Para Cowok Kudu Tahun Nih! Seputar Keperawanan Wanita, Antara Mitos atau Fakta

- Jurnalis

Kamis, 22 Juni 2023 - 11:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi keperawanan. (Freepik/pikisuperstar)

ilustrasi keperawanan. (Freepik/pikisuperstar)

1TULAH.COM-Berbagai mitos seputar keperawanan perempuan, masih menjadi isu menarik dalam sebuah keluarga di Indonesia yang masih memelihara erat adat-istiadat ketimuran.

Padahal, banyak sekali mitos yang disematkan pada keperawanan perempuan ini. Sehingga kerap kali memunculkan sterotip atau prasangka-pransangka yang tidak berdasar terhadap seorang perempuan.

Soal mitos dan fakta ilmiah seputar keperawanan ini, para cowok kudu tahu, terutama bagi para remaja. Melalui jalur pendidikan, seputar keperawanan ini harus benar-benar dijelaskan secara objektif dan gambalang.

Konsep keperawanan sangat lekat kaitannya dengan kehidupan wanita Indonesia. Bahkan, tes keperawanan masih dibutuhkan untuk bisa masuk ke beberapa institusi penting di negara ini.

Sayangnya, kepentingan tersebut tidak dibarengi dengan pengetahuan masyarakat yang mumpuni tentang fakta dan mitos keperawanan wanita.

Melansir dari laman Halodoc, berikut ini adalah mitos-mitos tentang keperawanan wanita yang masih banyak beredar di tengah masyarakat berserta dengan fakta ilmiah di baliknya.

  1. Selaput dara robek artinya sudah berhubungan seksual

Ada banyak sekali hal-hal yang dapat menyebabkan perubahan bentuk selaput dara wanita, tidak hanya karena penetrasi seksual saja. Berikut ini merupakan sejumlah contohnya seperti menunggang kuda, mengendarai sepeda, memanjat pepohonan, senam, berdansa, bermain halang rintang, bahkan penggunaan tampon.

Baca Juga :  DPRD Kalteng: Pembangunan Inklusif 2026 Adalah Kunci Kesejahteraan Merata

Kamu juga butuh untuk mengetahui jika ada beberapa perempuan mungkin saja sudah melalui proses penetrasi vagina tanpa melakukan berhubungan seksual. Prosedur medis seperti misalnya pemeriksaan USG transvaginal ataupun menjalani langkah pencegahan kanker serviks dengan menggunakan pap smear juga membutuhkan penetrasi ke vagina menggunakan peralatan medis.

  1. Operasi selaput dara bisa mengembalikan keperawanan

Sebagian orang bahkan rela menjalani operasi selaput dara demi bisa mengembalikan keperawanannya. Jadi, apa sih sebenarnya keperawanan itu? Perempuan yang selaput daranya belum sobek ataupun perempuan yang belum pernah sama sekali melakukan hubungan seksual?

Apapun itu, secara biologis kita sudah mengetahui bahwa istilah sobeknya selaput dara tidaklah tepat. Di dunia kedokteran internasional, operasi rekontruksi sendiri masih seringkali menjadi perdebatan. Secara medis, prosedur ini tidak memberikan manfaat apapun dan juga dilakukan dengan dasar norma sosial serta budaya.

  1. Semua perempuan pasti punya selaput dara
Baca Juga :  Kapolri Ungkap Penahanan Roy Suryo dan Tifauzia Sudah Sesuai Prosedur

Berbeda halnya dengan kepercayaan banyak orang, tidak semua perempuan mempunyai selaput dara. Perempuan yang tidak mempunyai selaput dara pun umumnya tidak akan merasakan gejala apapun. Sebab, selaput dara sendiri bukanlah organ penting yang mempunyai fungsi khusus di dalam tubuh.

Jadi, apabila seorang perempuan lahir tanpa memiliki selaput dara, apakah ia bisa disebut tidak perawan? Tentu saja tidak.

  1. Selaput dara yang rapat menandakan keperawanan

Tahukah kamu apabila selaput dara perempuan tidaklah benar-benar tertutup? Dalam kondisi yang normal, selaput dara memang mempunyai lubang berbentuk seperti bulan sabit. Selaput dara yang terlalu rapat atau bahkan benar-benar tertutup, justru menandakan adanya sebuah kelainan.

Selaput dara yang tertutup seluruhnya yang menghalangi vagina disebut dengan istilah hymen imperforata. Kondisi inilah yang menyebabkan darah menstruasi tidak dapat keluar dari dalam vagina, dan membuat penderitanya mengalami sakit punggung serta sakit perut setiap kali menstruasi akibat dari tumpukan gumpalan darah menstruasi.

Nah, itulah tadi beberapa hal mengenai mitos dan fakta seputar keperawanan, semoga bermanfaat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!
Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas
KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA
Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!
Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal
Fraksi Demokrat DPRD Kalteng Terima Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025, Beri Catatan Kritis Soal SILPA dan BUMD
Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!
Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:20 WIB

32 Calon Manajer Koperasi yang Hamil Dipulangkan Kemhan, Status Tidak Gugur!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:52 WIB

Presiden Prabowo Minta Kasus Penganiayaan Yuvita Diusut Tuntas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:49 WIB

KPK Periksa 6 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Izin Tinggal WNA

Sabtu, 27 Juni 2026 - 14:33 WIB

Bungkam Keraguan, Timnas Jepang Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026 Tanpa Kekalahan!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:40 WIB

Gara-gara Ucapan ‘Terima Kasih Adikku Sayang’, Caddy Golf di Tangerang Jadi Korban Penganiayaan Brutal

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:37 WIB

Korban Tewas Gempa Dahsyat Venezuela Tembus 589 Jiwa, Ratusan Gempa Susulan Masih Mengancam!

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:36 WIB

Kuasai 80 Persen UMKM, Perempuan Didorong Dobrak Keterbatasan Sektoral

Sabtu, 27 Juni 2026 - 03:27 WIB

Mitos ‘Baseload’ Runtuh: IESR Sebut PLTU Kini Sama Tidak Stabilnya dengan Energi Hijau

Berita Terbaru