Seimbangkan Kekuatan Timur dan Barat, Prabowo Temui Macron Usai Diskusi Panjang dengan Putin

- Jurnalis

Selasa, 14 April 2026 - 08:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut langsung kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Élysée, Jumat (23/1/2026). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyambut langsung kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto di halaman Istana Élysée, Jumat (23/1/2026). (Foto dok. Biro Pers Sekretariat Presiden)

1TULAH.COM-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menunjukkan intensitas diplomasi luar negeri yang tinggi dalam lawatan terbarunya ke Eropa. Setelah menyelesaikan pertemuan krusial selama lima jam bersama Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskow, Presiden Prabowo langsung bertolak menuju Paris, Prancis, pada Senin (13/4/2026) malam waktu setempat.

Langkah ini menegaskan posisi Indonesia yang kian aktif dalam menyeimbangkan relasi strategis dengan kekuatan-kekuatan besar dunia.

Menuju Paris Setelah Diskusi Panjang di Kremlin

Berdasarkan keterangan dari Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, Presiden Prabowo tiba di Paris pada pukul 23.50 waktu setempat setelah menempuh perjalanan udara sekitar 3,5 jam dari Rusia.

Pertemuan di Kremlin sebelumnya menjadi sorotan karena durasinya yang tidak biasa. Selama lima jam, Prabowo dan Putin terlibat dalam diskusi mendalam yang mencakup berbagai sektor vital.

“Durasi pertemuan yang cukup panjang tersebut mencerminkan kedalaman pembahasan serta keseriusan Indonesia dan Rusia dalam memperkuat kemitraan strategis,” ujar Teddy Indra Wijaya.

Baca Juga :  Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Beberapa poin utama yang dibahas di Rusia meliputi:

  • Ketahanan Energi: Kerja sama pengembangan sumber energi terbarukan dan nuklir sipil.

  • Sumber Daya Mineral: Optimalisasi pengelolaan komoditas tambang untuk hilirisasi industri.

  • Pengembangan Industri Nasional: Transfer teknologi untuk memperkuat kemandirian industri dalam negeri.

Agenda Strategis di Istana Élysée: Menemui Emmanuel Macron

Tanpa waktu istirahat yang lama, agenda Presiden Prabowo di Paris telah menanti. Beliau dijadwalkan melakukan pertemuan empat mata dengan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, di Istana Élysée.

Pertemuan ini bukan sekadar kunjungan balasan atau seremonial biasa. Hubungan Indonesia dan Prancis dalam beberapa tahun terakhir memang mengalami peningkatan signifikan, terutama di bidang pertahanan dan ekonomi hijau.

Fokus Utama Pertemuan Prabowo-Macron

Menurut Sekretaris Kabinet, ada dua misi utama yang dibawa oleh Presiden Prabowo dalam diskusinya dengan Macron:

  1. Peningkatan Kerja Sama Bilateral: Fokus pada penguatan investasi Prancis di Indonesia serta kelanjutan kerja sama strategis di bidang teknologi tinggi.

  2. Kepemimpinan Global dan Perdamaian: Menyampaikan posisi Indonesia sebagai negara non-blok yang aktif dalam menjaga stabilitas kawasan dan mendorong perdamaian dunia di tengah meningkatnya tensi geopolitik global.

Baca Juga :  Pemkab Murung Raya Perkuat Kemitraan dengan Investor

Makna Diplomasi Estafet bagi Indonesia

Langkah diplomasi dari Rusia langsung menuju Prancis ini mengirimkan sinyal kuat kepada dunia internasional. Indonesia secara konsisten menerapkan politik luar negeri “Bebas Aktif”.

Dengan merangkul Rusia di Timur dan Prancis di Barat dalam satu rangkaian perjalanan, Presiden Prabowo ingin memastikan bahwa kepentingan nasional Indonesia tetap terjaga di tengah polarisasi dunia.

Prancis, sebagai salah satu kekuatan utama di Uni Eropa, dipandang sebagai mitra kunci dalam membuka akses pasar yang lebih luas serta penguatan sistem pertahanan modern bagi Indonesia.

Pertemuan di Istana Élysée ini diharapkan menghasilkan kesepakatan-kesepakatan konkret yang dapat mendorong percepatan transformasi ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:15 WIB

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

ilustrasi

Opini

Fenomena Brain Drain di Indonesia

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:57 WIB