Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

- Jurnalis

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penertiban bendera Bulan Bintang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, berujung bentrokan dan penembakan. [istimewa]

Penertiban bendera Bulan Bintang dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, berujung bentrokan dan penembakan. [istimewa]

1TULAH.COM-Peristiwa memprihatinkan mewarnai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh. Upaya penertiban pengibaran Bendera Bulan Bintang oleh aparat keamanan berujung bentrokan fisik hingga terjadi penembakan pada Rabu (4/11/2026).

Insiden tersebut mengakibatkan 14 warga sipil menjadi korban, dengan rincian satu orang meninggal dunia dan 13 lainnya mengalami luka-luka. Selain korban dari pihak warga, enam personel TNI juga dilaporkan menderita luka-luka dan telah mendapatkan perawatan medis.

Kronologi dan Mediasi yang Buntu

Sebelum tindakan penertiban dilakukan, aparat gabungan dari TNI dan Polri mengeklaim telah berupaya melakukan langkah persuasif. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen Donny Pramono menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta panitia penyelenggara perayaan untuk tidak mengibarkan Bendera Bulan Bintang.

Namun, proses komunikasi dan mediasi yang berjalan tidak membuahkan kesepakatan. Panitia acara dilaporkan tetap bersikeras untuk mempertahankan pengibaran bendera tersebut di lokasi peringatan Maulid Nabi.

Situasi di lapangan mulai memanas saat personel dari Kodim 0102/Pidie bersama unsur terkait turun langsung melakukan penertiban. Menurut pihak aparat, tindakan penertiban mendapat perlawanan dari massa yang melempari petugas menggunakan batu dan kayu. Beberapa orang di antaranya juga terlihat membawa senjata tajam.

Baca Juga :  Viral Wartawan Wanita Dihalau Polisi di Bundaran HI, Polda Metro Akui Petugas Kurang Paham

Eskalasi Penanganan Huru-Hara

Merespons penolakan massa yang kian memuncak, aparat keamanan awal mulanya berupaya membubarkan kerumunan menggunakan perlengkapan standar pengendalian huru-hara. Kendati demikian, tekanan massa dinilai kian membahayakan keselamatan personel penertiban.

“Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara. Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet,” ungkap Brigjen Donny Pramono dalam keterangan resminya, Kamis (5/11/2026).

Setelah situasi mereda dan massa membubarkan diri, personel TNI berhasil menurunkan Bendera Bulan Bintang dari lokasi acara.

Identitas Korban dan Kondisi Terkini

Korban meninggal dunia dalam insiden ini teridentifikasi bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah almarhum telah dimakamkan oleh pihak keluarga pada Kamis dini hari sekitar pukul 01.00 WIB di pemakaman umum desa setempat.

Baca Juga :  Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Pihak TNI AD secara resmi menyampaikan rasa belasungkawa yang mendalam atas jatuhnya korban jiwa dalam peristiwa tragis tersebut. Berdasarkan pemantauan hingga Kamis pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari dilaporkan telah berangsur aman dan kembali kondusif.

KontraS Aceh Desak Investigasi Independen

Reaksi keras muncul dari organisasi hak asasi manusia atas jatuhnya korban sipil. Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh mendesak agar segera dibentuk tim investigasi independen untuk mengusut tuntas peristiwa penembakan ini.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, meminta Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Polri, serta lembaga berwenang lainnya turun tangan mengungkap secara transparan kronologi kejadian, motif utama, hingga pihak-pihak yang harus bertanggung jawab atas timbulnya korban jiwa dan luka.

KontraS menegaskan bahwa dinamika terkait pengibaran Bendera Bulan Bintang di Aceh seharus diselesaikan melalui ruang dialog politik dan mekanisme hukum yang berlaku, bukan melalui pendekatan keamanan represif yang berisiko memicu kekerasan terhadap masyarakat sipil. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM
Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda
Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur
Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo
SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga
Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan
Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo
Bantah Intervensi Kasus Narkoba Anggota DPRD Jatim, Gerindra Ungkap Dugaan Oknum Polisi Minta Rp50 Juta
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 08:49 WIB

Bawa Dokumen Asli ke Persidangan, Jokowi Siap Beberkan Riwayat Pendidikannya di UGM

Kamis, 5 November 2026 - 08:41 WIB

Peringatan Maulid di Pidie Berakhir Tragis: 1 Meninggal dan Belasan Terluka Usai Penertiban Bendera

Rabu, 4 November 2026 - 16:55 WIB

Kunjungan Kerja ke Kalsel, DPRD Kalteng Perkuat Fungsi Legislasi dan Pembentukan Perda

Rabu, 4 November 2026 - 16:49 WIB

Helikopter Mi-17V5 TNI AD Jatuh Saat Misi Water Bombing Karhutla di Seruyan, 1 Prajurit Gugur

Rabu, 4 November 2026 - 12:42 WIB

Sejarah Kelam Penyadapan Presiden: Jejak Spionase Politik dari Megawati Hingga Prabowo

Rabu, 4 November 2026 - 08:26 WIB

SP4N-LAPOR! Barsel 2026: Komitmen Pemkab Tingkatkan Transparansi dan Aduan Warga

Rabu, 4 November 2026 - 06:27 WIB

Dukung Bareskrim Tahan 3 Jenderal, DPR Desak Pembongkaran Aktor Lain Kasus Penyadapan

Rabu, 4 November 2026 - 06:19 WIB

Pengamanan Ibu Kota Diperketat: 20 Ribu Personel TNI AL Siaga di Tengah Skandal Penyadapan Presiden Prabowo

Berita Terbaru