Wkwkwk…. Cawapres Gibran Keceplosan Sebut Asam Sulfat Bermanfaat untuk Bumil, Eh, Ternyata Ini yang Benar

- Jurnalis

Selasa, 5 Desember 2023 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Selvi Ananda tertunduk saat suaminya Gibran Rakabuming Raka menjelaskan tentang kontroversi asam sulfat ke wartawan di Jakarta, Senin (4/12/2023). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

Selvi Ananda tertunduk saat suaminya Gibran Rakabuming Raka menjelaskan tentang kontroversi asam sulfat ke wartawan di Jakarta, Senin (4/12/2023). [Suara.com/Novian Ardiansyah]

1TULAH.COM-Himpunan Pengetahuan Umum (HPU) yang dimiliki oleh Gibran Rakabuming Raka sempat menjadi bahan tertawaan warganet dan jurnalis.

Pasalnya, dalam sebuah wawancara dengan para pegiat media sosial Calon Wakil Presiden (Capres) dari Prabowo Subianto ini dengan percaya dirinya (Pede) berbicara tentang asupan nutrisi yang dibutuhkan oleh ibu hamil (Bumil) untuk mencegah stunting pada bayi/anak.

Dalam kesempatan ini Gibran menyebutkan tentang istilah asam sulfat. Belakangan setelah sempat viral, istilah tersebut langsung diklarifikasinya dan menyebutkan bahwa yang dimaksudkannya adalah asam folat.

Duh…segitunya HPU yang dimiliki Cawapres termuda ini.

Selvi Ananda hanya tertunduk saat suaminya Gibran Rakabuming Raka menjelaskan tentang kontroversi asam sulfat untuk ibu hamil kepada wartawan di Jakarta, Senin (4/12/2023).

Selvi, yang suaminya mencalonkan diri sebagai wakil presiden bersama capres Prabowo Subianto itu, lebih banyak menundukkan wajah saat Gibran ditodong wartawan untuk menjelaskan asam sulfat di kawasan GBK.

Sebelum wartawan bertanya soal asam sulfat, Selvi tampak berjalan di belakang Gibran sembari sesekali melempar senyum pada warga yang menyapa.

Setelahnya ia masih berjalan dengan tatapan ke depan saat Gibran diwawancarai. Tetapi ketika wartawan mulai bertanya soal asam sulfat, Selvi langsung menundukkan wajahnya sembari memegang bibir.

Baca Juga :  Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Hampir di sepanjang wawancara, ibu Jan Ethes itu tampak menundukkan wajah sembari berjalan di belakang Gibran sang suami. Ia menengadahkan wajah, ketika wartawan mulai beralih ke pertanyaan lain.

Gibran minta maaf

Dalam wawancara itu, Gibran akhirnya minta maaf soal asam sulfat. Ia mengaku keliru dan bermaksud berbicara soal asam folat sebagai nutrisi ibu hamil untuk mencegah stunting.

“Apa sih saya kemarin nyebutnya?” kata Gibran merespons pertanyaan wartawan soal asam sulfat.

“Asam sulfat,” jawab jurnalis. Mendengar jawaban itu, Gibran langsung menyampaikan permohonan maaf.

“Mohon maaf, mohon dikoreksi, ya,” ucapnya.

Kemudian, awak media kembali menanyakan pernyataan apa yang seharusnya disampaikan Gibran terkait program untuk ibu hamil. Alih-alih menjawab, Gibran malah bertanya balik.

“Ya saya nanya, apa?” tanya Gibran.

Salah satu jurnalis kemudian membantu Gibran dengan menjawab asam folat. Setelah itu, putra sulung Presiden Joko Widodo atau Jokowi tersebut baru bisa menjawab.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

“Asam folat,” jawab Gibran.

Akhirnya, Gibran menyadari bahwa apa yang ia ucap itu keliru. “Kemarin saya nyebutnya apa? Asam sulfat? Sorry, sorry, ya, maaf, mohon dikoreksi,” terang Gibran.

Asam Sulfat untuk ibu hamil

Kontroversi asam sulfat dimulai ketika Gibran berbicara dalam dialog dengan sejumlah influencer di kawasan Senopati, Jakarta Selatan, Minggu (3/12/2023). Yang dibahas adalah Indonesia Emas 2045.

Untuk mewujudkannya, Gibran menganggap penting untuk menyiapkan generasi masa depan sedari dini. Karena itu, Gibran dengan pasangan capresnya yakni Prabowo Subianto telah menyiapkan sejumlah program di Pilpres 2024.

Salah satunya ialah pembagian susu gratis bagi para pelajar. Lalu, keduanya juga menyiapkan Kartu Indonesia Sehat (KIS) khusus ibu dan anak. Kartu itu sengaja dibuat Gibran untuk dapat memonitor tumbuh kembang anak bahkan ketika masih di dalam kandungan.

“Lalu ketika hamil harus dicek dia misalnya asam sulfat, yodiumnya terpenuhi enggak, ketika anaknya lahir sampai 2 tahun ASI-nya terpenuhi gak, berat badannya tinggi badannya oke enggak,” kata Gibran percaya diri. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 14:35 WIB

Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru