DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. Foto:Dok/1tulah.com

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, Bambang Irawan. Foto:Dok/1tulah.com

1TULAH.COM-Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalimantan Tengah mendorong pemerintah daerah untuk melakukan lompatan strategis dalam pengelolaan sumber daya alam (SDA).

Kalteng dinilai wajib melepaskan ketergantungan pada penjualan bahan mentah (raw material) dan mulai fokus memperkuat sektor industri pengolahan (hilirisasi) di dalam daerah.

Tuntutan tersebut disampaikan oleh Anggota Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan. Ia menegaskan bahwa Bumi Tambun Bungai memiliki kekayaan alam yang sangat melimpah dan beragam, namun pemanfaatannya selama ini dinilai belum mendatangkan keuntungan ekonomi yang optimal bagi masyarakat lokal.

Kritik Penjualan Bahan Mentah: Keuntungan Dinikmati Luar Daerah

Bambang menyoroti dinamika ekonomi regional di mana komoditas unggulan Kalteng dari sektor perkebunan, kehutanan, hingga pertambangan masih mendominasi pasar dalam bentuk bahan baku dasar. Akibat pola ini, rantai nilai (value chain) tertinggi dari proses pengolahan hilir justru dinikmati oleh daerah luar yang menampung bahan mentah tersebut.

“Wilayah Kalteng memiliki potensi SDA yang melimpah, sehingga perlu didukung dengan pembangunan industri pengolahan agar hasil produksi daerah tidak hanya bergantung pada penjualan bahan baku,” ujar Bambang Irawan saat memberikan keterangan, Selasa (23/6/2026).

Baca Juga :  Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Menurutnya, kekayaan SDA harus menjadi motor penggerak utama pertumbuhan ekonomi makro daerah. Tanpa adanya keberanian untuk membangun infrastruktur pabrik atau industri manufaktur lanjutan di dalam provinsi, kesejahteraan masyarakat lokal akan lambat merangkak naik.

Dampak Positif Hilirisasi bagi Kalimantan Tengah

Pengembangan sektor industri pengolahan diyakini tidak sekadar menaikkan angka pendapatan asli daerah (PAD), melainkan membawa efek domino (multiplier effect) yang luas bagi struktur sosial-ekonomi Kalteng.

Beberapa dampak positif yang diproyeksikan meliputi:

  • Penciptaan Lapangan Kerja Baru: Kehadiran pabrik pengolahan akan menyerap tenaga kerja lokal dalam skala besar, mengurangi angka pengangguran regional.

  • Pertumbuhan Sektor Pendukung: Menstimulasi ekosistem usaha baru di sekitar kawasan industri, seperti sektor logistik, UMKM kuliner, akomodasi, hingga jasa transportasi.

  • Resiliensi Ekonomi: Membangun fondasi ekonomi daerah yang lebih tangguh dan berkelanjutan, tidak rentan terhadap fluktuasi harga komoditas mentah di pasar global.

Catatan Strategis Optimalisasi SDA Kalteng:

  • Sektor Potensial: Perkebunan kelapa sawit, komoditas kehutanan, dan hasil pertambangan.

  • Tantangan Utama: Mengubah ketergantungan penjualan dari bahan mentah ke produk setengah jadi atau barang jadi.

  • Solusi Kunci: Peningkatan investasi pengolahan lokal, perbaikan infrastruktur energi, dan kemudahan regulasi bagi investor hilirisasi.

Mendorong Sinergi Investasi dan Regulasi Daerah

Guna mewujudkan visi hilirisasi tersebut, Komisi II DPRD Kalteng meminta jajaran pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, untuk proaktif menciptakan iklim investasi yang kondusif. Sinergi yang kuat antara eksekutif dan pelaku usaha menjadi kunci utama menarik minat investor menanamkan modal di sektor industri pengolahan.

Baca Juga :  Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

“Kita perlu mendorong agar komoditas unggulan daerah dapat diolah lebih lanjut di Kalteng sehingga manfaat ekonominya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat,” pungkas Bambang.

Lewat kebijakan tata kelola yang fokus pada industri hilir, kekayaan alam Kalimantan Tengah diharapkan tidak lagi sekadar dikeruk dan dibawa keluar, melainkan mampu dikonversi menjadi kemakmuran nyata yang berkelanjutan bagi seluruh lapisan masyarakat setempat. (Ingkit)

Berita Terkait

Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah
Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?
Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat
Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak
DPRD Barito Utara Gelar RDP PETI, WPR Jadi Salah Satu Keputusan
DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata
Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat
Jaga Warisan Leluhur Dayak Bakumpai, IUB Barito Timur dan Perguruan Kuntau Putra Condo Latihan Bersama
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 04:05 WIB

DPRD Kalteng Desak Penguatan Industri Pengolahan untuk Dongkrak Nilai Tambah SDA Daerah

Rabu, 24 Juni 2026 - 03:57 WIB

Prabowo Targetkan Tutup hingga 800 BUMN Merugi demi Hemat Anggaran Triliunan Rupiah

Selasa, 23 Juni 2026 - 11:43 WIB

Gaji Rp14 Juta Masuk Kategori MBR, Kelas Menengah Kini Berhak Dapat Rumah Subsidi?

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:17 WIB

Bawaslu Bartim Gandeng IWO dan PWI, Bangun Sinergi Demi Informasi Pengawasan yang Akurat

Selasa, 23 Juni 2026 - 01:42 WIB

Jelang Muktamar ke-35 PBNU, Cak Imin Tegaskan Oknum Politik Praktis Harus Didepak

Senin, 22 Juni 2026 - 18:50 WIB

DPRD Barito Utara Gelar RDP PETI, WPR Jadi Salah Satu Keputusan

Senin, 22 Juni 2026 - 16:38 WIB

DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Senin, 22 Juni 2026 - 16:33 WIB

Pertemuan Tertutup Megawati Institute: Soroti Etika Publik dan Demokrasi Sehat

Berita Terbaru

Bupati Shalahuddin saat sidak di PDAM Barito Utara, Selasa(23/6/26). Foto. Dadang

Muara Teweh

Bupati Barut Sidak PDAM SPBU Perusda dan RSUD Muara Teweh

Selasa, 23 Jun 2026 - 15:40 WIB