Prabowo dan PM Thailand Sepakati Roadmap Kemitraan 2026–2030: Garap Pangan, Energi, hingga Industri Halal

- Jurnalis

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]

Presiden Prabowo Subianto (kanan) dan PM Thailand Anutin Charnvirakul (kiri) dalam pertemuan bilateral di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (3/8/2026). [ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden]

1TULAH.COM-Presiden Indonesia Prabowo Subianto menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (3/8/2026).

Pertemuan tingkat tinggi ini menghasilkan kesepakatan krusial untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui Roadmap Kemitraan Strategis Indonesia–Thailand 2026–2030.

Peta jalan (roadmap) tersebut dirancang sebagai panduan kerja sama konkret selama lima tahun ke depan di berbagai sektor prioritas, mulai dari ketahanan pangan, transisi energi, ekonomi digital, industri halal, hingga konektivitas udara antarnegara.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand berbagi kepentingan yang sama dalam menghadapi dinamika dan tantangan ekonomi global, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di kawasan ASEAN.

Fokus Utama: Ketahanan Pangan hingga Transisi Energi

Kerja sama bilateral ini menyasar sejumlah sektor kunci yang menjadi fondasi stabilitas ekonomi kedua negara:

  • Ketahanan Pangan & Rantai Pasok: Indonesia dan Thailand sepakat memperkuat kolaborasi di sektor modernisasi pertanian. Kerja sama meliputi penerapan teknologi pertanian terkini, efisiensi sistem logistik, pengolahan pangan modern, serta penjaminan keandalan rantai pasok regional.

  • Pembentukan Energy Forum: Di sektor energi berkelanjutan, kedua negara menyepakati pembentukan Indonesia–Thailand Energy Forum. Forum ini akan menjadi wadah sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha untuk mempercepat transisi energi bersih dan investasi terbarukan.

  • Penguatan Ekonomi Digital via LCT: Untuk meningkatkan volume dan efisiensi perdagangan bilateral, kedua negara memperluas implementasi skema Local Currency Transaction (LCT), mengurangi ketergantungan pada mata uang pihak ketiga.

Baca Juga :  Berkas Kasus Kuota Haji Dilimpahkan ke Pengadilan, Gus Yaqut Segera Disidang

Peluang Rantai Pasok Industri Halal Global

Salah satu poin menarik yang disoroti Presiden Prabowo adalah potensi besar sinergi industri halal antara Indonesia dan Thailand. Kedua negara dinilai memiliki keunggulan komplementer yang dapat digabungkan untuk menguasai pasar global.

Baca Juga :  Evakuasi KM Mutiara Sentosa II: 229 Penumpang Selamat dan 5 Meninggal Dunia Tiba di Darat

“Dengan keunggulan masing-masing di sektor industri halal, Indonesia dan Thailand dapat saling mendukung dalam membangun rantai industri halal regional dan global,” ujar Prabowo.

Konektivitas Udara Baru & Kerja Sama Pendidikan

Guna mempererat hubungan antarmasyarakat (people-to-people contact) serta menstimulasi pariwisata dan investasi, kedua pihak mendorong perluasan konektivitas udara dengan membuka rute penerbangan langsung baru:

  1. Jakarta – Bangkok

  2. Denpasar – Phuket

Pembukaan rute ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas wisatawan dan pelaku usaha dari kedua negara. Sebagai penutup rangkaian agenda, Indonesia dan Thailand juga menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) di bidang pendidikan. MoU ini difokuskan pada pertukaran akademis dan pengembangan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing tinggi. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Perbup Nomor 14 Tahun 2026 Jadi Landasan Pembangunan Kependudukan Murung Raya
Muhammad Zakirin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PC GP Ansor Barito Timur 2026–2030
Bahas Arah Kebijakan Fiskal, Banggar DPRD Kalteng Desak Sekda dan Pimpinan TAPD Hadir Rapat KUA-PPAS 2027
Buntut Dugaan Kasus Pencabulan, Syekh Ahmad Al Misry Kini Ditetapkan Buron Internasional
Ajak Warga Waspadai Ancaman Karhutla
BPR/BPRS Marak Dilikuidasi, LPS Soroti Masalah Fraud dan Tata Kelola Bank
Evakuasi KM Mutiara Sentosa II: 229 Penumpang Selamat dan 5 Meninggal Dunia Tiba di Darat
Pengamat Minta Presiden Prabowo Lebih Banyak Mendengar Saat Kumpulkan Kepala Daerah

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 13:23 WIB

Perbup Nomor 14 Tahun 2026 Jadi Landasan Pembangunan Kependudukan Murung Raya

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:18 WIB

Muhammad Zakirin Terpilih Aklamasi Jadi Ketua PC GP Ansor Barito Timur 2026–2030

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:34 WIB

Bahas Arah Kebijakan Fiskal, Banggar DPRD Kalteng Desak Sekda dan Pimpinan TAPD Hadir Rapat KUA-PPAS 2027

Selasa, 4 Agustus 2026 - 09:02 WIB

Ajak Warga Waspadai Ancaman Karhutla

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:36 WIB

Prabowo dan PM Thailand Sepakati Roadmap Kemitraan 2026–2030: Garap Pangan, Energi, hingga Industri Halal

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:21 WIB

BPR/BPRS Marak Dilikuidasi, LPS Soroti Masalah Fraud dan Tata Kelola Bank

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Evakuasi KM Mutiara Sentosa II: 229 Penumpang Selamat dan 5 Meninggal Dunia Tiba di Darat

Senin, 3 Agustus 2026 - 14:00 WIB

Pengamat Minta Presiden Prabowo Lebih Banyak Mendengar Saat Kumpulkan Kepala Daerah

Berita Terbaru