Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

- Jurnalis

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi-Transpuan saat ikut memperingati hari perempuan internasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. (Suara.com/Ummi HS)

Ilustrasi-Transpuan saat ikut memperingati hari perempuan internasional di kawasan Patung Kuda, Monas, Jakarta. (Suara.com/Ummi HS)

1TULAH.COM-Maraknya serangan dan ujaran kebencian terhadap kelompok ragam gender (LGBTQ) di Indonesia dinilai bukan sekadar persoalan diskriminasi sosial biasa. Forum Aktivis Perempuan Muda (FAMM) Indonesia menduga ada upaya sistematis untuk memanfaatkan isu ini guna mengalihkan perhatian masyarakat dari berbagai krisis mendesak yang tengah melanda tanah air.

Dugaan tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Nasional FAMM Indonesia, Ija Syahruni, dalam konferensi pers yang digelar di Jakarta pada Minggu (19/7/2026).

Pola Pengalihan Isu dari Kejahatan Negara

Ija menegaskan bahwa kemunculan narasi yang menempatkan keberagaman gender sebagai “musuh bersama” patut dicurigai sebagai strategi rekayasa untuk memecah kemarahan publik. Menurutnya, fokus masyarakat sengaja digeser dari persoalan mendasar seperti maraknya praktik korupsi, teror, hingga intimidasi terhadap pembela HAM.

Baca Juga :  Kuntadi Disodorkan Jadi Jampidsus Baru Gantikan Febrie Adriansyah, Mensesneg: Proses TPA Dipercepat!

“Menjadikan keberagaman gender sebagai musuh itu hanyalah strategi untuk pengalihan isu dari kejahatan negara yang tampak nyata di depan mata kita. Ujaran kebencian yang masif ini patut dicurigai sebagai rekayasa kelompok tertentu untuk memecah belah kemarahan publik,” tegas Ija.

Soroti Program Pemerintah, Rupiah Lemah, dan Badai PHK

FAMM Indonesia menilai terdapat sederet persoalan sosial-ekonomi mendesak yang seharusnya menjadi perhatian utama pemerintah alih-alih membiarkan narasi kebencian berkembang.

Beberapa poin krusial yang disorot antara lain:

  • Polemik Program Nasional: Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Merah Putih dinilai masih amburadul serta menuai gelombang protes di lapangan.

  • Tekanan Ekonomi & Kurs Rupiah: Melemahnya nilai tukar rupiah yang berdampak langsung pada lonjakan harga barang kebutuhan pokok.

  • Badai PHK & Pengangguran: Sulitnya akses lapangan kerja, meningkatnya angka pemutusan hubungan kerja (PHK), hingga maraknya korban jiwa akibat jeratan pinjaman online (pinjol).

  • Kesenjangan Layanan Dasar: Belum meratanya fasilitas pendidikan dan pelayanan kesehatan hingga ke pelosok desa.

Baca Juga :  Duet Mahfud MD - Busyro Muqoddas Diusulkan Masuk Kabinet Menko Polkam

Minta Negara Lindungi Hak Warga dari Persekusi

FAMM Indonesia juga mengingatkan pentingnya hadirnya negara dalam memberikan perlindungan bagi seluruh warga negara dari aksi persekusi. Ija menekankan bahwa ancaman nyata bagi keberlangsungan bangsa bukan terletak pada perbedaan identitas personal maupun ekspresi gender.

“Ancaman sesungguhnya bukan datang dari keberagaman identitas, melainkan dari praktik korupsi, kebijakan yang amburadul, dan pengabaian terhadap hak warga,” pungkasnya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:17 WIB

Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Berita Terbaru

ilustrasi

Opini

Fenomena Brain Drain di Indonesia

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:57 WIB