Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Hero H. Mandaouw.Foto:Dok/1tulah.com

Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Hero H. Mandaouw.Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) secara resmi menerima Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Provinsi Kalteng Tahun Anggaran 2025 untuk dibahas ke tahap selanjutnya.

Kendati menerima raperda tersebut, Fraksi Demokrat tetap memberikan sejumlah catatan kritis dan evaluasi menohok terkait pengelolaan keuangan daerah. Pandangan umum ini disampaikan dalam Rapat Paripurna Ke-4 Masa Persidangan III Tahun Sidang 2026 yang digelar di ruang Rapat Paripurna DPRD Kalteng, Jumat (26/6/2026).

Juru Bicara Fraksi Partai Demokrat, Hero Harapanno Mandouw, menjelaskan bahwa pihaknya telah membedah secara mendalam pidato pengantar Gubernur Kalteng serta dokumen laporan pertanggungjawaban APBD 2025 sebelum mengambil keputusan untuk melanjutkan pembahasan sesuai regulasi yang berlaku.

Apresiasi Rekor Opini WTP 12 Kali Berturut-turut

Di balik catatan kritis yang diberikan, Fraksi Demokrat tetap memberikan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Tengah atas keberhasilannya mempertahankan tata kelola keuangan yang akuntabel.

Pemprov Kalteng kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD) Tahun 2025.

“Capaian ini menjadi semakin istimewa karena merupakan opini WTP yang ke-12 kali secara berturut-turut sejak tahun 2014 hingga 2025,” ujar Hero Harapanno Mandouw.

Soroti SILPA Rp200 Miliar dan Perencanaan Anggaran

Sorotan utama Fraksi Demokrat tertuju pada besarnya Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SILPA) Tahun Anggaran 2025 yang menyentuh angka sekitar Rp200 miliar. Menurut fraksi, angka yang fantastis ini seharusnya bisa dialokasikan lebih cepat untuk mendongkrak kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Fraksi Demokrat mendesak pemerintah agar memberikan penjelasan transparan mengenai sumbu utama besarnya SILPA tersebut:

  1. Apakah murni karena keberhasilan dalam memproyeksikan pendapatan daerah?

  2. Apakah hasil dari efisiensi belanja yang cerdas?

  3. Atau justru akibat dari program dan kegiatan penting yang gagal terealisasi secara optimal?

Selain SILPA, ket ketidakcermatan perencanaan anggaran juga terlihat dari minimnya realisasi belanja tidak terduga yang hanya menyentuh 15,85 persen, serta belanja bantuan keuangan yang mandek di angka 45,54 persen.

“Hal seperti ini tidak boleh terjadi lagi pada masa-masa yang akan datang,” tegas Hero.

Rapor Merah Penyerapan Anggaran Pendidikan

Sektor pendidikan yang krusial tidak luput dari evaluasi. Demokrat menyayangkan belum dicantumkannya kolom persentase penyerapan anggaran pada laporan mandatory spending bidang pendidikan.

Lebih lanjut, mereka membeberkan data rendahnya realisasi beberapa program strategis pendidikan:

Program Pendidikan TA 2025 Realisasi Anggaran
Peningkatan Sarana Praktik Peserta Didik 38,44%
Pembinaan Kelembagaan & Manajemen SMA 55,71%
Pembangunan Sarana & Prasarana Sekolah Di bawah target
Baca Juga :  Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Fraksi Demokrat mendesak Pemprov Kalteng segera melakukan evaluasi total agar penyerapan anggaran pendidikan di masa depan bisa berjalan selaras dengan perencanaan matang demi mutu pendidikan daerah.

Kinerja BUMD: Untung di Bank Kalteng, Merugi di Banama Tingang Makmur

Pada sektor Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Fraksi Demokrat mencatat performa yang kontras. Di satu sisi, realisasi pendapatan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan sukses melampaui target, yakni mencapai 101,72 persen. Pendapatan ini mayoritas disokong oleh dividen PT Bank Kalteng dan PT Jamkrida.

Namun di sisi lain, Perusahaan Daerah (PD) Banama Tingang Makmur justru dilaporkan masih mengalami kerugian pada tahun berjalan.

Menyikapi ketimpangan ini, Fraksi Demokrat menuntut pemerintah daerah selaku pemegang saham untuk:

  • Melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kapasitas manajerial jajaran direksi BUMD.

  • Menyusun proyeksi bisnis yang lebih realistis, terukur, dan sejalan dengan visi pembangunan daerah.

  • Mengevaluasi BUMD yang masih mandul alias belum mampu menyumbang dividen atas penyertaan modal yang telah diberikan oleh pemerintah.

Melalui rentetan catatan kritis ini, Fraksi Demokrat berharap keberadaan perusahaan daerah di Kalimantan Tengah benar-benar mampu memberikan kontribusi nyata bagi Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus mendongkrak roda perekonomian masyarakat. (Ingkit)

Berita Terkait

Bupati Barito Utara Pastikan Pertanggungjawaban APBD 2025 Berjalan Baik, DPRD Mendukung
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026
Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Tag :

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 19:53 WIB

Bupati Barito Utara Pastikan Pertanggungjawaban APBD 2025 Berjalan Baik, DPRD Mendukung

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:48 WIB

Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD

Berita Terbaru