1TULAH.COM-Undang-undang dan hukum yang mengatur penistaan Agama dan Kitab Suci di Negara Pakistan memang sangat berat dan tegas. Namun, apa yang terjadi dengan Waris ini, mendapat sorotan dan kritik tajam para pendukung HAM.
Pasalnya, pelaku yang disebutkan telah melakukan penistaan terhadap Kitab Suci Al Qur’an ini, justru tewas digantung massa, sebelum adanya putusan pengadilan di Negara setempat.
Bekas pengrusakan sebuah kantor polisi Pakistan yang diamuk massa hari Sabtu (11/2/2023) masih terlihat.
Ratusan warga Muslim merangsek kantor polisi itu, menyeret seorang tersangka penistaan kitab suci Al-Qur’an keluar dari sel dan menggantungnya.
Perwira polisi senior Babar Sarfaraz Alpa mengatakan seorang laki-laki yang hanya diidentifikasi sebagai Waris, telah ditahan polisi karena menodai halaman-halaman salinan kitab suci Al-Qur’an.
Ia mengatakan Waris, yang berada di daerah pedesaan Nankana, menempelkan gambar dirinya, istrinya dan sebilah pisau di beberapa halaman Al-Qur’an, memajangnya, dan kemudian melemparkannya.
Anggota komite perdamaian di Nankana Sahib, Syed Zahid Hussain Kazami pada hari Minggu (12/2/2023) mengatakan, “Negara kami memiliki undang-undang dan institusi, jadi insiden ini seharusnya tidak terjadi. Kami mengutuk yang telah dilakukan Waris.”
Sejumlah karyawan di National Incubation Center, pusat pengembangan start-up di Lahore, Pakistan sedang bekerja menggunakan internet, 24 Mei 2019.
Pemerintah Pakistan pada 4 Februari 2023 memblokir situs ensiklopedia gratis Wikipedia karena dianggap memuat konten menghujat.
Alpa mengatakan ratusan warga yang marah menyerbu kantor polisi Warburton, di mana sebagian pengunjuk rasa menggunakan tangga kayu untuk memanjat tembok, dan membuka gerbang utama bagi massa yang menunggu di luar.
Massa kemudian menggeledah seluruh kantor polisi dan menyeret Waris keluar dari selnya. Berdasarkan hukum di Pakistan, penistaan agama dapat diganjar hukuman mati.
Kelompok-kelompok HAM internasional mengatakan tuduhan penistaan agama kerap digunakan untuk mengintimidasi agama minoritas dan menyelesaikan masalah pribadi.
Pemerintah Pakistan telah lama berada di bawah tekanan, untuk mengubah undang-undang penistaan agama, sesuatu yang sangat ditentang para Islamis.
Perdana Menteri Shahbaz Sharif mengutuk insiden itu dan meminta agar kepala polisi Punjab, segera mengambil tindakan terhadap petugas polisi yang gagal melindungi tersangka dalam tahanan. (Sumber: suara.com)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)



















![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


