomian Kalimantan Tengah secara berkelanjutan.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Pemprov Kalteng Salurkan 116.700 Liter Air Bersih ke Sembilan Daerah Terdampak Kekeringan
Gubernur Agustiar Sabran Turun Langsung Padamkan Karhutla di Km 17 Palangka Raya
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla
Kelas Digital Huma Betang Jaga Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap
Inflasi Kalteng Jadi Perhatian, TPID Diminta Perkuat Stok dan Produksi Pangan Lokal
Perubahan APBD 2026 Kalteng Difokuskan untuk Perkuat Pelayanan Dasar dan Ekonomi Masyarakat
Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, 10.700 Personel dan 6 Helikopter Disiagakan
Pemprov Kalteng Siapkan Tim Terpadu untuk Perkuat Pengawasan Perizinan Usaha

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 13:50 WIB

Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tambah, Disdagperin Kalteng Perkuat Keterampilan Warga

Rabu, 16 September 2026 - 13:38 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 116.700 Liter Air Bersih ke Sembilan Daerah Terdampak Kekeringan

Selasa, 15 September 2026 - 20:29 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Turun Langsung Padamkan Karhutla di Km 17 Palangka Raya

Selasa, 15 September 2026 - 20:11 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla

Selasa, 15 September 2026 - 19:51 WIB

Kelas Digital Huma Betang Jaga Pembelajaran Tetap Berjalan di Tengah Kabut Asap

Senin, 14 September 2026 - 21:41 WIB

Inflasi Kalteng Jadi Perhatian, TPID Diminta Perkuat Stok dan Produksi Pangan Lokal

Sabtu, 12 September 2026 - 08:24 WIB

Perubahan APBD 2026 Kalteng Difokuskan untuk Perkuat Pelayanan Dasar dan Ekonomi Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 08:15 WIB

Penanganan Karhutla Kalteng Diperkuat, 10.700 Personel dan 6 Helikopter Disiagakan

Berita Terbaru