Komite Keselamatan Jurnalis (KKJ) mencatat ancaman dan praktik-praktik represi di ranah digital, semakin masif dirasakan menyasar para jurnalis dan media sepanjang tahun 2022.
Perwakilan KKJ, Nenden Sekar Arum, mengatakan jumlah serangan dan kekerasan digital terhadap jurnalis maupun media, mencapai 14 kasus pada 2022.
Jumlah tersebut meningkat drastis dari tahun 2021, di mana terdapat lima kasus yang tercatat oleh KKJ. “Di tahun 2022 pertumbuhannya juga sangat meningkat. Tahun ini tercatat serangan digital ada 14 dibandingkan tahun lalu yang hanya lima. Tahun ini (naik) hampir tiga kali lipat,” kata Nenden, Rabu (21/12/2022).
Serangan dan kekerasan digital yang dialami jurnalis serta media menunjukkan, bahwa tindakan tersebut merupakan cara popular, maupun dianggap efektif untuk mengganggu tugas jurnalistik serta mencederai kebebasan pers.
Menurut Nenden, tren fenomena peningkatan serangan digital terhadap jurnalis dan media, kerap berdekatan dengan momentum politik atau isu nasional yang kontroversial yang banyak diperbincangkan.
“Ketika ada berita yang sedang ramai biasanya ada saja serangan digital baik kepada jurnalis maupun media,” ungkapnya.
Halaman : 1 2 3 Selanjutnya



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)





![Ilustrasi - Kasus penganiayaan pramugolf/kedi golf atau caddy di lapangan golf kawasan Kelapa Indah, Kota Tangerang. [Suara.com/Ai]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/aniaya-golf-225x129.jpg)

![Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang. [Photo/newswires]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/gempa-venuzuela-225x129.jpg)











![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


