1TULAH.COM, SERUYAN – Kecamatan Suling Tambun tercatat sebagai wilayah dengan tingkat kerawanan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terendah di Kabupaten Seruyan. Berdasarkan data pemetaan, kecamatan tersebut sama sekali tidak mengalami kejadian karhutla atau tercatat nol kasus.
Menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Seruyan, Agus Supriadi, S.Pi., M.M., dari total 10 kecamatan di Kabupaten Seruyan, wilayah selatan menjadi episentrum dampak karhutla paling parah. Kecamatan Seruyan Hilir Timur menempati posisi teratas dengan luas lahan terbakar mencapai 381,84 hektare (ha) dari total 205 kejadian.
“Sementara itu, Kecamatan Seruyan Hilir berada di posisi kedua dengan luas lahan terbakar 234,65 ha dari 113 kejadian. Adapun Kecamatan Danau Sembuluh mengalami kebakaran seluas 172 ha dengan total 46 kejadian,” jelas Agus, Minggu (1/11) malam.
Selain Suling Tambun, katanya, Kecamatan Hanau juga mencatat dampak yang relatif lebih rendah dibandingkan wilayah terdampak terparah, dengan 10 kejadian dan luas lahan terbakar mencapai 47 ha.
“Pemerintah Kabupaten Seruyan melalui BPBD secara resmi memutuskan untuk memperpanjang status tanggap darurat bencana karhutla serta kekeringan tahun 2026. Keputusan ini ditetapkan menyusul rapat evaluasi dan usulan komprehensif yang digelar oleh Satgas Penanganan Karhutla Kabupaten Seruyan pada Kamis, 29 Oktober 2026,” terang Agus.
Perpanjangan status tanggap darurat ini, katanya, akan berlaku efektif selama 30 hari, terhitung mulai 1 November hingga 30 November 2026. Penetapan ini diambil berdasarkan penilaian kondisi faktual di lapangan serta kapasitas penanganan daerah yang masih membutuhkan penanganan intensif berskala darurat.
“Berdasarkan data harian yang dihimpun hingga 28 Oktober 2026, akumulasi kejadian kebakaran hutan dan lahan di Kabupaten Seruyan sepanjang tahun 2026 telah mencapai 568 kejadian dengan total luas lahan yang hangus terbakar mencapai 1.342,24 ha,” urainya.
Data
statistik pergerakan bulanan menunjukkan bahwa lonjakan karhutla didominasi pada periode musim kemarau ekstrem sejak Juli hingga Oktober 2026, yang menyumbang sekitar 562 kejadian atau setara dengan 98,9% dari total kasus tahunan. Puncak kegawatan bencana terjadi pada September dengan 196 kejadian kebakaran dan akumulasi luas lahan terbakar sebesar 568,44 ha. “Meskipun memasuki Oktober, intensitas sedikit menurun menjadi 134 kejadian dengan luas lahan terbakar 312,8 ha, tingkat ancaman di lapangan kami nilai masih sangat tinggi,” imbuhnya.
Sejalan dengan data kejadian tersebut, Sipongi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mencatat lonjakan jumlah titik panas (hotspot) di wilayah Kabupaten Seruyan. Sepanjang tahun 2026, total hotspot yang terdeteksi mencapai 21.846 titik, dengan Oktober mencatat angka tertinggi sementara, yakni 12.084 titik panas.
Penulis : nordin
Editor : Dadang

![Curahan hati Aisyah Thisia Agustiar, istri Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), menjadi sorotan setelah videonya saat mengikuti forum pengajian Menata Hati beredar di media sosial. [Instagram Aisyah Thisia Agustiar]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/thisiah-agustiar-360x200.jpg)
![Shandy Aulia [Instagram/shandyaulia]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/10/sandy-aulia-360x200.jpg)







![Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/11/kapolres-kapuas-225x129.jpg)





![Tampang AKBP Wisnu Perdana Putra Kapolres Kapuas Hulu yang Ngaku Khilaf Tampar Warga [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/11/kapolres-kapuas-360x200.jpg)







![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)

