Kelas Menengah Tertekan, Masyarakat Lebih Pilih Beli Beras Dibanding KPR

- Jurnalis

Minggu, 26 Juli 2026 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi properti. (Sumber: inapex.co.id)

Ilustrasi properti. (Sumber: inapex.co.id)

1TULAH.COM-Tekanan ekonomi yang membayangi masyarakat, khususnya kelompok kelas menengah, mulai berdampak langsung terhadap keputusan finansial jangka panjang, termasuk pembelian hunian. Di tengah situasi ini, masyarakat cenderung memprioritaskan pemenuhan kebutuhan pokok sehari-hari ketimbang mengambil kewajiban Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Chief Economist PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF, Martin Daniel Siyaranamual, menjelaskan bahwa tekanan finansial pada kelas menengah tercermin secara nyata dari perlambatan penjualan ritel dan lesunya pasar properti nasional.

Menurut Martin, fenomena ini tidak sekadar disebabkan oleh dinamika internal sektor properti, melainkan berhubungan erat dengan penurunan daya beli masyarakat secara keseluruhan.

“Jadi, ini juga merupakan refleksi dari tekanan yang dihadapi oleh kelas menengah. Jadi kelas menengah kita tuh mulai tertekan. Makanya lebih milih buat beli beras daripada dibandingkan buat nyicil rumah ataupun beli baju,” ujar Martin kepada wartawan, Minggu (26/7/2026).

Harapan Fenomena Siklikal, Bukan Pelemahan Fundamental

Meski tingkat konsumsi masyarakat menunjukkan tren melambat pada semester II 2026, Martin berharap kondisi tersebut hanya bersifat siklikal atau musiman. Pola penurunan penjualan ritel umum terjadi setelah berlalunya periode libur panjang dan momentum hari raya.

Baca Juga :  Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Harapannya adalah bahwa ritel yang tertekan di bulan ini atau di akhir tahun, di semester kedua ini, itu sifatnya cyclical, artinya lebih karena tidak ada hari raya, makanya dia tertekan. Bukan sesuatu yang sifatnya fundamental,” jelasnya.

Namun, ia menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan jika penurunan ini ternyata dipicu oleh faktor ekonomis yang fundamental. Mengingat kelas menengah merupakan motor pendorong utama konsumsi domestik di Indonesia, pelemahan yang bersifat struktural berpotensi memberikan dampak berantai pada stabilitas ekonomi nasional.

“Kalau dia sesuatu yang bersifat fundamental, itu akan menakutkan. Kenapa? Ritel itu didorong oleh kelas menengah. Kelas menengah itu adalah konsumen terbesar di negara ini,” tegas Martin.

Dampak pada Industri Pembiayaan Properti

Pertumbuhan penjualan rumah yang masih mencatatkan angka negatif diproyeksikan memberi tekanan bagi industri pembiayaan perumahan. Kondisi ini turut memengaruhi ruang gerak bisnis SMF yang berperan sebagai lembaga pembiayaan sekunder perumahan di Indonesia.

Baca Juga :  Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Kendati demikian, SMF menilai potensi dan peluang bisnis di sektor pembiayaan hunian tetap terbuka. Keyakinan tersebut didasari oleh persepsi bahwa tekanan yang berlangsung saat ini belum mengarah pada pelemahan struktural.

“Penjualan rumah memang mengalami pertumbuhan yang negatif. Tetapi harapan saya, tekanan ini sifatnya bukan yang fundamental. Jadi artinya masih ada potensi bisnis yang bisa dijalankan oleh PT SMF,” tambah Martin.

Strategi Adaptif Hadapi Tantangan Makroekonomi

Memasuki separuh kedua tahun ini, kondisi makroekonomi Indonesia masih diwarnai berbagai tantangan eksternal maupun internal. Di antaranya mencakup tekanan terhadap nilai tukar rupiah, potensi kenaikan suku bunga acuan, hingga meningkatnya biaya dana (cost of fund) bagi lembaga keuangan.

Menghadapi situasi yang dinamis tersebut, fleksibilitas dan kemampuan beradaptasi menjadi kunci utama bagi para pelaku industri pembiayaan untuk menjaga keberlanjutan kinerja usaha.

“Kalau ditanya bagaimana kondisi makroekonomi Indonesia, jawabannya penuh tantangan. Tetapi bagaimana mengambil posisi adaptif di tengah tantangan, itu yang sebetulnya menjamin keberlangsungan PT SMF,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat
Mengapa Mitigasi Bencana Adalah Tanggung Jawab Negara, Bukan Sekadar Pasrah pada Takdir
Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Sabtu, 12 September 2026 - 05:38 WIB

KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat

Sabtu, 12 September 2026 - 05:32 WIB

Mengapa Mitigasi Bencana Adalah Tanggung Jawab Negara, Bukan Sekadar Pasrah pada Takdir

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Berita Terbaru

Pesepak bola Timnas Indonesia Ole Romeny (tengah) berselebrasi bersama rekan setimnya usai mencetak gol ke gawang Timnas Bahrain dalam pertandingan Grup C putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (sumber: suara.com)

Olahraga

Timnas Indonesia Bakal Hadapi Yordania pada November 2026

Sabtu, 12 Sep 2026 - 20:54 WIB

Ketua TP PKK Kabupaten Seruyan, Ny. Welduline Ahmad Selanorwanda, S.E., M.A., saat menghadiri sekaligus membuka kegiatan Sosialisasi Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (GEMARIKAN) di TK Kartini, Kelurahan Kuala Pembuang II, Kecamatan Seruyan Hilir, Jumat (11/9/2026).

Seruyan

Ketua TP PKK: Hidup Sehat Dimulai Sejak Dini

Sabtu, 12 Sep 2026 - 09:13 WIB