1TULAH.COM-Sebanyak 122 korban insiden kebakaran kapal motor KM Mutiara Sentosa II berhasil dievakuasi dan tiba di darat hingga Senin (3/8/2026) dini hari. Di saat bersamaan, pemerintah memastikan akan mengusut tuntas pemicu kebakaran melalui investigasi menyeluruh yang melibatkan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Kepala Kantor SAR Surabaya sekaligus SAR Mission Coordinator (SMC), Nanang Sigit PH, mengungkapkan bahwa titik pendaratan korban terbagi di dua lokasi utama, yakni Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya dan Pelabuhan Kalianget Sumenep.
“Sebanyak 113 orang dievakuasi melalui Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, sedangkan sembilan korban lainnya tiba di Pelabuhan Kalianget, Sumenep, menggunakan KN SAR 249 Permadi,” ujar Nanang di Surabaya, Senin dini hari.
Detail Penanganan Medis dan Data Total Korban
Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, para korban selamat yang diangkut oleh KM Meratus Pematang Siantar diarahkan menuju Terminal Gapura Surya Nusantara untuk menjalani proses pendataan oleh tim gabungan. Seluruh korban juga mendapatkan pemeriksaan kesehatan mendalam, di mana penumpang yang membutuhkan perawatan intensif langsung dirujuk ke rumah sakit setempat.
Sementara itu, dari sembilan korban yang mendarat di Pelabuhan Kalianget, sebanyak empat orang dirujuk ke RS Garam Sumenep, sedangkan lima korban lainnya memilih melanjutkan perjalanan darat menuju Surabaya usai proses pendataan selesai.
Hingga Senin dini hari, total data terverifikasi hasil konfirmasi armada pencari dan penyelamat mencatat 234 penumpang telah berhasil dievakuasi, dengan rincian:
-
Korban Selamat: 229 orang
-
Korban Meninggal Dunia: 5 orang
Proses evakuasi susulan terus berjalan lantaran tiga kapal penolong—yakni KM Ferindo 1, Selaras Mas, dan KRI Nala-363—masih mengangkut sejumlah korban dalam perjalanan menuju Surabaya.
Pemerintah Dorong Investigasi Komprehensif Melalui KNKT
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah di perairan utara Madura tersebut dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam.
“Pemerintah segera luncurkan investigasi, karena kita harus tahu persis apa penyebab dari insiden tersebut,” tegas AHY di Jakarta, Senin.
AHY menjelaskan bahwa investigasi resmi oleh KNKT akan meneliti berbagai aspek vital untuk mengurai penyebab utama kebakaran, meliputi:
-
Kondisi teknis dan kelaikan kapal.
-
Kesiapan serta performa sumber daya manusia (SDM) / kru kapal.
-
Penerapan standar keselamatan penumpang.
-
Faktor kondisi cuaca saat kejadian.
“Investigasi akan dilakukan oleh KNKT, Komite Nasional Keselamatan Transportasi, dan butuh waktu untuk menjelaskan kepada kita semua apa penyebabnya,” tambah AHY.
Pengetatan Standar Keselamatan dan Peremajaan Armada
Selain memantau proses evakuasi dan verifikasi data penumpang yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan bersama Basarnas, pemerintah menekankan pentingnya evaluasi total pada sektor transportasi laut.
AHY menggarisbawahi bahwa prinsip safety first harus menjadi fondasi utama. Penerapan standar operasional prosedur (SOP), mitigasi cuaca, hingga peremajaan armada kapal secara bertahap perlu dipercepat guna mencegah berulangnya insiden serupa di masa depan.
Direktur Jenderal Perhubungan Laut Kemenhub, Muhammad Masyhud, menambahkan bahwa pengerahan kapal patroli Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) serta koordinasi erat dengan Basarnas akan terus disiagakan hingga seluruh proses evakuasi dinyatakan rampung sepenuhnya. (Sumber:Suara.com)























![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

