Gak Kaya Beli Mobil, Bos BUMN Bongkar Rumitnya Pengadaan Alutsista

- Jurnalis

Jumat, 12 Januari 2024 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Alutsista ( Sumber: Instagram reviewsista)

Alutsista ( Sumber: Instagram reviewsista)

1TULAH.COM – Pengadaan alat utama sistem pertahanan (alutsista) bukanlah hal mudah. Ada banyak fase yang harus dilalui.
Menurut Direktur Utama PT Len Industri (Persero) Bobby Rasyidin, secara teknis alutsista yang digunakan negara lain belum tentu akan cocok digunakan di Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa perlu diperhatikan spesifikasi teknis (spectec) yang diperlukan oleh tentara Indonesia. Selain itu, harus diperhatikan juga terkait operational requirements (oprec) atau persyaratan operasinya.
Menurutnya, persoalan tersebut tak bisa digarap dalam sehari-dua hari.

Baca Juga :  Bandara Soekarno-Hatta Ditutup Sementara Akibat Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, 33 Penerbangan Terdampak

“Itu bisa setahun bisa dua tahun, pesawat apa yang cocok buat Indonesia, ada nggak infrastrukturnya pendukungnya, ada nggak kru yang bisa langsung on board ke sana, bagaimana kru pendukungnya, bagaimana karakteristik ancaman yang ada di Indonesia. Itu dipelajari semua lahirnya spectec dan oprec,” ucapnya dalam acara Membangun Kekuatan Pertahanan di Kawasan Regional yang disiarkan Youtube Media Center Indonesia Maju, Jumat (12/1/2024).

Selain itu, komunikasi dengan pabrikan. Dia mengungkapkan, komunikasi dengan pabrikan tidak seperti membeli mobil. dalam proses pengadaan harus mencocokkan dengan sistem agar sesuai dengan mesin yang diinginkan.

Baca Juga :  Komisi II DPRD Kalteng Dorong Hilirisasi Perikanan demi Kesejahteraan Nelayan

“Ini kan semua customize, makanya kalau kita bicara pengadaan alutsista itu sendiri, itu diskusinya bisa hampir sama panjang, sama lama dengan production-nya sendiri,” ucapnya.

Dia juga mengaku bahwa kebijakan di Indonesia yang tak berpihak atau non blok membuat Indonesia tidak mudah membeli alutsista.

“Kita butuhkan yang namanya power of diplomasi,” tuturnya.

Penulis : Laili Rukhmina

Berita Terkait

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah
Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah
Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg
DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik
Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris
Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK
Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga
Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 13:03 WIB

Pemkab Mura-BPN Perkuat Integrasi Data Pertanahan dan Keuangan Daerah

Jumat, 11 September 2026 - 06:05 WIB

Kejagung Kantongi Bukti Pemerasan dan Sita Uang Tunai dalam Kasus TPPU Febrie Adriansyah

Jumat, 11 September 2026 - 05:57 WIB

Pemerintah Cairkan Bansos Beras Tahap 2 Alokasi Juli–September 2026: Setiap KPM Terima 30 Kg

Kamis, 10 September 2026 - 18:48 WIB

DPRD Kalteng Matangkan Raperda Pertanahan, Lembaga Adat Jadi Garda Terdepan Resolusi Konflik

Kamis, 10 September 2026 - 16:51 WIB

Persidangan Korupsi Kuota Haji: Yaqut Pertanyakan Foto Prabowo dan Fuad Hasan Masyhur di Paris

Kamis, 10 September 2026 - 15:10 WIB

Aturan Baru Menkomdigi Larang Kuota Hangus Diprotes, Dinilai Tak Sesuai Putusan MK

Kamis, 10 September 2026 - 09:54 WIB

Pesan Presiden Prabowo di GBK: Bersaing dan Kritik Boleh, Tapi Tetap Rukun Berkeluarga

Kamis, 10 September 2026 - 08:26 WIB

Bukan Cuma Kemarau, Ini Penyebab Karhutla Berulang dan Kian Parah di Indonesia

Berita Terbaru