PM Malaysia Anwar Ibrahim Tegaskan Kekuatan dan Persatuan ASEAN di Tengah Gejolak Global

- Jurnalis

Rabu, 9 April 2025 - 02:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim

Presiden Prabowo Subianto berjabat tangan dengan Raja Malaysia Yang di-Pertuan Agong XVII Sultan Ibrahim

1TULAH.COM-Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, memberikan penegasan kuat mengenai posisi dan soliditas Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) dalam menghadapi dinamika global yang penuh tantangan. Melalui unggahan di media sosial pada Selasa (melansir ANTARA), Anwar menyatakan bahwa ASEAN adalah kawasan yang tangguh dan bersatu, berdiri di atas fondasi kerja sama yang kokoh dan tidak mudah goyah oleh tekanan eksternal.

Anwar Ibrahim menekankan bahwa semangat kolektif antarnegara anggota merupakan sumber utama kekuatan ASEAN. Semangat inilah yang selama ini menjaga stabilitas regional, mencakup aspek politik, sosial, dan ekonomi.

Ia mendorong agar kekuatan persatuan ini tidak hanya dipertahankan, tetapi juga dimanfaatkan secara proaktif dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Tantangan tersebut termasuk ancaman perang dagang dan tekanan geopolitik global yang diperparah oleh kebijakan proteksionis Amerika Serikat.

Lebih lanjut, Anwar menyoroti ketahanan ekonomi ASEAN yang terbukti mampu bertahan stabil di tengah ketidakpastian ekonomi global. Ketidakpastian ini ditandai dengan fluktuasi pasar yang ekstrem, kenaikan tarif impor, dan gangguan rantai pasok internasional yang melanda dunia.

ASEAN: Jangkar Stabilitas dan Magnet Investasi di Asia

Anwar Ibrahim dengan tegas menyatakan bahwa ASEAN telah bertransformasi menjadi jangkar stabilitas di kawasan Asia, memainkan peran krusial sebagai penyeimbang dalam lanskap geopolitik global yang semakin kompleks.

Menurutnya, kekompakan dan kohesi politik antarnegara anggota menjadi faktor kunci yang membuat kawasan ini tetap kuat dalam menghadapi berbagai tekanan dari luar. Tekanan ini termasuk dampak dari konflik dagang global dan ketegangan geopolitik antar kekuatan besar dunia.

Baca Juga :  Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Tidak hanya stabil, ASEAN juga terus menunjukkan daya tariknya sebagai kawasan yang sangat menarik bagi para investor global. Potensi pasar yang besar, kekayaan sumber daya alam, serta pertumbuhan ekonomi yang relatif konsisten menjadi daya pikat utama bagi investasi asing.

Melihat peran strategis ASEAN, Anwar Ibrahim menyerukan pentingnya memperkuat kolaborasi dan solidaritas antarnegara anggota, terutama dalam bidang ekonomi, perdagangan, dan ketahanan regional.

Ia juga mendorong langkah-langkah integrasi ekonomi yang lebih mendalam, baik melalui harmonisasi regulasi maupun pembentukan rantai nilai regional yang lebih kuat dan inklusif.

Jaga Netralitas dan Jadi Mitra Strategis Terpercaya

Anwar Ibrahim juga menekankan bahwa ASEAN harus tetap teguh memegang prinsip netralitas dalam politik luar negeri. Hal ini penting agar ASEAN dapat terus berperan sebagai kekuatan penengah dan menjadi mitra strategis yang dapat dipercaya oleh berbagai pihak di panggung global.

Dalam pandangannya, menjaga keseimbangan ini adalah kunci utama untuk memastikan ASEAN tetap relevan dan berpengaruh dalam dinamika global di dekade-dekade mendatang.

Sikap Tegas ASEAN Terhadap Proteksionisme AS

Secara khusus menanggapi kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat, Anwar Ibrahim menyatakan dengan tegas, “Kebijakan proteksionisme perdagangan Amerika Serikat baru-baru ini merupakan tantangan yang ditujukan kepada kita. Namun, ASEAN tidak takut dan tidak akan terpecah.”

Ia menegaskan bahwa ASEAN memilih jalur negosiasi yang adil, damai, dan setara, bukan konfrontasi. Malaysia, sebagai bagian dari ASEAN, tidak akan terburu-buru mengambil tindakan balasan yang berpotensi merugikan semua pihak dan memperburuk situasi.

Baca Juga :  Polri Usut Dugaan Penyimpangan Data Siswa Sekolah Rakyat, Banyak Anak Orang Mampu Masuk Kuota

Sikap ASEAN jelas, yaitu berpegang teguh pada prinsip-prinsip perdagangan bebas yang adil dan mengutamakan dialog dalam menyelesaikan setiap perselisihan.

“Sebagai Ketua ASEAN, saya telah berkonsultasi dengan para pemimpin lain di kawasan untuk memastikan bahwa respons kita terhadap tantangan ini tetap koheren dan terkoordinasi,” ungkap Anwar.

Belajar dari Krisis 1997-1998: ASEAN Lebih Kuat dan Siap

Anwar Ibrahim juga membandingkan situasi saat ini dengan krisis ekonomi yang melanda Asia pada tahun 1997-1998. Ia menjelaskan bahwa saat itu, ekonomi regional masih rapuh dan rentan. Namun, fondasi ekonomi ASEAN saat ini jauh lebih kuat berkat kerja sama regional yang erat.

“Pengalaman pahit itu telah mengajarkan kita untuk lebih siap dan berhati-hati,” kata Anwar.

Ia menambahkan bahwa ASEAN telah membangun ketahanan ekonomi yang tinggi melalui kebijakan fiskal dan moneter yang bijaksana. Dengan demikian, ASEAN dinilai lebih siap menghadapi tantangan global di masa depan.

Jaminan bagi Investor Global: ASEAN Tetap Terbuka dan Ramah

Di akhir pernyataannya, Anwar Ibrahim memberikan jaminan kepada para investor di seluruh dunia bahwa ASEAN akan tetap terbuka dan ramah terhadap investasi. Pesan ini bertujuan untuk memperkuat kepercayaan investor terhadap potensi dan stabilitas kawasan ASEAN di tengah gejolak ekonomi global. (Sumber:Suara.com)

 

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru