BPBD Kalteng Keluarkan Peringatan Dini Karhutla 2026, Zona Merah Mengancam Wilayah Selatan Kalimantan Tengah

- Jurnalis

Selasa, 23 Juni 2026 - 15:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan peringatan dini karhutla dan mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (23/6/26)

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib menyampaikan peringatan dini karhutla dan mengimbau seluruh pemangku kepentingan meningkatkan kewaspadaan menyusul meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. (23/6/26)

1tulah.com, Palangka Raya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) mengeluarkan peringatan dini terkait meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Berdasarkan hasil pemantauan hingga Selasa (23 Juni 2026) pukul 14.00 WIB, kondisi lapisan atas permukaan tanah menunjukkan tingkat kemudahan terbakar yang cukup tinggi, terutama di wilayah selatan Kalimantan Tengah.

Data Sistem Informasi Spartan BMKG menunjukkan sebagian wilayah Kalimantan Tengah bagian selatan telah memasuki zona merah atau kategori Sangat Mudah Terbakar. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa vegetasi kering seperti alang-alang dan serasah daun di lantai hutan berada dalam tingkat kekeringan tinggi sehingga sangat rentan memicu kebakaran apabila terdapat sumber api.

Selain itu, berdasarkan data satelit SiPongi periode 21–23 Juni 2026, terdeteksi sebanyak enam titik panas (hotspot) di Kalimantan Tengah. Hotspot tersebut tersebar di Kabupaten Kotawaringin Timur sebanyak tiga titik, Kabupaten Gunung Mas dua titik, dan Kabupaten Kotawaringin Barat satu titik.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat

Kepala Pelaksana BPB-PK Provinsi Kalimantan Tengah selaku Komandan Harian, Ahmad Toyib, mengimbau seluruh masyarakat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan petugas lapangan untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman karhutla yang berpotensi meningkat seiring memasuki musim kemarau.

“Wilayah Kalimantan Tengah bagian selatan saat ini didominasi zona merah. Material di permukaan tanah sangat kering dan sangat mudah terbakar. Kami meminta seluruh personel di posko dan Satgas untuk memperketat patroli pencegahan serta deteksi dini. Jangan sampai ada aktivitas pembukaan lahan dengan cara membakar karena api akan sangat cepat meluas dan sulit dikendalikan,” tegas Ahmad Toyib.

Ia menjelaskan, Posko Krisis Karhutla terus bersiaga selama 24 jam untuk memantau perkembangan hotspot dan kondisi cuaca. Berdasarkan pemantauan tinggi muka air tanah di sejumlah daerah rawan, seperti Kabupaten Kotawaringin Barat, Seruyan, dan Kapuas, kelembapan tanah di beberapa titik sensor bahkan tercatat mencapai angka 0,0 persen, menandakan kondisi yang sangat kering.

Baca Juga :  Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat

“Posko Krisis Karhutla terus melakukan pemantauan dan koordinasi dengan kabupaten/kota untuk memastikan penanganan cepat dilakukan begitu titik api terdeteksi. Langkah ini penting agar api tidak meluas, terutama ke kawasan lahan gambut yang lebih sulit dipadamkan,” jelasnya.

Meski demikian, masyarakat juga diimbau tetap mewaspadai potensi cuaca ekstrem. BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut memprediksi masih terdapat peluang hujan lokal berdurasi singkat yang dapat disertai kilat, petir, dan angin kencang di beberapa wilayah Kalimantan Tengah.

Melalui sinergi antara pemerintah, relawan, dunia usaha, dan masyarakat, BPBD Kalimantan Tengah berharap upaya pencegahan dapat dilakukan secara maksimal guna menjaga Bumi Tambun Bungai tetap bebas dari kabut asap selama musim kemarau 2026.(*)

Penulis : Hewu

Berita Terkait

Karhutla Kalteng Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah, 645 Hotspot Terdeteksi
HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, Pangdam Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kalimantan
Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Aspirasi Desa Jadi Prioritas, Infrastruktur dan KHBS Jadi Fokus Pemprov Kalteng
Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat
Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng
Pemprov Kalteng Percepat Pendidikan Vokasi Pertanian, Cetak Petani Muda untuk Dukung Swasembada Pangan
Pemprov Kalteng Perkuat Pelayanan Publik, Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi 2026

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:28 WIB

Karhutla Kalteng Masih Terjadi di Sejumlah Wilayah, 645 Hotspot Terdeteksi

Senin, 10 Agustus 2026 - 16:54 WIB

HUT ke-1 Kodam XXII/Tambun Bungai, Pangdam Tegaskan Komitmen Jaga Stabilitas Kalimantan

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:59 WIB

Jalan Sehat Maulid Nabi di Palangka Raya, Gubernur Kalteng Ajak Warga Jaga Persatuan dan Hidup Sehat

Minggu, 9 Agustus 2026 - 16:45 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Aspirasi Desa Jadi Prioritas, Infrastruktur dan KHBS Jadi Fokus Pemprov Kalteng

Jumat, 7 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan Ratusan Perangkat Starlink, Internet Desa Terpencil Makin Cepat

Jumat, 7 Agustus 2026 - 13:46 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Tegaskan Kepala Desa dan Lurah Jadi Ujung Tombak Pembangunan Kalteng

Kamis, 6 Agustus 2026 - 20:03 WIB

Pemprov Kalteng Percepat Pendidikan Vokasi Pertanian, Cetak Petani Muda untuk Dukung Swasembada Pangan

Kamis, 6 Agustus 2026 - 19:48 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Pelayanan Publik, Ombudsman RI Lakukan Penilaian Maladministrasi 2026

Berita Terbaru