Karhutla Kalteng Masih Kritis, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan

- Jurnalis

Minggu, 27 September 2026 - 22:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim Satgas Gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari penanganan darurat karhutla, Sabtu (27/9/26).

Tim Satgas Gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari penanganan darurat karhutla, Sabtu (27/9/26).

1TULAH.COM, Palangka Raya – Penanganan darurat bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah terus dilakukan secara intensif seiring kondisi yang masih berada pada fase kritis. Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Provinsi Kalimantan Tengah bersama Satuan Tugas (Satgas) Gabungan terus memperkuat pemadaman dan pengendalian karhutla di sejumlah wilayah rawan, Minggu (27 September 2026).

Dalam menghadapi peningkatan kejadian karhutla, BPBPK Kalteng bersama Satgas Gabungan yang terdiri atas unsur TNI, Polri, Manggala Agni, BPBD kabupaten/kota, relawan, serta organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kalteng terus bekerja selama 24 jam di lapangan.

Sebanyak 13.435 personel gabungan dikerahkan di berbagai titik rawan karhutla. Mereka bertugas melakukan pemadaman secara langsung sekaligus membatasi penjalaran api agar tidak meluas ke wilayah lainnya.

Berdasarkan data harian BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah per Sabtu, 26 September 2026, upaya pemadaman darat dalam kurun waktu 24 jam berhasil menangani dan memadamkan karhutla dengan luas mencapai 157,11 hektare.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

Data tersebut dihimpun berdasarkan laporan kejadian dan luasan area yang berhasil dipadamkan oleh pemerintah kabupaten/kota dan diterima melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBPK Provinsi Kalimantan Tengah.

Di sisi lain, analisis parameter cuaca Fine Fuel Moisture Code (FFMC) dari BMKG menunjukkan tingkat kemudahan terjadinya kebakaran di sebagian besar wilayah Kalimantan Tengah berada pada kategori sangat tinggi atau sangat mudah terbakar yang ditandai zona merah.

Kondisi tersebut turut berdampak terhadap kualitas udara di sejumlah wilayah. Asap karhutla menyebabkan kualitas udara berada pada kategori tidak sehat hingga berbahaya serta menurunkan jarak pandang di beberapa daerah. Kondisi ini juga berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama gangguan pernapasan.

Masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan dan menggunakan masker ketika harus beraktivitas di luar rumah. Perlindungan juga perlu diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, ibu hamil, lanjut usia, serta masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.

Berdasarkan data dan prakiraan BMKG untuk periode 26 September hingga 2 Oktober 2026, terdapat potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang, terutama di wilayah Kalimantan Tengah bagian utara. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Murung Raya, Gunung Mas, Barito Utara, Barito Selatan, Barito Timur, bagian utara Kabupaten Kapuas, serta sebagian wilayah Seruyan, Katingan, dan Kotawaringin Timur.

Baca Juga :  Pemprov Kalteng Salurkan 86.200 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Masyarakat juga diminta mewaspadai hujan lokal berdurasi singkat, angin kencang atau puting beliung, serta potensi bencana hidrometeorologi lainnya.

Bagi masyarakat yang melakukan aktivitas di wilayah perairan selatan Kalimantan Tengah, kewaspadaan juga perlu ditingkatkan karena tinggi gelombang diperkirakan mencapai 0,5 hingga 1,5 meter.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah bersama seluruh unsur Satgas Gabungan terus melakukan penanganan karhutla secara terpadu, mulai dari pemantauan, pencegahan, pemadaman hingga pengendalian penjalaran api.

Masyarakat diharapkan turut berperan aktif dengan tidak melakukan aktivitas yang dapat memicu kebakaran serta segera melaporkan setiap kejadian karhutla kepada petugas atau instansi terkait.(*)

Penulis : Hewu

Editor : Apri

Berita Terkait

Karhutla Kalteng: 8.093 Hotspot Terdeteksi, BPB-PK Perkuat Penanganan
Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas
Pemprov Kalteng Salurkan 86.200 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 300 Paket Sembako dan KHBS untuk Warga Kalampangan
Pemprov Kalteng Salurkan 1,85 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Karhutla Kalteng
Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Aparatur Pemprov Kalteng
Olah Ikan Jadi Produk Bernilai Tambah, Disdagperin Kalteng Perkuat Keterampilan Warga

Berita Terkait

Minggu, 27 September 2026 - 22:20 WIB

Karhutla Kalteng Masih Kritis, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan

Kamis, 24 September 2026 - 11:21 WIB

Karhutla Kalteng: 8.093 Hotspot Terdeteksi, BPB-PK Perkuat Penanganan

Kamis, 24 September 2026 - 11:15 WIB

Pemprov Kalteng Perkuat Penanganan Karhutla, Perlindungan Masyarakat Jadi Prioritas

Rabu, 23 September 2026 - 10:09 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 86.200 Liter Air Bersih ke Wilayah Terdampak Kekeringan

Jumat, 18 September 2026 - 22:23 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 300 Paket Sembako dan KHBS untuk Warga Kalampangan

Kamis, 17 September 2026 - 14:52 WIB

Pemprov Kalteng Salurkan 1,85 Juta Liter Air Bersih untuk Warga Terdampak Kemarau

Kamis, 17 September 2026 - 14:46 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan Bantuan bagi Mahasiswa Terdampak Karhutla Kalteng

Kamis, 17 September 2026 - 14:36 WIB

Gubernur Agustiar Sabran Salurkan 4.000 Paket Sembako untuk Aparatur Pemprov Kalteng

Berita Terbaru

Tim Satgas Gabungan melakukan pemadaman dan pengendalian kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah sebagai bagian dari penanganan darurat karhutla, Sabtu (27/9/26).

Palangkaraya

Karhutla Kalteng Masih Kritis, 13.435 Personel Gabungan Dikerahkan

Minggu, 27 Sep 2026 - 22:20 WIB