Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Insiden terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak extra time.

Insiden terjadi sesaat setelah peluit panjang dibunyikan, menyusul kemenangan Spanyol 1-0 lewat gol Ferran Torres di babak extra time.

1TULAH.COM-Laga puncak Piala Dunia 2026 yang mempertemukan Spanyol vs Argentina tidak hanya menyajikan duel taktik kelas tinggi, tetapi juga menyisakan drama ketegangan yang luar biasa. Tepat setelah peluit panjang dibunyikan di Stadion MetLife, New Jersey, atmosfer pertandingan nyaris berujung pada bentrok besar antar pemain dari kedua kubu.

Ketegangan memuncak sesaat setelah laga berakhir untuk kemenangan Spanyol dengan skor 1-0 berkat gol krusial Ferran Torres di babak perpanjangan waktu (extra time). Frustrasi akibat kekalahan dan tensi tinggi sepanjang 120 menit membuat emosi para pemain tak terbendung lagi di tengah lapangan.

Kronologi Kericuhan: Aksi Leandro Paredes Picu Dorong-dorongan

Percikan keributan di lapangan hijau disinyalir bermula dari aksi emosional gelandang Argentina, Leandro Paredes. Pemain bernomor punggung 5 tersebut terlihat melakukan tindakan konfrontatif dengan mencekik bek Spanyol, Eric García. Tindakan ini seketika menyulut amarah para pemain La Roja.

Situasi dengan cepat memanas dan tak terkendali. Aksi saling dorong antar pemain dari kedua tim langsung pecah di tengah lapangan.

Melihat situasi yang semakin genting, rekan setimnya, Thiago Almada, sebenarnya sudah mencoba menahan pergerakan Paredes agar tidak memperpanjang keributan. Namun, gelandang AS Roma itu telanjur naik pitam. Dalam kerumunan tersebut, Paredes bahkan sempat melayangkan dorongan keras ke arah Gavi hingga gelandang muda Spanyol itu terjatuh ke tanah.

Baca Juga :  Kesenjangan Gender Masih Ada, Pemkab Mura Perkuat Strategi PUG

Otamendi Tolak Salaman dan Ketegangan di Sisi Lain Lapangan

Drama pascapertandingan ternyata tidak hanya berpusat pada perseteruan Paredes. Di sudut lain lapangan MetLife Stadium, gesekan antar pemain senior juga terjadi.

Bek tengah veteran Argentina, Nicolás Otamendi, dilaporkan menolak ajakan jabat tangan dari jenderal lapangan tengah Spanyol, Rodri. Sambil berjalan menjauh, Otamendi kabarnya sempat melontarkan sindiran tajam yang memicu respons dingin dari para pemain Spanyol.

Beruntung, eskalasi konflik ini tidak meluas menjadi adu jotos. Pelatih Argentina, Lionel Scaloni, langsung bertindak cepat dengan turun tangan ke lapangan bersama asistennya, Walter Samuel. Ketegasan staf pelatih La Albiceleste dalam melerai dan menenangkan ego para pemainnya berhasil meredam situasi sebelum sanksi disiplin yang lebih berat jatuh.

Suasana panas ini akhirnya berhasil didinginkan sepenuhnya saat prosesi penyerahan medali berlangsung, di mana para pemain kedua tim mulai melunak dan kembali saling berjabat tangan secara suportif.

Baca Juga :  KH Ma’ruf Amin Tekankan SDM Unggul dan Teknologi untuk Kelola Sumber Daya Alam

Reaksi Lionel Scaloni Usai Kekalahan Menyakitkan

Argentina sendiri harus berjuang ekstra keras di babak tambahan setelah sebelumnya kehilangan Enzo Fernández yang diganjar kartu merah oleh wasit pada masa injury time babak kedua. Kalah jumlah pemain membuat La Albiceleste terus ditekan hingga akhirnya kebobolan di babak extra time.

Berbicara kepada media pascapertandingan, Lionel Scaloni tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya terhadap hasil akhir, namun ia tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada pasukannya.

“Saya merasa sedih, tapi kami telah memberikan segalanya di atas lapangan,” ujar Scaloni seperti dinukil dari Infobae.

Pelatih yang sukses membawa Argentina juara pada edisi 2022 itu juga secara jantan mengakui keunggulan strategi armada Luis de la Fuente sepanjang laga final.

“Spanyol bermain lebih baik, itu adalah sebuah fakta yang harus diterima. Namun, perjalanan panjang kami hingga bisa menembus babak final ini sangat berarti dan layak untuk diapresiasi. Kami harus belajar menerima kekalahan ini dan bangkit kembali. Ini memang sulit, tapi kami pulang dengan kepala tegak,” tutup Scaloni. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi
Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla
Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul
Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun
Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?
Kondisi Terbaru Andrie Yunus: Alami Kecemasan Berat dan Jalani Rawat Jalan Pasca-Penyiraman Air Keras
KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu
KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:14 WIB

Kebakaran Gedung Biro Kesra, Ketua DPRD Kalteng Minta Instalasi Listrik Bangunan Tua Segera Dievaluasi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:09 WIB

Waspada Partikel PM2.5! Udara Tampak Jernih Tak Jamin Bebas Bahaya Karhutla

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 04:01 WIB

Fokus RAPBN 2027: Anggaran Pendidikan Dialokasikan untuk PIP hingga Sekolah Unggul

Jumat, 14 Agustus 2026 - 12:40 WIB

Puluhan PNS Mura Raih Penghargaan atas Pengabdian 10, 20 hingga 30 Tahun

Jumat, 14 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Menolak Fast Fashion: Mengapa Gen Z Lebih Memilih Thrifting dan Pakaian Bekas?

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:44 WIB

KPK Sita 3 Koper dari Rumah ASN Dinas PUPR Kota Bengkulu

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:40 WIB

KPK Ungkap 27 Pihak dan 313 PIHK Terima Aliran Dana Kasus Kuota Haji

Jumat, 14 Agustus 2026 - 06:38 WIB

KPK Periksa Rudy Tanoe Guna Hitung Kerugian Negara Kasus Bansos Beras

Berita Terbaru