Novel Bumi Manusia Karya Pramoedya Ananta Toer, Dikenal Dunia Hingga Dijadikan Film

- Jurnalis

Kamis, 1 Februari 2024 - 09:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Novel Bumi Manusia (sumber: suara.com)

Novel Bumi Manusia (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Buku ini merupakan novel pertama dari seri Tetralogi “Buru”. Novel lawas ini pertama kali terbit pada tahun 1980 dan di tahun 1981, buku ini sempat dilarang beredar oleh Jaksa Agung Indonesia.

Mengusung genre romansa, “Bumi Manusia” mengambil latar waktu sekitar tahun 1899. Novel ini menceritakan tentang Minke, seorang siswa HBS, sekolah yang sebagian besar siswanya merupakan orang-orang Belanda. Sampai suatu ketika, Minke yang merupakan anak pribumi asli bertemu dengan seorang Annalies di rumah Nyai Ontosoroh.

Nyai Ontosoroh digambarkan sebagai sosok yang memiliki kepribadian tak tertebak. Karakter yang kuat dan unik dari masing-masing tokohnya ini mampu menggerakkan jalan cerita.

Buku ini bukanlah novel romansa biasa sebab di dalamnya juga menceritakan sejarah Hindia Belanda. Membaca buku ini membuat kita dapat mengetahui tentang kehidupan orang Eropa dan pribumi di masa tersebut. Semuanya terasa sangat menyenangkan karena dikemas dalam bentuk fiksi.

Selain itu, novel ini juga menceritakan ketidakadilan yang dialami para masyarakat pribumi yang pada saat itu belum merdeka. Kemudian, pengadilan kulit putih yang mengaduk emosi dan perasaan.

Walaupun mempunyai alur yang unik, namun bukan berarti buku ini tidak mempunyai kekurangan. Terdapat kata yang menggunakan ejaan lama dan mungkin berbeda dengan kata yang ada di KBBI. Kemudian juga ada beberapa kata dalam Bahasa Belanda. Sehingga akan sedikit kesusahan dalam memahami. Selain itu, bacaan ini juga terasa berat dan ada adegan yang sedikit mengganggu kenyamanan.

Contoh gaya bahasa yang digunakan dalam novel ini sebagai berikut:

“Siapa yang menjadikan aku gundik? Siapa yang membikin mereka jadi nyai-nyai? Tuan-tuan Bangsa Eropa, yang dipertuankan. Mengapa di forum resmi kami ditertawakan? Dihinakan? Apa Tuan-tuan menghendaki anakku juga menjadi gundik?” Nyai (hal 427).

Wah begitu, secara keseluruhan “Bumi Manusia” tetap menarik. Bahkan buku ini telah diterjemahkan dalam beberapa bahasa dan dijadikan film

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan
Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya
Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Rabu, 9 September 2026 - 14:37 WIB

Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

Minggu, 6 September 2026 - 16:03 WIB

Ketika Cinta Dibungkus Kontrol: Mengurai Toxic Masculinity dan Dampak Buruk Patriarki

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Selasa, 1 September 2026 - 17:05 WIB

Ciri-Ciri Rumah Bermuatan Energi Chi Buruk dan Cara Efektif Menetralisirnya

Selasa, 1 September 2026 - 15:51 WIB

Kearifan Tradisi Dayak Iban Sungai Utik: Kelola Api Terkontrol demi Jaga Ketahanan Pangan

Berita Terbaru