1TULAH.COM – Sabrina Chairunnisa mengumumkan pengunduran dirinya dari Program Doktor (S3) Ilmu Komunikasi Universitas Indonesia melalui unggahan di akun Instagram pribadinya.
Dalam unggahan tersebut, ia membagikan foto mengenakan jaket almamater UI beserta surat pengunduran diri yang menjelaskan bahwa dirinya akan melanjutkan studi di New York, Amerika Serikat.
Sabrina mengaku keputusan tersebut bukan hal yang mudah karena Universitas Indonesia memiliki tempat khusus dalam perjalanan pendidikannya.
Namun, menurutnya, perubahan rencana dan prioritas hidup membuatnya harus memilih jalan yang berbeda demi melanjutkan langkah ke depan.
Selain mengumumkan kepindahannya, Sabrina juga menyoroti sistem absensi di perguruan tinggi Indonesia.
Ia berharap ke depan kampus-kampus di Indonesia dapat lebih menekankan kualitas akademik dibandingkan kehadiran sebagai syarat utama mengikuti ujian akhir atau menyelesaikan studi.
Pernyataan tersebut memicu beragam tanggapan di media sosial.
Sebagian warganet mempertanyakan alasan Sabrina mengambil program doktor di UI apabila pada akhirnya tidak dapat memenuhi ketentuan akademik yang berlaku, termasuk terkait kewajiban kehadiran selama perkuliahan.
Beberapa komentar di media sosial bahkan berspekulasi mengenai alasan di balik pengunduran dirinya.
Namun, komentar-komentar tersebut merupakan opini warganet dan belum didukung oleh pernyataan resmi dari Sabrina maupun Universitas Indonesia mengenai status akademiknya selain pengunduran diri yang telah diumumkan.
Hingga kini, Sabrina Chairunnisa menyatakan akan melanjutkan pendidikan di New York sebagai bagian dari rencana barunya.
Keputusannya meninggalkan program doktor di Universitas Indonesia sekaligus membuka diskusi publik mengenai perbedaan sistem pendidikan tinggi di Indonesia dan luar negeri, khususnya terkait kebijakan kehadiran mahasiswa.
Penulis : Nova Elisa Putri















![Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah (kanan) menyampaikan keterangan saat konferensi pers di Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat (10/7/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/07/jampidsus-kasus-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

