Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 05:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi harga cabai melonjak. [ANTARA]

Ilustrasi harga cabai melonjak. [ANTARA]

1TULAH.COM-Harga komoditas cabai di sejumlah pasar tradisional terus merangkak naik. Kenaikan ini dipicu oleh terbatasnya pasokan dari tingkat petani akibat cuaca kemarau berkepanjangan serta adanya masa transisi tanaman.

Rendahnya produksi cabai di sentra-sentra pertanian membuat pasokan ke pasar belum dapat kembali ke kondisi normal.

Efek Kemarau Panjang dan Transisi Tanaman

Teguh Suprapto, petani pegiat Asosiasi Champion Cabai Indonesia (ACCI) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, menjelaskan bahwa wilayahnya saat ini berada dalam periode pergantian musim tanam.

“Petani cabai di Banjarnegara sekarang memasuki masa transisi, dari tanaman yang sudah habis panen menuju tanaman yang menghadapi panen lagi. Tanaman yang baru ditanam belum banyak yang menghasilkan,” ungkap Teguh.

Selain faktor transisi tanaman, faktor cuaca ekstrem berupa kemarau panjang memicu krisis air di berbagai daerah sentra. Tanaman cabai mengalami penurunan produktivitas, bahkan tak sedikit yang rusak dan mengering lebih cepat.

Baca Juga :  Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Penjelasan senada disampaikan oleh Kepala Dinas Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah Kabupaten Banyumas, Gatot Eko Purwadi. Menurutnya, pergerakan harga cabai erat kaitannya dengan regenerasi tanaman yang tengah dilakukan petani.

“Petani sedang regenerasi tanaman. Yang lama menghabiskan sisa tanam, kemudian yang baru ini masih menunggu panen,” terang Gatot.

Rincian Kenaikan Harga Cabai di Tingkat Petani dan Pasar

Dampak dari berkurangnya pasokan membuat harga cabai mengalami penyesuaian signifikan, baik di tingkat produsen maupun konsumen.

1. Harga di Tingkat Petani

  • Cabai Rawit Merah: Kisaran Rp55.000 per kg

  • Cabai Merah Keriting: Kisaran Rp42.000 per kg

  • Cabai Rawit Hijau: Kisaran Rp32.000 per kg

2. Harga di Tingkat Konsumen (Studi Kasus Pasar Manis Purwokerto)

  • Cabai Merah Besar: Naik ke Rp60.000 per kg dari sebelumnya Rp55.000 per kg.

  • Cabai Rawit Merah: Mencapai Rp75.000 per kg, melonjak dari harga Rp72.500 per kg dalam dua pekan terakhir.

  • Cabai Merah Keriting: Naik menjadi Rp60.000 per kg dari harga Rp55.000 per kg sejak pertengahan September.

  • Cabai Rawit Hijau: Menyentuh angka Rp65.000 per kg, menguat dari posisi awal September yang berada di kisaran Rp55.000 per kg.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Gelar Paripurna Reses: Soroti Aspirasi Dapil dan Penanganan Karhutla Gambut

Proyeksi Pemulihan Pasokan

Pihak produsen memprediksi bahwa lonjakan harga ini berpotensi mereda seiring berjalannya masa panen tanaman baru. Teguh Suprapto memperkirakan pasokan cabai dari wilayah Banjarnegara dan sekitarnya akan mulai membaik secara bertahap pada bulan Oktober hingga November.

Meskipun demikian, untuk wilayah Banjarnegara bagian atas, waktu pemetikannya cenderung lebih lambat.

“Umur panennya di sini memang lebih lambat. Mungkin akhir Oktober mulai panen, kemudian Oktober-November akan semakin banyak,” pungkas Teguh.

Seiring dimulainya panen raya di berbagai daerah sentra pada kurun waktu tersebut, pasokan cabai diharapkan kembali stabil sehingga harga di pasaran dapat kembali terjangkau bagi masyarakat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah
Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini
Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 17:52 WIB

Hadir Langsung di Sidang Roy Suryo, Jokowi Buka Suara Soal Foto Berkumis & Kacamata di Ijazah

Kamis, 5 November 2026 - 13:33 WIB

Bunda PAUD Barsel Hj. Permana Sari Tekankan Pentingnya Fondasi Emas Anak di Usia Dini

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Berita Terbaru