Pastikan Stok Aman, Wamen BUMN Kunjungi Pangkalan LPG di Bandung

- Jurnalis

Kamis, 27 Maret 2025 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf mengunjungi Pangkalan LPG 3 Kg Kartika. (sumber: suara.com)

Wakil Menteri BUMN Aminuddin Ma'ruf mengunjungi Pangkalan LPG 3 Kg Kartika. (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Dalam upaya memastikan ketersediaan stok LPG 3 Kg di Kota Bandung, VP Retail Business Support PT Pertamina Patra Niaga, Didit Rizal Effendy, bersama Manager Corporate Communication, Dian Hapsari Firasati, dan Sales Area Manager Retail Bandung Regional Jawa Bagian Barat (JBB), Sindhu Priyo Windoko, mendampingi Wakil Menteri BUMN, Aminuddin Ma’ruf, dalam kunjungannya ke Pangkalan LPG 3 Kg Kartika yang terletak di Jl. Emong No. 42 RT/RW 02/02, Kelurahan Burangrang, Kecamatan Lengkong, Bandung.

Kunjungan ke Pangkalan LPG 3 Kg Kartika ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan kerja Wakil Menteri BUMN di Bandung, yang juga mencakup kunjungan ke beberapa kantor BUMN. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pelayanan kepada masyarakat, terutama menjelang Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri tahun 2025, dapat berjalan dengan baik.

Aminuddin Ma’ruf menyampaikan setelah melakukan pemantauan langsung di Pangkalan LPG Kartika, bahwa stok LPG 3 Kg terjamin aman dan harganya sesuai dengan yang telah ditetapkan.

Harga Eceran Tertinggi (HET) untuk wilayah Bandung dan Priangan Timur ditetapkan sebesar Rp. 16. 000,- (enam belas ribu rupiah), dan terdapat sekitar sepuluh ribu pangkalan LPG yang siap memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur lebaran.

“Bila ada pangkalan yang menjual LPG 3 Kg di atas Harga Eceran Tertinggi akan dikenakan sanksi, izinnya akan dicabut dan ada pengawasan dari Pertamina, serta masyarakat juga dapat menyampaikan ke Pertamina apabila menemukan pangkalan yang menjual LPG 3 Kg di atas HET,” ucap Aminuddin Ma’ruf ditulis Kamis (27/3/2025).

Baca Juga :  Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

“Tapi perlu diingat bahwa Harga Eceran Tertinggi di tiap wilayah berbeda-beda, hari ini berada di Kota Bandung dengan HET sebesar Rp.16.000,- (enam belas ribu rupiah),” ucapnya lagi

Dalam kesempatan yang terpisah, Eko Kristiawan, selaku Area Manager Communication, Relation, dan CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat, menyampaikan bahwa untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, terdapat 1. 875 Agen LPG, 50. 270 Pangkalan LPG yang mendapat subsidi, serta 11. 492 Pangkalan LPG non-subsidi. Semua fasilitas ini tersebar di seluruh wilayah Regional JBB, yang mencakup Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

“Selama periode Ramadan dan Idul Fitri tahun 2025, proyeksi penyaluran LPG untuk rumah tangga diprediksikan mengalami kenaikan sekitar 0,9% dari rerata normal Januari – Februari 2025,” ujar Eko.

“Selain itu, selama masa Ramadan dan Idul Fitri tahun 2025, Pertamina Patra Niaga Regional JBB juga menyediakan Agen LPG Siaga yaitu Agen LPG yang disiagakan 24 jam, khusus wilayah dengan permintaan tinggi, yang terdiri dari 1.669 Agen LPG PSO dan 206 Agen LPG NPSO,” tutup Eko.\

LPG 3 Kg, yang lebih akrab dikenal sebagai gas melon, telah menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia, terutama bagi kalangan menengah ke bawah. Dengan harga yang disubsidi oleh pemerintah, gas ini menjadi pilihan utama untuk kebutuhan memasak sehari-hari. Namun, di balik manfaatnya, terdapat berbagai tantangan terkait distribusi dan penyalurannya.

Baca Juga :  Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Salah satu isu utama adalah ketidaktepatan sasaran subsidi. Seringkali, LPG 3 Kg justru dinikmati oleh pihak-pihak yang tidak seharusnya, seperti restoran mewah atau industri besar. Akibatnya, hal ini menyebabkan kelangkaan di lingkungan masyarakat yang benar-benar membutuhkan, serta memicu praktik penimbunan dan penjualan dengan harga yang jauh dari wajar.

Pemerintah terus berupaya meningkatkan sistem distribusi, termasuk melakukan pendataan penerima subsidi yang lebih akurat dan memperketat pengawasan di tingkat agen dan pengecer. Dalam upaya ini, digitalisasi melalui aplikasi atau kartu kendali juga mulai diujicobakan untuk memastikan subsidi tepat sasaran.

Selain itu, edukasi kepada masyarakat mengenai penggunaan LPG yang aman dan efisien menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko kecelakaan akibat kebocoran atau kesalahan pemakaian. Masyarakat juga diharapkan dapat berperan aktif dengan melaporkan praktik penyelewengan atau harga yang tidak sesuai ketentuan.

Ke depan, sinergi yang baik antara pemerintah, agen, pengecer, dan masyarakat sangat diperlukan agar LPG 3 Kg dapat dinikmati oleh mereka yang benar-benar berhak, serta menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya
Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu
Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini
Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Tag :

Berita Terkait

Senin, 14 September 2026 - 19:38 WIB

Rekam Jejak Teknokratis Suahasil Nazara, Sosok Pilihan Prabowo untuk Nahkodai Kemenkeu Gantikan Purbaya

Senin, 14 September 2026 - 19:29 WIB

Purbaya Yudhi Sadewa Dicopot Usai Soroti Anggaran Rp11 T dan Perombakan Massal Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 - 12:32 WIB

Pimpin Rakor Karhutla, Bupati Bartim Minta Seluruh Unsur Perkuat Respon Cepat dan Deteksi Dini

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Berita Terbaru