Terjadi Lebih Cepat dari Prediksi, Badai Matahari Akan Terjadi Akhir Tahun Ini, Begini Dampaknya

- Jurnalis

Jumat, 15 Desember 2023 - 11:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Matahari (sumber: suara.com)

Ilustrasi Matahari (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Masyarakat Indonesia sebaiknya paham benar apa yang akan dihadapi, sebab prediksi terkait terjadinya badai Matahari sepertinya tepat sasaran. Berikut beberapa poin terkait badai Matahari 2023 yang dapat Anda cermati di bawah ini.

Sebelumnya, fenomena badai Matahari diprediksi akan terjadi di tahun 2025 mendatang. Namun ternyata badai tersebut datang lebih cepat dari perkiraan, dan akan terjadi dalam waktu dekat yakni akhir tahun 2023 ini. Tidak hanya itu, dampaknya juga diperkirakan akan lebih hebat.

Badai Matahari

Merupakan fenomena lonjakan pelepasan energi yang terjadi melalui titik-titik tertentu yang dipicu sebab terjadinya gangguan magnetik seiring tidak seragamnya kecepatan rotasi bagian permukaan Matahari dan interior Matahari.

Ketidakseragaman kecepatan rotasi ini membuat garis gaya magnetik matahari dapat saling berbelit dan membentuk busur yang menjulur keluar dan fotosfer. Busur-busur ini pada akhirnya memerangkap plasma Matahari, yang di satu saat akan putus dan menghasilkan badai Matahari.

Baca Juga :  Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Dampak yang Akan Dirasakan Akibat Badai Matahari

Secara langsung badai Matahari ini akan mempengaruhi cuaca antariksa serta memberikan beberapa dampak yang dapat dirasakan oleh manusia yang berada di Bumi.

Berikut beberapa hal yang dapat dirasakan secara nyata dan wajib diwaspadai:

* Mengganggu komunikasi antar pengguna radio HF
* Mengurangi akurasi penentuan posisi navigasi berbasis satelit
* Gangguan pada satelit dan jaringan kelistrikan di wilayah lintang tinggi
* Gangguan jaringan internet satelit yang dipantulkan melalui satelit

Pada dasarnya, efek yang dirasakan akan banyak berkaitan dengan sektor gelombang magnetik, seperti penggunaan GPS, internet yang dipantulkan melalui satelit, dan sejenisnya.

Baca Juga :  Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy'ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Namun mungkin saja ada beberapa efek lain yang juga dapat dirasakan, tetapi efek-efek ini tidak menuju pada bencana katastropik yang mengakibatkan kerusakan masif.

Himbauan Pihak BRIN

Dalam salah satu artikel di media online, pihak BRIN menyampaikan agar masyarakat tidak serta merta percaya pada apa hoax yang beredar, terkait dampak bencana alam yang ditimbulkan oleh badai Matahari ini.

Secara umum, aktivitas Matahari terus mengalami dinamika yang wajar, dan fenomena seperti ini rutin terjadi dalam beberapa dekade terakhir. Buktinya, tidak ada kerusakan atau dampak destruktif yang muncul, bahkan pada titik paling intens sekalipun.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB