Bisnis Limbah Fesyen Sedang Naik Daun, Cuannya Bisa Berlipat-lipat, Boleh Dicoba….

- Jurnalis

Selasa, 21 Februari 2023 - 10:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menjelajah Dunia Interior -- Threadpeutic pada awalnya hanya terfokus pada aksesori fesyen seperti tas dan dompet, tapi kemudian melebarkan sayapnya ke produk-produk interior. (Dokumentasi Threadpetic).

Menjelajah Dunia Interior -- Threadpeutic pada awalnya hanya terfokus pada aksesori fesyen seperti tas dan dompet, tapi kemudian melebarkan sayapnya ke produk-produk interior. (Dokumentasi Threadpetic).

1TULAH.COM-Bisnis pakaian second lagi marak-maraknya digandrungi. Hampir di setiap daerah, bisa ditemui pakaian bekas dari merk maupun desain terkenal. Tak hanya pakaian, melainkan juga sepatu.

Yah…bisnis limbah fesyen memang menjanjikan keutungan atau cuan berlipat-lipat. Dengan hanya memberikan sentuhan sedikit aksesoris dan proses laundry.

Bisnis pakaian bekas, yang dalam bahasa gaul sering disebut sebagai second hand fashion bussiness, menjangkau audiens yang lebih besar di tengah badai keuangan yang disebabkan oleh pandemi.

Beberapa orang kreatif menangkap peluang ini dengan memberikan sentuhan baru pada produk-produk bekas itu sehingga terkesan baru. Bisnis ini bukan hanya menguntungkan secara finansial, tapi juga memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan karena memanfaatkan banyak limbah fesyen.

“Aku membangun Bazooqu tidak sekadar ingin jualan untuk dapat uang banyak. Kalau kalian membeli produk-produk Bazooqu sama artinya dengan menyelamatkan bumi dari limbah fesyen,” kata Zulfah Nazala (27 tahun), pendiri Bazooqu, toko online yang menawarkan produk-produk pakaian bekas yang dipermak atau diberi sentuhan kreatif sehingga terkesan baru.

Sebagian orang barangkali menganggap pernyataan Zulfah bombastis. Namun sesungguhnya ada benarnya. Banyak laporan menunjukkan, fesyen adalah industri penyebab polusi terbesar kedua di dunia, setelah industri minyak, karena perkembangannya yang begitu cepat. Memanfaatkan pakaian bekas sama artinya dengan memperpanjang usianya, sehingga ikut menyelamatkan bumi dari limbahnya.

Baca Juga :  BI Rate Naik Jadi 5,25 Persen, Rupiah Berbalik Menguat ke Rp17.653 per Dolar AS

Tidak ada perhitungan pasti berapa banyak limbah fesyen di Indonesia. Namun, earth.org — platform berita dan data lingkungan – baru-baru ini melaporkan, dari 100 miliar helai pakaian yang diproduksi setiap tahun, 92 juta ton berakhir di tempat pembuangan sampah.

Singkatnya, ini setara dengan truk sampah besar penuh pakaian yang berakhir di tempat pembuangan sampah setiap detik. Jika tren ini berlanjut, jumlah limbah fesyen diperkirakan akan melonjak hingga 134 juta ton per tahun pada akhir dekade ini.

Budaya membuang pakaian juga semakin buruk selama tahun-tahun terakhir. Saat ini, banyak pakaian hanya dikenakan tujuh sampai sepuluh kali sebelum dibuang. Itu penurunan lebih dari 35 persen hanya dalam 15 tahun terakhir.

Ketika pertama kali didirikan pada akhir tahun 2017, Bazooqu hanya menjual pakaian bekas. Namun sejak pandemi melanda, Zulfah mengubah strategi dagangnya dengan mengaplikasikan konsep reworked thrift. Pakaian bekas yang ditawarkannya, dimodifikasi sedemikian rupa sehingga tampil dalam wujud baru.

“Sebelum reworked itu harganya under Rp100 ribu per potong. Sekarang harganya itu Rp200 ribu hingga Rp250 ribu per potong,” jelasnya.

Baca Juga :  Polisi Amankan Tiga Pelaku Penipuan Modus Hipnotis di Kelapa Gading

Sebagai informasi, modal Zulfah untuk membeli baju bekas itu hanya Rp20 ribu hingga Rp 50 ribu per potong. Ini artinya, ia memetik keuntungan yang cukup signifikan.

Lulusan Sastra Indonesia Universitas Padjajaran yang mengaku senang menggambar, tapi tidak memiliki latar belakang fesyen ini mengaku makin terpacu dengan minat pasar yang tinggi ini.

Seperti halnya seorang perancang mode, ia mengeluarkan koleksi pakaian yang dinamakannya batch, yang terdiri dari 10 hingga 15 potong pakaian yang mengusung tema yang sama.

Di batch terbarunya ia memanfaatkan limbah bahan organza yang dibelinya secara kiloan dari pabrik-pabrik pakaian di kawasan Cigondewah. Ia memanfaatkan latar belakang pendidikan sastranya, untuk menciptakan narasi menggelitik dalam koleksi yang ditawarkan di toko online-nya.

Bazooqu yang bermarkas di Bandung kini mengumpulkan pendapatan Rp 50 juta hingga Rp 60 juta per bulan. Zulfah menuangkan ide kreatifnya dengan dibantu sang kakak, Fauzani Nafilah, 30, dan empat penjahit tetap. Menurut Zulfah, para penjahit yang menjadi stafnya direkrut karena kondisi ekonomi mereka.

“Jadi campaign-nya Bazooqu ini tidak hanya untuk menangani limbah, tapi juga memberdayakan para penjahit yang kondisi ekonominya sulit,” jelasnya.(Sumber:voaindonesia.com)

Berita Terkait

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup
Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya
Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel
Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng
Bareskrim Polri Ungkap Dugaan Peredaran Narkoba di THM New Zone Medan
AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali
Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini
Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang
Tag :

Berita Terkait

Senin, 25 Mei 2026 - 07:53 WIB

Ditemukan Tak Bernyawa di Kamar Mess Jetty, Pria Asal Jingah Diduga Akhiri Hidup

Senin, 25 Mei 2026 - 07:17 WIB

Harumkan Nama Daerah, Tim Balogo Barito Timur Sabet Juara di FBIM 2026 Palangka Raya

Senin, 25 Mei 2026 - 03:55 WIB

Negosiasi Alot Berhasil! Pemerintah Pulangkan 9 Relawan Indonesia yang Ditahan Israel

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 17:40 WIB

AS dan Iran di Ambang Kesepakatan Gencatan Senjata 60 Hari, Selat Hormuz Bakal Dibuka Kembali

Minggu, 24 Mei 2026 - 16:10 WIB

Prabowo Bentuk PT Danantara Sumber Daya Indonesia Jadi Single Exporter, Ekonom Khawatirkan Hal Ini

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:49 WIB

Harapan Ketua Komisi III DPRD di HUT ke-69 Kalteng: Kesejahteraan Nyata Melalui Kartu Huma Betang

Minggu, 24 Mei 2026 - 14:39 WIB

Harga Sawit Hancur Imbas Wacana Monopoli Ekspor, Perusahaan Diminta Tak Turunkan Harga

Berita Terbaru

Muara Teweh

Breaking News: Seorang Pria Dutemukan tak Bernyawa

Minggu, 24 Mei 2026 - 22:27 WIB

Ilustrasi Sabu. [Antara]

Nasional

Polisi Bekuk Empat Terduga Pengguna Sabu di Kota Palu Sulteng

Minggu, 24 Mei 2026 - 20:30 WIB