Danantara Mulai Benahi Warisan Masalah BUMN, Dari Utang KCIC Hingga PT Pos

- Jurnalis

Minggu, 2 Agustus 2026 - 06:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan lembaganya sedang membereskan berbagai masalah luar biasa besar di perusahaan BUMN. [Antara]

COO Danantara Indonesia Dony Oskaria menyatakan lembaganya sedang membereskan berbagai masalah luar biasa besar di perusahaan BUMN. [Antara]

1TULAH.COM-Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) menegaskan komitmennya untuk menyelesaikan deretan permasalahan keuangan warisan di lingkungan Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Salah satu fokus utama yang kini tengah ditangani adalah jeratan beban utang proyek Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) yang menghimpit kinerja keuangan PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Wijaya Karya (Tbk) / WIKA.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengungkapkan bahwa berbagai persoalan fiskal dan operasional yang dihadapi BUMN saat ini merupakan dampak dari kebijakan maupun proyek masa lalu sebelum Danantara dibentuk.

“Kami yang sekarang ini sebenarnya sedang menyelesaikan problem-problem yang ada. Problem-problem ini kan sudah ada sebelumnya dengan dimensi yang luar biasa besarnya. Tentu energinya terbatas, satu per satu harus dibereskan,” ujar Dony di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Warisan Masalah Berdimensi Besar di Tubuh BUMN

Penataan BUMN tidak hanya terbatas pada sektor transportasi dan konstruksi. Dony membeberkan bahwa skala permasalahan yang ditinggalkan di berbagai perusahaan pelat merah sangat masif, sehingga penanganannya memerlukan strategi penyehatan bertahap dengan memperhitungkan sumber daya dan waktu.

Baca Juga :  Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Beberapa poin penting terkait fokus penyehatan BUMN oleh Danantara meliputi:

  • Beban Proyek Kereta Cepat (KCIC): Tekanan likuiditas dan liabilitas yang berdampak langsung pada portofolio keuangan PT KAI dan PT WIKA.

  • Restrukturisasi BUMN Konstruksi & Properti: Penanganan kendala keuangan pada anak usaha BUMN seperti Adhi Commuter Properti.

  • Transformasi Layanan Logistik: Pembenahan model bisnis dan beban operasional di PT Pos Indonesia.

Dampak Beban KCIC terhadap Kinerja KAI dan WIKA

Proyek Kereta Cepat Whoosh memberikan dampak signifikan pada laporan keuangan entitas konsorsium lokal. Tekanan dari beban bunga dan kewajiban pembayaran utang membuat kinerja keuangan perusahaan pelat merah terperosok.

Sebagai gambaran, laba bersih PT KAI (Persero) tercatat mengalami penurunan drastis hingga 73,9% pada Semester I-2026, menjadi Rp305,3 miliar. Penurunan signifikan ini tak lepas dari beban keuangan serta penyusutan nilai yang dialokasikan untuk menutupi porsi pendanaan proyek KCIC.

Baca Juga :  Trump Melarang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih, Ancam Sasar Media Lain!

Di sisi lain, kontraktor BUMN seperti PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA) juga mengalami tekanan likuiditas berkepanjangan akibat keterlibatan porsi ekuitas dan kewajiban konstruksi pada proyek infrastruktur berskala megaproyek tersebut.

Solusi Bertahap dan Penyehatan Berkelanjutan

Pemerintah menegaskan tidak akan membiarkan kondisi keuangan BUMN memburuk berlarut-larut. Danantara disiapkan sebagai instrumen pengelola investasi strategis untuk mengurai simpul utang dan menata ulang struktur kapitalisasi BUMN agar kembali sehat (proper).

“Ini menjadi beban buat mereka, tapi kan pada akhirnya harus kita selesaikan, enggak mungkin kita diamkan. Jadi saya hanya berupaya menyelesaikan satu per satu. Bagaimana kemudian ini semuanya menjadi proper dan benar,” pungkas Dony.

Langkah penyehatan ini diharapkan mampu memulihkan kapasitas finansial KAI dan WIKA, sekaligus memastikan keberlanjutan operasional infrastruktur strategis nasional tanpa mengorbankan stabilitas BUMN pengelolanya. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam
Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks
Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera
DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis
Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN
KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid
Ramai Wacana Label Non-Halal pada Kemasan Rokok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 17:48 WIB

Koalisi Masyarakat Sipil Kecam Rencana Pembentukan Batalyon Baru TNI untuk Jaga Kekayaan Alam

Minggu, 20 September 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Motif Pria Tendang Wanita di Mal Senayan City, Isu Copet Dipastikan Hoaks

Minggu, 20 September 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

Minggu, 20 September 2026 - 05:25 WIB

DPRD Kalteng Dorong Percepatan SPPG 3T demi Pemerataan Program Makan Bergizi Gratis

Sabtu, 19 September 2026 - 20:57 WIB

KPK Ungkap 8 Titik Rawan Korupsi di Sektor Pertanahan ATR/BPN

Sabtu, 19 September 2026 - 20:54 WIB

KPK Respons Pernyataan Mahfud MD Terkait Nusron Wahid

Sabtu, 19 September 2026 - 16:00 WIB

Ramai Wacana Label Non-Halal pada Kemasan Rokok, Bagaimana Hukumnya dalam Islam?

Sabtu, 19 September 2026 - 13:27 WIB

Prabowo Ancam Cabut Izin 95 Perusahaan Diduga Dalang Karhutla: Saya Tidak Ragu-Ragu!

Berita Terbaru