Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

- Jurnalis

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Potret Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo)

Potret Prabowo Subianto (Instagram/Prabowo)

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sikap politik Partai Demokrat selama berada di luar pemerintahan. Hal tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri peringatan HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, GBK, Jakarta, Rabu (9/9/2026).

Dalam sambutannya, Prabowo menyoroti dinamika politik Partai Demokrat yang pernah berada di puncak kekuasaan, namun juga pernah menjadi oposisi. Menurutnya, etika politik yang ditunjukkan Demokrat saat di luar pemerintahan sangat patut dicontoh.

“Waktu tidak berkuasa, Partai Demokrat tidak caci maki. Partai Demokrat tidak bakar-bakar,” ujar Prabowo.

Samakan Perjuangan dengan Gerindra dan SBY

Prabowo menilai sikap santun Demokrat serupa dengan prinsip yang dipegang Partai Gerindra. Ia merefleksikan perjalanannya sendiri ketika harus menerima kekalahan dalam beberapa kali kontestasi Pemilihan Presiden (Pilpres) sebelum akhirnya dipercaya memimpin bangsa.

Baca Juga :  99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

“Saya waktu empat kali tidak menang, saya pun terima. Ya sudah, kita maju lagi,” kata Prabowo.

Ia juga menyoroti jejak langkah Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebagai teladan dalam berdemokrasi melalui jalur konstitusional. SBY dinilai berhasil membangun partai dari nol setelah purna tugas dari militer hingga akhirnya mendapat kepercayaan rakyat.

“Saya kira Pak SBY memberi contoh: pensiun, keluar dari tentara, bikin partai, maju ke hadapan rakyat mendapat mandat. Demikian juga saya. Kalau nyontek yang baik boleh. Saya juga bikin partai, maju ke rakyat minta mandat. Empat kali tidak dikasih mandat, tapi akhirnya dikasih juga,” tuturnya.

Poin Penting Etika Demokrasi Indonesia

Dalam pandangan Presiden Prabowo, dinamika politik yang diwarnai persaingan, kritik, maupun perbedaan pandangan merupakan hal wajar dalam negara demokrasi. Namun, persatuan dan kerukunan nasional harus tetap menjadi fondasi utama.

Baca Juga :  Realisasi Anggaran Pemprov Kalteng Baru 38 Persen, DPRD Desak Percepatan Lelang Proyek

Prabowo menekankan beberapa prinsip penting dalam berdemokrasi:

  • Menerima Hasil Kontestasi: Sikap lapang dada saat tidak mendapat mandat rakyat dan tetap melangkah secara konstitusional.

  • Kritik yang Membangun: Perbedaan warna politik, saran, hingga rekomendasi yang tidak nyaman tetap disampaikan secara santun tanpa merusak stabilitas.

  • Menjaga Kerukunan: Persaingan politik tidak boleh merusak rasa kekeluargaan dan persahabatan antar-elemen bangsa.

“Hari ini di panggung ini, ya inilah demokrasi Indonesia. Macam-macam warna, bersaing, kritik, menyampaikan saran… tapi tetap kita rukun, tetap bersahabat, tetap berkeluarga. Ini yang harus kita pegang,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota
TP-PKK Mura Hadirkan Rumah DILAN, Ini Manfaatnya bagi Masyarakat
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Rabu, 9 September 2026 - 18:38 WIB

Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Berita Terbaru