Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

- Jurnalis

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang. [Photo/newswires]

Dampak Mengerikan Gempa Venezuela, Korban Tewas Bertambah Jadi 589 Orang. [Photo/newswires]

1TULAH.COM-Jumlah korban tewas akibat dua gempa bumi dahsyat yang mengguncang Venezuela dilaporkan terus bertambah. Berdasarkan laporan terbaru hingga Sabtu (27/6/2026), bencana alam ini telah menelan ratusan korban jiwa dan menyebabkan ribuan warga lainnya luka-luka.

Melansir Voice of Emirates, sedikitnya 589 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara 2.980 orang mengalami luka-luka. Pihak berwenang memperkirakan jumlah korban masih berpotensi meningkat seiring dengan proses evakuasi yang terus berjalan di sejumlah wilayah terdampak parah.

Proses Evakuasi Terhambat Ratusan Gempa Susulan

Tim penyelamat hingga kini masih terus melakukan pencarian intensif terhadap korban yang diduga kuat masih tertimbun di balik reruntuhan bangunan. Namun, perjuangan tim tanggap darurat di lapangan tidaklah mudah.

Sejak gempa utama mengguncang, tercatat telah terjadi 214 gempa susulan. Kondisi ini tidak hanya mempersulit proses penyelamatan, tetapi juga meningkatkan kecemasan masyarakat, terutama mereka yang berada di zona dengan kerusakan infrastruktur paling parah.

Baca Juga :  KPK Dalami Keterlibatan Anggota BPK dalam Kasus Muara Enim

Catatan Redaksi: Pihak berwenang mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi gempa susulan yang diprediksi masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga diminta untuk selalu mengikuti arahan petugas demi menjaga keselamatan selama masa tanggap darurat.

Status Darurat dan Respons Pemerintah Venezuela

Menyikapi skala kerusakan yang masif, Pemerintah Venezuela telah resmi menetapkan status darurat di wilayah-wilayah yang mengalami dampak paling parah. Langkah ini diambil guna memotong jalur birokrasi dan mempercepat penanganan pascabencana.

Upaya Penanganan yang Sedang Berjalan:

  • Pengerahan Personel Masif: Ribuan personel dari unsur pertahanan sipil, militer, dan petugas tanggap darurat telah diterjunkan langsung ke lokasi bencana untuk mengevakuasi warga.

  • Pendirian Posko Pengungsian: Sejumlah tempat penampungan sementara (shelter) telah didirikan untuk menampung warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka hancur total.

  • Penyaluran Logistik: Distribusi bantuan darurat berupa makanan, air bersih, serta perlengkapan medis terus digenjot demi memenuhi kebutuhan dasar para penyintas.

Baca Juga :  Kasus Ijazah Jokowi: Dokter Tifa Mengaku Optimis Eksepsinya Diterima Majelis Hakim

Infrastruktur Lumpuh, Akses Komunikasi dan Listrik Terputus

Dampak dari dua gempa dahsyat ini memicu kerusakan infrastruktur yang sangat masif. Puluhan bangunan dilaporkan runtuh total. Selain itu, pasokan listrik dan jaringan komunikasi di beberapa kota besar dilaporkan lumpuh total.

Saat ini, fokus utama pemerintah selain melakukan evakuasi adalah memulihkan layanan dasar. Petugas teknis tengah berupaya keras memperbaiki jaringan listrik dan membuka kembali akses jalan yang tertutup material longsor atau reruntuhan bangunan agar distribusi bantuan tidak terhambat.

Di tengah masa-masa sulit ini, berbagai negara sahabat dan organisasi internasional mulai menyampaikan belasungkawa terdalam serta menawarkan bantuan kemanusiaan untuk membantu Venezuela bangkit dari dampak bencana mengerikan ini. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak
DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla
Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK
Bentengi Generasi Muda, Kemenag Siapkan Materi Bahaya LGBTQ Sejak Jenjang SD
Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!
Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha
Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak
Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:36 WIB

Heriyus: Peningkatan Mutu Pendidikan Butuh Kolaborasi Semua Pihak

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:29 WIB

DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Minggu, 19 Juli 2026 - 15:42 WIB

Miris! Belum Dua Tahun Menjabat, 15 Kepala Daerah Ini Sudah Jadi Tersangka KPK

Minggu, 19 Juli 2026 - 14:36 WIB

Komisi II DPR Wacanakan Penerapan KPI Mengikat, ASN Tidak Produktif Siap-siap Out!

Sabtu, 18 Juli 2026 - 09:45 WIB

Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:44 WIB

Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong: Ritual Tiwah adalah Benteng Pertahanan Budaya Dayak

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:37 WIB

Siap Gerakkan Ekonomi Desa, 30.000 Manajer Koperasi Merah Putih Mulai Ditugaskan Agustus 2026

Jumat, 17 Juli 2026 - 15:16 WIB

Datangi Kejagung Hari Ini, Hotman Paris Seret Nama Eks Jampidsus Febrie Adriansyah

Berita Terbaru