LPG Bersubsidi Kosong di Pangkalan, Harga di Eceran Tembus Rp40.000 Disperindag Sebut Armada Distribusi Mengalami Kerusakan

- Jurnalis

Kamis, 7 Desember 2023 - 14:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Antrian warga saat membeli di pangkaln Perusda Jalan Pendreh, Kamis (07/12/2023).Foto.Dion

Antrian warga saat membeli di pangkaln Perusda Jalan Pendreh, Kamis (07/12/2023).Foto.Dion

1TULAH.COM, Muara Teweh- Beberapa hari terkahir warga mengeluhkan langkanya LPG bersubsidi 3 kg di Kota Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara.

Di sejumlah pangkalan di dalam Kota Muara Teweh, kosong. Tersedia di tingkat eceran. Namun harganya mencapai Rp40.000 per tabung.

Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara menyebut, ada kendala transportasi angkutan LPG dari Banjarmasin menuju Muara Teweh.

“Kemaren memang Stok LPG bersubidi di sejumlah pangkalan mengalami kekosongan. Hal ini diakibatkan transportasi dari Banjarmasin mengalami kendala. Skidtank nya mengalami kerusakan di jalan. Sekarang sudah brangsur normal,” kata Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Barito Utara, Dewi Handayani, melalui Kabid Perdagangan, Marwanti kepada media ini, Kamis 07 Desember 2023.

Baca Juga :  Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Pihaknya kata dia, juga terus memantau seluruh pangkalan sejak kemarin. Dan memang masih banyak pangkalan kosong stok LPG bersubsidi. Jika pun datang langsung diserbu pembeli.

“Kalau sekarang kendala distribusi angkutan atau Skidtank  sudah lancar,” katanya Marwanti.

Sekarang sudah normal, pangkalan sudah mendapatkan pasokan LPG bersubsidi dari SPBE. Namun karena warga banyak yang mencari, makanya di setiap pangkalan terjadi antrian panjang.

Sementara itu, warga juga mengeluhkan keberadaan para pelangsir LPG bersubsidi di sejumlah pangkalan. Dikeluhkan lantaran mereka Ipelangsir.red) membeli LPG bersubsidi dalam jumlah besar.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

“Kemaren malah sempat ada yang berkelahi gara-gara rebutan membeli LPG bersubsidi. Mestinya pangkalan juga menyeleksi mereka yang membeli banyak. Sementara kami yang jualan gorengan di batasi membeli satu. Tetapi mereka pelangsir itu justru boleh saja membeli banyak,” kata Imus, warga Kelurhan Melayu, menuturkan kepada media ini.

Dikatakannya, saat ini beli di pangkalan selalu antri. Sebab barang lama tak datang. Diluaran ada, seperti di kios-kios eceran tapi harga Rp40.000/tabung.

“Kalau kami boleh beri saran, tolong penjualan setiap pangkalan di pantau oleh dinas terkait atau tim penertiban,” timpal Surya. (*)

 

 

 

 

Berita Terkait

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Berita Terbaru