Stop Boros! Ini 5 Cara Mengatasi Impulsive Buying yang Sering Dipicu Emosi Sesaat

- Jurnalis

Minggu, 23 November 2025 - 11:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi belanja berlebihan [freepik.com]

Ilustrasi belanja berlebihan [freepik.com]

Belakangan, istilah impulsive buying menjadi viral di media sosial dengan berbagai keterangan positif dan negatifnya, mencerminkan dilema antara kepuasan instan dan kesehatan finansial jangka panjang.

Apa Itu Impulsive Buying?

Impulsive Buying adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan pembelian langsung yang tidak direncanakan setelah terpapar stimulus impulsif.

Dengan kata lain, orang akan langsung membeli barang atau benda dengan tiba-tiba tanpa ada perencanaan sebelumnya. Biasanya, mereka akan membeli benda tersebut setelah melihat iklan, ulasan (review) orang lain, atau penawaran diskon, tanpa mempertimbangkan mereka butuh atau tidak.

Penyebab perilaku impulsif dipicu oleh dorongan yang tak tertahankan untuk membeli dan ketidakmampuan untuk mengevaluasi konsekuensinya. Meskipun menyadari efek negatif dari pembelian tersebut, ada keinginan yang sangat besar untuk segera memenuhi kebutuhan yang paling mendesak.

Faktor Utama Pemicu Impulsive Buying

Perilaku ini tidak terjadi tanpa sebab. Ada banyak hal yang bisa menjadi penyebab seseorang melakukan impulsive buying. Kegiatan ini dapat dipicu oleh lingkungan toko, kepuasan hidup, harga diri, dan kondisi emosional konsumen sebelum pembelian.

Menurut beberapa ahli, impulsive buying juga bisa dipicu karena mencari sensasi, hedonis, hingga stimulus pemasaran yang sangat kuat. Sebab, dalam ilmu periklanan, emosi positif yang diterima pelanggan dapat meningkatkan pembelian impulsif.

Dalam sebuah studi oleh Park dkk. (2006), ditemukan bahwa keterlibatan dalam fesyen dan emosi positif memiliki efek positif pada perilaku pembelian impulsif berorientasi fesyen konsumen, dengan keterlibatan dalam fesyen memiliki efek terbesar. Kecenderungan konsumsi hedonis merupakan mediator penting dalam menentukan pembelian impulsif berorientasi fesyen.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah faktor-faktor spesifik yang menjadi penyebab impulsive buying:

1. Emosi Sesaat (Emotional Triggers)

Emosi sesaat merupakan pendorong perilaku yang kuat, dan pemasar sering kali menggunakan daya tarik emosional untuk memicu pembelian impulsif.

Baca Juga :  Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Contoh: Iklan parfum dapat menggunakan citra dan musik yang indah untuk membangkitkan perasaan romantis dan hasrat, mendorong konsumen untuk melakukan pembelian impulsif sebagai cara self-reward atau pelarian dari rasa bosan/stres.

2. Pengaruh Sosial (Social Proof)

Pengaruh sosial memainkan peran penting dalam pembelian impulsif, karena orang sering kali melakukan pembelian agar sesuai dengan teman sebayanya (FOMO – Fear of Missing Out) atau untuk menampilkan citra sosial tertentu.

Pemasar dapat menggunakan bukti sosial dengan menampilkan popularitas produk, tren, atau dukungan selebritas (endorsement) untuk memicu pembelian impulsif.

3. Bias Kognitif (Cognitive Biases)

Bias kognitif adalah jalan pintas mental yang digunakan orang untuk membuat keputusan tergesa-gesa, yang seringkali mengakibatkan perilaku irasional.

Bias kognitif yang sering berkontribusi pada pembelian impulsif adalah efek penjangkaran (anchoring effect), di mana konsumen memberikan bobot yang tidak proporsional pada informasi awal (misalnya, harga awal) yang mereka dengar sebelum mengambil keputusan.

Hal ini dapat dimanfaatkan oleh pemasar dengan menetapkan harga yang lebih tinggi dan kemudian memberikan diskon besar untuk menciptakan persepsi bahwa pembelian tersebut merupakan ‘kesepakatan’ yang harus segera diambil.

4. Lingkungan Toko dan Stimulus Pemasaran

Diskon, tata letak toko yang menarik, penempatan produk di kasir (point-of-purchase), hingga musik toko dapat bertindak sebagai stimulus kuat yang mendorong dorongan beli mendadak.

🛡️ Cara Mengatasi Impulsive Buying: Strategi Anti-Boros

Mengendalikan dorongan untuk membeli secara impulsif memerlukan kesadaran diri dan strategi perencanaan keuangan yang disiplin. Berikut adalah cara-cara efektif untuk mengatasinya:

1. Buat Daftar Belanja Secara Terperinci dan Patuhi

Rencanakan pembelian Anda sebelumnya untuk berfokus pada apa yang benar-benar Anda butuhkan dan membantu Anda mematuhi anggaran. Saat berada di toko, hanya beli barang yang ada di dalam daftar Anda. Ini adalah benteng pertama melawan godaan.

Baca Juga :  Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

2. Tetapkan Anggaran yang Realistis

Alokasikan jumlah tertentu untuk pengeluaran yang bersifat diskresioner (keinginan), atau bahkan gunakan uang tunai saat berbelanja. Menggunakan uang tunai dapat membatasi berapa banyak yang dapat Anda belanjakan karena Anda secara fisik melihat uang itu berkurang.

3. Miliki Tujuan Keuangan yang Jelas

Ingatlah tujuan keuangan Anda yang lebih besar, seperti dana darurat, DP rumah, atau tabungan pensiun. Tujuan jangka panjang ini memberikan perspektif gambaran besar tentang mengapa Anda perlu menolak pembelian kecil yang tidak perlu.

4. Terapkan Aturan Menunggu 24 Jam

Jika Anda melihat suatu barang dan merasa ingin membelinya secara impulsif, berikan jeda waktu 24 jam sebelum membuat keputusan. Seringkali, setelah periode refleksi singkat, dorongan beli tersebut akan hilang.

5. Kendalikan Diri: Jangan Mudah Termakan Iklan

Sadari bahwa iklan, penawaran flash sale, dan review yang menggebu-gebu dibuat dengan sebegitunya memang untuk menarik Anda agar bertindak cepat. Pertimbangkan banyak hal sebelum Anda mulai yakin pada klaim yang ditawarkan iklan tersebut.

Semakin cepat Anda sadar akan manipulasi iklan, maka Anda akan memiliki lebih banyak pertimbangan dan bisa mencegah impulsive buying.

6. Batasi Akses ke Kartu Kredit dan Platform Belanja Online

Simpan kartu kredit Anda, hapus detail kartu dari akun belanja online, atau bahkan unsubscribe dari newsletter promosi toko. Mengurangi gesekan saat pembayaran adalah kunci untuk mengendalikan pembelian mendadak.

Impulsive buying adalah perilaku umum yang dipicu oleh kombinasi faktor emosional, sosial, dan stimulus pemasaran yang cerdik.

Dengan membangun kesadaran diri, menetapkan batasan anggaran yang ketat, dan menerapkan strategi penundaan pembelian, Anda dapat mengambil kembali kendali atas keuangan Anda dan terhindar dari jebakan pengeluaran yang tidak perlu. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?
Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya
Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?
Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun
BPR/BPRS Marak Dilikuidasi, LPS Soroti Masalah Fraud dan Tata Kelola Bank
8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!
Danantara Mulai Benahi Warisan Masalah BUMN, Dari Utang KCIC Hingga PT Pos
Gubernur BI Mundur, Pengamat Wanti-wanti Bahaya Jika Penggantinya Tokoh Politik
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 15:42 WIB

Kabar Duka Pageant: Miss Earth Indonesia 2025 Putri Juficha Meninggal di Hari Ulang Tahunnya

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Raisa Komentar “Kue Putu” di Unggahan Mathis Molinie, Sinyal Kedekatan Makin Kuat?

Rabu, 5 Agustus 2026 - 04:49 WIB

Awas Modus Penipuan Customer Service Palsu! Orderkuota Ingatkan Pentingnya Jaga OTP dan PIN Akun

Selasa, 4 Agustus 2026 - 08:21 WIB

BPR/BPRS Marak Dilikuidasi, LPS Soroti Masalah Fraud dan Tata Kelola Bank

Minggu, 2 Agustus 2026 - 18:18 WIB

8 Ide Lomba 17 Agustus Anak-Anak di Perumahan: Lucu, Seru, dan Edukatif!

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:55 WIB

Danantara Mulai Benahi Warisan Masalah BUMN, Dari Utang KCIC Hingga PT Pos

Jumat, 31 Juli 2026 - 18:10 WIB

Gubernur BI Mundur, Pengamat Wanti-wanti Bahaya Jika Penggantinya Tokoh Politik

Berita Terbaru

Ilustrasi KPK. (KPK)

Berita

KPK Ungkap Dugaan Suap Ratusan Juta untuk Masuk FK Unsoed

Jumat, 21 Agu 2026 - 19:29 WIB