Fatir Siswa Korban Perundungan Meninggal Dunia, Kuasa Hukum: Saya Minta Diusut Tuntas Supaya Tidak Ada Fatir-Fatir Lagi di Kemudian Hari

- Jurnalis

Kamis, 7 Desember 2023 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fatir Arya meninggal dunia (sumber; suara.com)

Fatir Arya meninggal dunia (sumber; suara.com)

1TULAH.COM – Fatir Arya Adinata, Siswa SDN Jatimulya 09, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi yang sempat mengalami perundungan oleh teman-temannya dinyatakan meninggal dunia pada Kamis (7/12/2023).

Fatir sempat mengalami perundungan semasa hidupnya, sampai di satu waktu Fatir diselengkat oleh salah seorang teman satu sekolahnya. Tidak lama setelah itu, Fatir mengalami sakit pada kaki bagian kirinya hingga berujung harus diamputasi.

Kasus ini sempat dianggap hanya becandaan oleh Sukaemah, Wali Kelasnya yang juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah SDN Jatimulya 09. Keluarga Fatir lantas tak terima dan membawa kasus tersebut ke jalur hukum.

Terkait hal tersebut, Mila Ayu Dewata Sari, Kuasa Hukum yang menemani keluarga Fatir mengatakan bahwa saat ini kasus perundungan yang dialami Fatir sudah memasuki tahap penetapan tersangka atau anak berhadapan dengan hukum (ABH).

“Untuk kasusnya saat ini terkait laporan Fatir di Polrestro Bekasi itu Alhamdulillah sudah naik statusnya jadi ABH, ABH-nya sudah ditetapkan,” kata Mila di rumah duka, Kamis (7/12/2023).

Baca Juga :  Akhiri Tren Buruk, Inter Miami Bantai Montreal 7-1 Lewat 4 Gol Messi

Seharusnya, akan dilakukan proses rekontruksi namun Fatir lebih dulu menghadap Yang Maha Kuasa.

Maka karena itu, Mila meminta pihak kepolisian agar dapat turut mengusut Sukaemah, guru yang sempat menyepelekan kasus perundungan yang dialami Fatir.

“Tapi karena hari ini Fatir sudah meninggal saya meminta pihak Polres (Metro Bekasi) untuk melibatkan pihak sekolah dan pihak sekolah juga harus turut ikut serta atas kejadian ini semua,” ujar Mila.

“Jangan biarkan oknum-oknum guru yang memberikan statment itu (perundungan) hal yang biasa, dibiarkan bebas, dibiarkan happy-happy di luar sana, tidak punya empati,” imbuhnya.

Kuasa Hukum keluarga Fatir itu juga mengatakan jika kasus perundungan tidak boleh dianggap sepele sebab akan berakibat fatal bahkan sapat menyebabkan kematian.

“Jadi saya minta diusut tuntas supaya tidak ada Fatir-Fatir lagi di kemudian hari, karena efeknya bukan hanya kehilangan kaki tapi juga kehilangan nyawa,” pungkasnya.

Baca Juga :  Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Sebelumnya, Sukaemah, Wakasek SDN Jatimulya 09 yang juga merupakan Wali Kelas Fatir itu mengatakan selama ini dirinya tidak pernah melihat adanya perundungan yang dilakukan terhadap Fatir.

“Nah itu yang dikatainnya semacam apa ya, kan saya di kelas terus, kalau ada perundungan pasti lah anak-anak lapor,” kata Sukaemah saat ditemui awak media termasuk SuaraBekaci.id, Selasa (31/10).

Menurutnya, aksi saling ejek dikelas 6 ini merupakan hal yang wajar.

“Mungkin kalau bercanda-bercandaan ‘ah lu jelek, ah lu hitam’ mungkin ya namanya sudah kelas 6, sudah biasa kayanya juga. Mungkin menurut Fatir lain lagi kali ya,” ujarnya.

Oleh karena itu, Sukaemah bersikukuh mengatakan bahwa yang dialami Fatir bukanlah perundungan melainkan hanya sebuah candaan semata.

“Bercanda ya itu, bukan yang dirundung. Kalau dirundungkan beda lagi ya kekerasan,” tutupnya.

Penulis : Wanda Hanifah Pramono

Sumber Berita : Suara.com

Berita Terkait

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Berita Terbaru