Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

- Jurnalis

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Rumor mengenai rencana Haji Isam membeli sekitar 62,2% saham BYAN menjadi katalis utama pergerakan saham. Spekulasi tersebut semakin ramai setelah adanya pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Desain Suara.com/AI

Rumor mengenai rencana Haji Isam membeli sekitar 62,2% saham BYAN menjadi katalis utama pergerakan saham. Spekulasi tersebut semakin ramai setelah adanya pertemuan antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026). Desain Suara.com/AI

1TULAH.COM-Pasar modal Indonesia kembali diguncang oleh spekulasi aksi korporasi jumbo. Harga saham emiten raksasa batu bara, PT Bayan Resources Tbk (BYAN), mendadak melonjak drastis bersama deretan saham yang terafiliasi dengan pengusaha asal Kalimantan Selatan, Syamsuddin Andi Arsyad alias Haji Isam.

Sentimen utama pendorong reli tajam ini dipicu oleh santernya rumor rencana akuisisi sekitar 62,2% saham BYAN yang saat ini berada di bawah kendali keluarga konglomerat Low Tuck Kwong.

Lantas, bagaimana peta pergerakan sahamnya, detail rumor yang beredar, hingga kalkulasi nilai pasarnya? Mari kita bedah analisis lengkapnya.

Rumor Pertemuan di Kaltim dan Potensi Akuisisi Jumbo

Kabar pengambilalihan porsi mayoritas saham BYAN menjadi katalis utama di lantai bursa. Isu ini kian kencang bertiup setelah beredar kabar adanya pertemuan tertutup antara Haji Isam dan Low Tuck Kwong di Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada Sabtu (15/8/2026).

Berdasarkan data resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), struktur kepemilikan pengendali BYAN saat ini mencakup:

  • Low Tuck Kwong: Menguasai sekitar 40,25% saham.

  • Elaine Low (Putri Low Tuck Kwong): Memiliki sekitar 22,00% saham.

Kombinasi kepemilikan ayah dan anak ini mencapai 62,25%, sebuah porsi yang sangat identik dengan besaran saham yang santer disebut-sebut dalam rumor akuisisi. Jika kesepakatan ini terealisasi, transaksi tersebut dipastikan menjadi salah satu aksi korporasi terbesar dalam sejarah industri pertambangan nasional.

Kendati demikian, hingga kini belum ada konfirmasi resmi dari pihak manajemen terkait. Perwakilan dari kelompok usaha Jhonlin Group maupun PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR) belum memberikan tanggapan resmi mengenai kebenaran rumor akuisisi ini.

Baca Juga :  Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: "Kita Merasa Dijajah!"

Saham BYAN Menyentuh ARA: Lanjutan Tren Positif

Merespons rumor tersebut, pergerakan saham BYAN di pasar sekunder langsung melesat tajam. Pada sesi perdagangan Selasa (18/8/2026):

  • Harga Pembukaan: Melambung 7,64% ke posisi Rp15.500 per saham.

  • Intraday High: Meroket hingga 19,97% ke level Rp17.275, sekaligus menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA).

Aksi borong saham BYAN ini sebenarnya melanjutkan tren naik dari pekan sebelumnya. Pada perdagangan Jumat (14/8/2026), saham perusahaan batu bara tersebut juga sudah berhasil mengunci posisi ARA setelah melambung 20% ke level Rp14.400.

‘Haji Isam Effect’: Saham Afiliasi Turut Terangkat

Efek domino dari rumor mega-akuisisi ini tidak berhenti pada saham BYAN semata. Sejumlah saham yang dipersepsikan publik terafiliasi dengan gurita bisnis Jhonlin Group turut menikmati lonjakan harga yang signifikan:

  • PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE): Saham emiten penyedia jasa logistik batu bara ini menguat hingga 20,36% ke level Rp1.655.

  • PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR): Melonjak 21,39% menuju level Rp2.440.

  • PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN): Menyentuh batas ARA setelah melesat 19,93%.

  • PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK): Menguat 4,73% hingga sempat menyentuh Rp320.

  • PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST): Emiten pengelola KFC—di mana sekitar 15% sahamnya dimiliki oleh Liana Saputri (putri Haji Isam)—turut melompat 7,74% dan sempat menyentuh level Rp560 per saham (+17,15%).

Perbandingan Kapitalisasi Pasar: Skala Bisnis yang Sangat Kontras

Jika dihitung secara ekonomis, potensi akuisisi BYAN oleh grup usaha Haji Isam akan menjadi lonjakan skala bisnis yang luar biasa.

Baca Juga :  Malam Hiburan Rakyat Meriahkan HUT Ke-81 RI di Murung Raya

Apabila dibandinkan dari sisi kapitalisasi pasar (market cap):

  • 4 Emiten Afiliasi Haji Isam (PGUN, JARR, PACK, TEBE): Memiliki gabungan market cap sekitar Rp74,29 triliun.

    • PGUN: ~Rp43,89 triliun

    • JARR: ~Rp18,55 triliun

    • PACK: ~Rp10,09 triliun

    • TEBE: ~Rp1,76 triliun

  • PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Memiliki market cap raksasa mencapai kisaran Rp480 triliun.

Total nilai pasar dari empat emiten utama Haji Isam baru setara sekitar 15,5% dari total nilai kapitalisasi pasar BYAN. Perbandingan ini menegaskan bahwa langkah pengambilalihan BYAN akan menjadi milestone ekspansi yang sangat berani dan agresif.

Rekam Jejak Ekspansi Pasar Modal Haji Isam

Sinyal keaktifan Haji Isam dalam bursa saham domestik sebenarnya sudah terlihat dari aksi-aksi korporasi sebelumnya. Pada 13 Mei 2026, ia secara langsung memborong sekitar 6,83 miliar saham PACK pada harga Rp137 per lembar.

Melalui transaksi investasi langsung tersebut, Haji Isam mengamankan sekitar 21,12% hak suara di PACK. Kepemilikan ini menjadi bukti konkret keterlibatannya secara personal dalam dinamika pasar modal tanah air.

Pasar saham saat ini sedang berada dalam fase euforia atas rumor akuisisi BYAN oleh Haji Isam. Meskipun rumor ini berhasil memicu reli ARA pada saham BYAN dan mengerek saham-saham grup Jhonlin, para investor dan pelaku pasar diimbau untuk tetap mencermati keterbukaan informasi resmi yang dirilis oleh manajemen kedua belah pihak di Bursa Efek Indonesia.(Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai
Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027
Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: “Kita Merasa Dijajah!”
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Ajukan Praperadilan: Minta Penetapan Tersangka Gugur dan Barang Disita Dikembalikan
CSIS Catat 1.851 Kasus Kekerasan Kolektif, Aksi Vigilantism di Indonesia Meningkat
Malam Hiburan Rakyat Meriahkan HUT Ke-81 RI di Murung Raya
Tutup Mura Expo 2026, Heriyus Dorong Semangat Inovasi dan Kolaborasi
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:00 WIB

Kemendagri Minta Kepala Daerah Hentikan Rekrut Staf Baru, Skema PPPK Paruh Waktu Berubah 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Ajak Masyarakat Rawat Kedamaian di Bumi Tambun Bungai

Selasa, 18 Agustus 2026 - 19:54 WIB

Nasib Guru PPPK Paruh Waktu Temui Titik Terang, Diangkat Penuh Waktu Secara Bertahap Mulai Tahun 2027

Selasa, 18 Agustus 2026 - 15:11 WIB

Orasi Mencekam Demo Mahasiswa UI di Thamrin: “Kita Merasa Dijajah!”

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:29 WIB

CSIS Catat 1.851 Kasus Kekerasan Kolektif, Aksi Vigilantism di Indonesia Meningkat

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:50 WIB

Malam Hiburan Rakyat Meriahkan HUT Ke-81 RI di Murung Raya

Selasa, 18 Agustus 2026 - 06:44 WIB

Tutup Mura Expo 2026, Heriyus Dorong Semangat Inovasi dan Kolaborasi

Berita Terbaru