Pemprov Kalteng Perkuat Operasi Pasar untuk Kendalikan Kenaikan Harga Beras

- Jurnalis

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam rapat tersebut, Yuas memaparkan kondisi inflasi dan ketersediaan stok beras di Kalimantan Tengah yang mencapai sekitar 12.212 ton. Selasa (3/11/26).

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah. Dalam rapat tersebut, Yuas memaparkan kondisi inflasi dan ketersediaan stok beras di Kalimantan Tengah yang mencapai sekitar 12.212 ton. Selasa (3/11/26).

1TULAH.COM, PALANGKA RAYA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah, terutama dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan beras. Hal tersebut disampaikan Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan, Yuas Elko, saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa (3 November 2026).

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Sekretaris Jenderal Kementerian Dalam Negeri, Tomsi Tohir. Dalam arahannya, Tomsi meminta pemerintah daerah meningkatkan koordinasi dengan Perum Bulog untuk mengintensifkan pelaksanaan operasi pasar sebagai langkah menekan kenaikan harga beras yang secara tahunan telah mencapai lebih dari 17 persen.

“Jika dibandingkan secara tahunan, kenaikannya sudah lebih dari 17 persen. Dengan Harga Acuan Penjualan (HAP) sebesar Rp14.500, kenaikannya mencapai sekitar Rp2.000. Pemerintah daerah bersama Bulog perlu mengintensifkan operasi pasar,” tegas Tomsi.

Ia menegaskan bahwa pengendalian harga beras membutuhkan sinergi seluruh pihak. Menurutnya, kenaikan harga beras, meskipun dalam jumlah kecil, tetap berpengaruh terhadap inflasi karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan pokok yang dikonsumsi oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Diharapkan sinergi seluruh pihak terus terjaga dan harga beras dapat diturunkan. Kenaikan harga beras, meskipun sedikit, tetap memberikan andil terhadap inflasi karena beras dikonsumsi oleh seluruh masyarakat,” tandasnya.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Dalam kesempatan tersebut, Yuas Elko memaparkan perkembangan inflasi di Kalimantan Tengah dengan lima komoditas yang menjadi perhatian, yakni beras, emas perhiasan, bensin, daging ayam, dan ikan nila.

Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga beras di Kalimantan Tengah terutama terjadi pada beras lokal, seperti jenis Mayang dan Banjar. Sementara itu, harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) serta beras bantuan pangan dari pemerintah pusat relatif stabil. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat musim kemarau sebelumnya.

“Kenaikan harga beras di Kalimantan Tengah terutama terjadi pada beras lokal, seperti Mayang dan Banjar. Sementara itu, harga beras SPHP dan bantuan pangan dari pemerintah pusat relatif stabil. Kondisi ini dipengaruhi oleh penurunan produksi akibat kemarau sebelumnya,” jelas Yuas.

Meski demikian, Yuas menyampaikan bahwa ketersediaan stok beras di Kalimantan Tengah masih dalam kondisi relatif aman, dengan jumlah sekitar 12.212 ton. Namun, perkembangan harga tetap perlu mendapat perhatian agar tidak semakin membebani masyarakat dan memengaruhi inflasi daerah.

“Stok beras di Kalimantan Tengah relatif aman, yakni sekitar 12.212 ton. Namun, kenaikan harga beras perlu dikendalikan karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat dan memiliki andil terhadap inflasi,” ungkapnya.

Sebagai langkah pengendalian, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan berbagai intervensi pasar serta memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog. Upaya tersebut dilaksanakan melalui pasar murah, Gerakan Pangan Murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar untuk menjaga keterjangkauan harga bahan pangan.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

“Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah melaksanakan pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar. Koordinasi dengan Bank Indonesia dan Bulog juga diperkuat untuk memperlancar distribusi beras ke seluruh kabupaten,” imbuh Yuas.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kondisi geografis Kalimantan Tengah menjadi salah satu tantangan dalam pendistribusian bahan pangan, khususnya menuju wilayah pedalaman. Jarak antardaerah dan keterbatasan akses transportasi membutuhkan perencanaan distribusi yang lebih optimal.

“Perjalanan antarkabupaten dapat memakan waktu hingga delapan jam, sedangkan pengiriman ke daerah pedalaman tertentu bahkan mencapai dua hari menggunakan kapal atau klotok. Karena itu, diperlukan sinergi pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat,” pungkasnya.

Melalui rapat koordinasi tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah berkomitmen untuk terus meningkatkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor dalam mengendalikan inflasi daerah. Langkah ini dilakukan melalui penguatan stabilitas harga, pemenuhan ketersediaan pasokan, serta kelancaran distribusi bahan pangan guna menjaga daya beli dan kesejahteraan masyarakat di Bumi Tambun Bungai.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Hanif Faisol Kerahkan 175 Regu Pemadam, Penanganan Karhutla Palangka Raya Ditargetkan Tuntas Dua Pekan
Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Evaluasi Karhutla Kalteng, Penanganan dan Perlindungan Warga Diperkuat
Pemprov Kalteng Perkuat Transformasi Digital melalui Pelatihan Platform Layanan Terintegrasi
Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan
Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Sarpras Karhutla untuk 16 Kelurahan di Palangka Raya
Pemprov Kalteng Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan
Pemprov Kalteng Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM
Pemprov Kalteng Perkuat Pengendalian Inflasi, Pantau Harga Pangan dan Distribusi LPG

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:27 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Operasi Pasar untuk Kendalikan Kenaikan Harga Beras

Jumat, 30 Oktober 2026 - 16:23 WIB

Hanif Faisol Kerahkan 175 Regu Pemadam, Penanganan Karhutla Palangka Raya Ditargetkan Tuntas Dua Pekan

Jumat, 30 Oktober 2026 - 09:11 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Pimpin Evaluasi Karhutla Kalteng, Penanganan dan Perlindungan Warga Diperkuat

Jumat, 30 Oktober 2026 - 08:55 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Transformasi Digital melalui Pelatihan Platform Layanan Terintegrasi

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:46 WIB

Pemprov Kalteng Matangkan Ranperda RPPLH untuk Perkuat Perlindungan Lingkungan Berkelanjutan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:19 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Bantuan Sarpras Karhutla untuk 16 Kelurahan di Palangka Raya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 17:50 WIB

Pemprov Kalteng Peringati Hari Sumpah Pemuda ke-98, Ajak Generasi Muda Perkuat Persatuan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 15:04 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pelindungan Kekayaan Intelektual untuk Tingkatkan Daya Saing UMKM

Berita Terbaru