Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

- Jurnalis

Sabtu, 26 September 2026 - 05:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran. (Istimewa)

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran. (Istimewa)

1TULAH.COM-Kesenjangan pembangunan infrastruktur jalan di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) masih menjadi perhatian serius parlemen daerah. Perbedaan kualitas yang mencolok antara jalan provinsi dengan jalan kabupaten/kota dinilai memicu ketimpangan pelayanan publik, terutama bagi masyarakat di wilayah pelosok.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Maryani Sabran, menilai luasnya wilayah Bumi Tambun Bungai tidak boleh dijadikan alasan oleh pemerintah untuk mengabaikan aksesibilitas masyarakat di daerah pedalaman, pesisir, perbatasan, hingga wilayah terpencil.

“Kalteng ini wilayahnya memang luas. Tapi jangan sampai karena luas wilayah, masyarakat di pedalaman, pesisir, perbatasan, dan daerah terpencil justru menerima pelayanan publik yang lebih rendah,” tegas Maryani, Selasa (22/9/2026).

Data Kemantapan Jalan Kabupaten/Kota Masih Rendah

Legislator dari Fraksi PDI Perjuangan ini menyoroti data kemantapan jalan kabupaten/kota di seluruh Kalteng yang angkanya masih memprihatinkan. Dari total panjang jalan kabupaten/kota yang mencapai sekitar 14.565,03 kilometer, baru 38,44 persen saja yang masuk kategori mantap.

Baca Juga :  Menteri P2MI Mukhtarudin Dorong Pemda dan Perguruan Tinggi Kalteng Siapkan SDM Unggul Siap Kerja di Luar Negeri

“Kalau melihat datanya, dari sekitar 14.565 kilometer jalan kabupaten/kota, yang mantap baru 38,44 persen. Artinya masih ada sekitar 61,56 persen yang kondisinya belum mantap,” papar Maryani.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar akses jalan daerah masih memerlukan penanganan ekstra dan anggaran perbaikan yang masif agar layak dilintasi secara aman dan nyaman.

Jalan Rusak Hambat Pertumbuhan Ekonomi Daerah

Lebih lanjut, Maryani menegaskan bahwa keberadaan jalan yang memadai tidak hanya berdampak pada kenyamanan mobilitas warga, tetapi juga menjadi urat nadi perekonomian daerah. Akses jalan yang rusak parah terbukti menghambat rantai pasok dan distribusi barang, serta mempersulit petani maupun produsen lokal membawa hasil panen menuju pasar.

“Jalan itu bukan hanya soal orang bisa lewat atau tidak. Ini berkaitan dengan distribusi barang, mobilitas masyarakat, sampai bagaimana hasil produksi dari daerah bisa dibawa dan dijual ke pasar,” jelasnya.

Baca Juga :  Ribuan Warga Murung Raya Terima Bantuan Program Kartu Huma Betang Sejahtera

Menurutnya, pemerataan kualitas jalan merupakan kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif di seluruh pelosok Kalimantan Tengah.

Desak Prioritas Anggaran ke Wilayah Terpencil

Guna mengatasi persoalan ini, DPRD Kalteng meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama pemerintah kabupaten/kota untuk bersinergi menyusun prioritas pembangunan berbasis data dan kondisi riil di lapangan.

Maryani berharap alokasi anggaran infrastruktur ke depan lebih banyak diarahkan ke wilayah-wilayah yang mengalami kesenjangan tinggi, sehingga pembangunan tidak hanya terpusat di kawasan perkotaan atau daerah yang mudah dijangkau.

“Bagaimana kita bisa bicara pertumbuhan ekonomi kalau jalan yang menjadi urat nadi distribusi barang dan mobilitas masyarakat masih belum layak,” pungkasnya. (Ingkit)

Berita Terkait

Pihak Ferdy Sambo Bantah Temuan Ombudsman Soal Fasilitas Sel Mewah di Lapas Cibinong
Legislator Tajeri Imbau Masyarakat Extra Waspada saat Beraktivitas di Sungai Barito
Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an
Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi
DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang
Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks
Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus
Gandeng BRIN dan Ilmuwan, BPGMN Siapkan AI dan Teknologi Water Injection Cegah Karhutla
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 26 September 2026 - 05:15 WIB

Soroti Kesenjangan Infrastruktur, DPRD Kalteng sebut 61 Persen Jalan Kabupaten/Kota Belum Mantap

Sabtu, 26 September 2026 - 05:04 WIB

Pihak Ferdy Sambo Bantah Temuan Ombudsman Soal Fasilitas Sel Mewah di Lapas Cibinong

Jumat, 25 September 2026 - 17:37 WIB

Legislator Tajeri Imbau Masyarakat Extra Waspada saat Beraktivitas di Sungai Barito

Jumat, 25 September 2026 - 16:30 WIB

Heriyus: MTQ XI Harus Jadi Momentum Mengamalkan Nilai Al-Qur’an

Jumat, 25 September 2026 - 16:10 WIB

Diduga Peras Indomaret hingga Minta Diskon Rumah 70 Persen, Bupati Gowa Jadi Tersangka Korupsi

Jumat, 25 September 2026 - 13:45 WIB

DPRD Kalteng Minta Pelayanan Kesehatan di Wilayah Terpencil Diprioritaskan, Jarak Jangan Jadi Penghalang

Jumat, 25 September 2026 - 13:19 WIB

Komdigi Pastikan Surat Pemadaman Internet Nasional 25–27 September 2026 Adalah Hoaks

Jumat, 25 September 2026 - 06:10 WIB

Usut Pungli Rp150 Ribu dan Fasilitas Mewah di Lapas Cibinong, Ditjenpas Jabar Turunkan Tim Khusus

Berita Terbaru