KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

- Jurnalis

Kamis, 17 September 2026 - 12:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Novian)

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal. (Suara.com/Novian)

1TULAH.COM-Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) bersama Partai Buruh resmi mengusulkan kenaikan upah minimum tahun 2027 pada kisaran 7,5 persen hingga 9,5 persen. Usulan ini mencakup Upah Minimum Provinsi (UMP), Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK), hingga upah minimum sektoral.

Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyampaikan bahwa draf usulan ini disosialisasikan lebih awal mengingat penetapan UMP 2027 dijadwalkan pada 1 November 2026, disusul penetapan UMK dan upah minimum sektoral pada 10 November 2026.

“KSPI dan Partai Buruh mengusulkan kenaikan upah minimum 2027, baik UMP maupun UMK, berada pada kisaran 7,5 persen sampai dengan 9,5 persen. Angka ini akan kami perjuangkan dalam Dewan Pengupahan dan melalui berbagai jalur konstitusional,” tegas Said Iqbal dalam keterangan resminya, Kamis (17/9/2026).

Baca Juga :  Desakan Sanksi Terberat untuk Korporasi Penyebab Karhutla

Tiga Komponen Utama Formula Perhitungan

Dalam merumuskan besaran kenaikan upah minimum 2027, KSPI dan Partai Buruh mengacu pada tiga komponen utama, yaitu:

  1. Rata-rata inflasi nasional secara tahunan (year-on-year)

  2. Rata-rata pertumbuhan ekonomi nasional

  3. Indeks tertentu (alpha)

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2026, rentang indeks tertentu ditetapkan antara 0,5 hingga 0,9. KSPI memilih batas tertinggi, yaitu 0,9, sebagai landasan perhitungan.

Perhitungan sementara ini memanfaatkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) periode Oktober 2025 hingga Agustus 2026—mengingat data lengkap September 2026 masih menunggu rilis resmi. Data tersebut mencatat:

  • Rata-rata Inflasi Nasional: 3,20%

  • Rata-rata Pertumbuhan Ekonomi Nasional: 5,43%

Melalui kalkulasi menggunakan indeks 0,9, diperoleh angka kenaikan rata-rata nasional sebesar 7,7 persen. Angka ini kemudian dijadikan dasar penetapan batas bawah usulan sebesar 7,5 persen untuk mengantisipasi wilayah yang memiliki pertumbuhan ekonomi di bawah rata-rata nasional.

Baca Juga :  Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Pertimbangkan Disparidad Ekonomi Antardaerah

Said Iqbal menekankan bahwa rentang usulan 7,5 persen hingga 9,5 persen sengaja disusun fleksibel karena kondisi perekonomian, inflasi, serta pertumbuhan di tiap daerah berfluktuasi secara signifikan.

Wilayah / Komparasi Kondisi Perekonomian
Antarprovinsi Perekonomian Jawa Barat berbeda dengan Maluku Utara.
Antarkabupaten/Kota Karakteristik ekonomi Kabupaten Bekasi berbeda dengan Kabupaten Gresik.

Atas dasar disparitas indikator ekonomi tersebut, pihak buruh memilih tidak menetapkan satu angka tunggal secara seragam, melainkan sebuah rentang proporsional agar penyesuaian upah di tingkat daerah tetap objektif dan relevan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono
Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat
Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan
Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis
Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan
Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida
Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri
Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 13:23 WIB

Menteri HAM Natalius Pigai Dorong Restorative Justice untuk Film “Pesta Babi” Dandhy Laksono

Minggu, 1 November 2026 - 10:47 WIB

Buntut Video Viral di Terminal Kedamin, Kapolres Kapuas Hulu Siap Jalankan Hukum Adat

Minggu, 1 November 2026 - 08:19 WIB

Soal Putusan MA Batalkan Suket SMA Gibran, Gerindra: Hormati Proses Hukum dan Minta Kemenkeu/Kementerian Terkait Beri Penjelasan

Minggu, 1 November 2026 - 07:28 WIB

Peluang Indonesia Bertahan di Emerging Market MSCI Capai Di Atas 50 Persen, BEI Makin Optimistis

Minggu, 1 November 2026 - 02:02 WIB

Pemkab Barito Selatan Salurkan Bansos dan Cadangan Pangan untuk Tiga Desa di Dusun Selatan

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:32 WIB

Pemkab Mura Dukung Peningkatan Kinerja Jamkrida

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 22:27 WIB

Kukuhkan ABPEDNAS Mura, Heriyus Harapkan Desa Semakin Kuat dan Mandiri

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 12:49 WIB

Kalteng Mulai Hujan, Relawan Karhutla Palangka Raya Tetap Waswas Sisa Titik Api

Berita Terbaru