Generasi Z Disebut Penentu Arah Bisnis dan Politik Indonesia di Tahun 2024, Ini Penjelasannya

- Jurnalis

Jumat, 24 November 2023 - 08:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemilih berusia 40 tahun ke bawah (pemilih muda), akan berjumlah sekitar 107 juta jiwa pada pemilu 2024. (Courtesy: Bijak Memilih)

Pemilih berusia 40 tahun ke bawah (pemilih muda), akan berjumlah sekitar 107 juta jiwa pada pemilu 2024. (Courtesy: Bijak Memilih)

1TULAH.COM-Generasi Z atau GenZ menjadi ikon dalam peta bisnis dan politik Indonesia di masa depan. Saat ini generasi yang dilahirkan dari tahun 1997-2012 ini merupakan populasi terbesar penduduk Indonesia.

Tak heran, baik dalam bisnis maupun menjelang kontestasi Pemilu 2024 ini, Gen Z menjadi orang-orang yang menjadi target. Selain mereka juga merupakan pemain atau pelaku dalam bisnis dan rahan politik.

Indonesia, negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, akan menggelar pemilihan umum pada 14 Februari 2024. Data Indonesia di Bisnis Indonesia Group menyebut ada dua kelompok yang akan menentukan arah bisnis dan politik tahun 2024 ke depan, yakni dunia usaha dan Generasi Z.

Hampir 34 persen pemilih muda dari generasi milenial, dan hampir 23 persen dari generasi Z akan ikut menentukan arah kepemimpinan ke depan, saat mereka memberikan suara pada pemilu tahun depan.

Tak heran, jika merangkul kelompok pemilih muda dan juga dunia usaha, menjadi satu pembicaraan hangat di kalangan pengurus partai politik, politikus dan tokoh masyarakat Indonesia.

Data Indonesia di Bisnis Indonesia Group baru-baru ini melakukan dua survei untuk melihat harapan pelaku usaha dan sekaligus aspirasi generasi Z pada pemerintah baru hasil pemilu 2024.

Mereka mewawancarai seratus responden, yakni komisaris, pemilik, pendiri, direksi, dan eksekutif senior. Sektor usaha yang disurvei dan rentang usaha mereka beragam, mulai dari yang beromzet Rp 50 miliar per tahun hingga di atas Rp 10 triliun per tahun.

Kepala Data Indonesia di Bisnis Indonesia Group, Setyardi Widodo, dalam sebuah diskusi di Jakarta, Kamis (23/11/2023) mengatakan sebagian besar pelaku usaha (70,4 persen) menilai pemerintah saat ini telah berhasil memberikan kemudahan untuk menunjang kegiatan bisnis.

Sementara 64,9 persen pelaku usaha memandang ketersediaan infrastruktur transportasi dan logistik sudah memadai.

Baca Juga :  KPK Pastikan Asap di Gedung Merah Putih Bukan Kebakaran

Namun 54,5 persen pelaku usaha menilai pemerintah tidak serius melindungi masyarakat dari ancaman kejahatan siber, seperti peretasan dan kebocoran data. Dan hampir 60 persen pelaku usaha menilai penegakan hukum dan pemberantasan korupsi belum sesuai harapan.

Pelaku usaha yang disurvei menilai perdagangan dan industri, ekonomi makro dan fiskal, infrastruktur dan perumahan, energi, ekonomi digital, serta bursa dan keuangan merupakan urutan prioritas ekonomi saat ini.

Sementara untuk urutan prioritas isu umum adalah penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, keamanan dan stabilitas politik, reformasi birokrasi, pendidikan dan ketenagakerjaan, kesehatan, serta pariwisata dan kebudayaan.

Lebih jauh Setyardi mengatakan lebih dari 70 persen Generasi Z yang sudah mempunyai hak pilih, mengaku akan menggunakan hak pilih mereka pada pemilu 2024. Sebagian di antara mereka malah baru akan memilih untuk pertama kali.

“Isu apa yang menjadi perhatian, yang menurut mereka layak diperhatikan oleh pemimpin Indonesia mendatang, yang pertama adalah isu pengangguran dan lapangan kerja. Wajar karena ini kelompoknya sebagian mahasiswa, sebagian lagi sudah masuk ke dunia kerja di Gen Z,” katanya.

Isu lain yang menjadi perhatian Generasi Z dalam Pemilu 2024 adalah kesenjangan sosial, kemiskinan, dan pemberantasan korupsi.

Survei itu, tambah Setyardi, menunjukkan Generasi Z berharap pemimpin yang terpilih dalam pemilu nanti adalah yang jujur, dapat dipercaya dan antikorupsi.

Model kedua, adalah pemimpin yang berani, tegas, dan berwibawa. Selanjutnya pemimpin cerdas dan berwawasan luas. Dan pemimpin yang berpengalaman, taat beragama, merakyat, berprestasi, berpenampilan menarik.

Pemilu 2024 akan Jadi Pesta Demokrasi Terbesar dalam Sejarah

Pada diskusi tersebut, Ketua Umum Koalisi Kependudukan Indonesia Sonny Harry B. Harmadi menjelaskan Pemilu 2024 merupakan pesta demokrasi terbesar sepanjang sejarah Indonesia, di mana jumlah pemilih lebih dari 200 juta orang, tepatnya 204,8 juta.

Baca Juga :  Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Dia mengungkapkan jumlah pemilih dari generasi Z merupakan mayoritas dari penduduk Indonesia, yakni sekitar 47,5 juta orang atau 27,94 persen dari total pemilih. Yang disebut generasi Z adalah orang-orang kelahiran 1997-2012.

Sedangkan jumlah pemilih dari generasi milenial atau mereka yang lahir antara tahun 1981-1996, berada di peringkat kedua, yaitu sebanyak 25,87 persen dari jumlah seluruh pemilih. Sementara pemilih lanjut usia mencapai 27-28 juta orang.

Menurut Sonny, karakteristik generasi Z adalah akrab dengan perangkat dan platform digital, berpikiran terbuka dan menghargai perbedaan, cenderung pragmatis dan mempertimbangkan aspek finansial, serta rentan dalam aspek psikologis.

Dia menekankan generasi Z tidak memiliki loyalitas terhadap merek. Bagi mereka nilai sebuah merek harus lebih tinggi ketimbang harga. Oleh karena itu, tambahnya, jangan heran jika mobil-mobil buatan China akan laku nanti.

Generasi Z juga tidak akan termakan kampanye politik identitas karena mereka sudah berada dalam lingkungan keluarga di mana orang tuanya nikah campur, atau generasi X yang mobilitasnya sudah tinggi dan bertemu dengan orang-orang dari beragam latar belakang.

Sonny mengatakan karena mereka sudah terlalu berat menghadapi tekanan, maka generasi Z cenderung tidak mau berpikir terlalu berat dalam Pemilu 2024. Mereka memandang pesta demokrasi itu sesuatu yang menyenangkan dan santai.

Selain itu, generasi Z dipengaruhi para figur di media sosial. Karena itu, media sosial merupakan sarana kampanye sangat efektif untuk menyasar generasi Z.

“Kita harus melakukan dialog dengan para Gen Z. Jadi mereka (Generasi Z) harus mulai melihat bagaimana pengalaman sejarah masa lalu, walaupun mereka cenderung lebih ingin kampanye ringan-ringan,” katanya. (Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Berita Terbaru