GoTo PHK Massal Sekitar 600 Karyawan, Begini Alasannya

- Jurnalis

Jumat, 10 Maret 2023 - 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 600 karyawan. Sumber foto : suara.com

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mengumumkan kembali melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) kepada 600 karyawan. Sumber foto : suara.com

1TULAH.COM – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) umumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) kepada sekitar 600 karyawan, Jumat (10/3).

Jumlah tersebut lebih rendah dari PHK November 2022 lalu yang mencapai 1.300 karyawan.

Manajemen GoTo mengatakan PHK kali ini merupakan 5,6 persen dari total karyawan GoTo. Di mana per 30 September 2022, tercatat karyawan GoTo sebanyak 10.541 orang.

Langkah ini adalah salah satu bagian dari pembaruan strategi untuk membangun perusahaan yang berkelanjutan.

Langkah itu diharapkan mampu menghadirkan layanan berkualitas tinggi di seluruh ekosistem Perseroan.

Baca Juga :  Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober

Sekaligus menghindari adanya duplikasi fungsi dalam unit bisnis; peninjauan kembali prioritas dan akan mengurangi skala usaha atau menunda kegiatan bisnis serta inisiatif yang bukan merupakan layanan inti.

Seperti mengurangi beberapa bagian dari layanan Mitra Tokopedia; serta memanfaatkan lebih banyak sistem teknologi dalam mempercepat eksekusi, mengurangi proses manual dan margin of error serta meningkatkan layanan.

“Langkah-langkah penyesuaian tersebut akan memengaruhi sekitar 600 posisi di seluruh ekosistem Perseroan. Seluruh karyawan yang terdampak akan memperoleh dukungan dari Perseroan selama masa transisi dimana dukungan yang diberikan akan lebih dari yang diwajibkan oleh peraturan dan perundang-undangan yang berlaku, dan mencakup dukungan finansial, karier, dan kesejahteraan,” papar manajemen GOTO.

Baca Juga :  Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Ditegaskan, langkah ini tidak akan memengaruhi layanan yang diberikan GoTo kepada konsumen, mitra pengemudi, dan pedagang. (Nova Eliza Putri)

Artikel ini pertama kali tayang di suara.com, dengan judul Lagi, GOTO PHK 600 Karyawan

Berita Terkait

Harga Cabai Melonjak Akibat Kemarau dan Masa Transisi Panen, Diperkirakan Pulih Oktober
Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)
KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%
Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?
Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil
Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara
Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen
99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 07:59 WIB

Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Kamis, 17 September 2026 - 12:07 WIB

KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Rabu, 16 September 2026 - 09:40 WIB

Minyak Mentah Tembus US$100, Siap-siap Harga Pertamax Naik Jadi Rp20 Ribu?

Selasa, 15 September 2026 - 14:07 WIB

Momen Sertijab Menkeu: Pidato Singkat Purbaya dan Pesan Apresiasi dari Suahasil

Selasa, 15 September 2026 - 12:13 WIB

Keretakan Internal Kemenkeu di Balik Copotnya Purbaya Yudhi Sadewa dan Penunjukan Suahasil Nazara

Rabu, 9 September 2026 - 09:49 WIB

Rupiah Menguat ke Level Rp17.550 per Dolar AS, Pasar Nanti Data Kepercayaan Konsumen

Minggu, 6 September 2026 - 16:55 WIB

99 Persen Pembobolan Bank Berawal dari Social Engineering, Kemenhub dan Pakar Wanti-Wanti Hal Ini

Rabu, 19 Agustus 2026 - 12:35 WIB

Geger Isu Pertemuan Kaltim: Benarkah Haji Isam Bakal Borong Saham Mayoritas BYAN?

Berita Terbaru