Tak Sampai 2 Jam, Polisi Tangkap Pelaku Penggelapan Motor Ojol di Tanjung Priok

- Jurnalis

Rabu, 24 Juni 2026 - 15:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

Ilustrasi ditangkap polisi (sumber: suara.com)

1TULAH.COM – Satuan Reserse Kriminal Polres Pelabuhan Tanjung Priok berhasil menangkap seorang pria berinisial WS yang diduga melakukan penggelapan sepeda motor milik pengemudi ojek online (ojol) asal Tambun, Kabupaten Bekasi.

Pelaku diamankan hanya sekitar dua jam setelah melancarkan aksinya di kawasan Jalan Pelabuhan Nusantara II, Tanjung Priok, Jakarta Utara.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Aris Wibowo menjelaskan penangkapan dilakukan di wilayah Pademangan, Jakarta Utara, setelah polisi melakukan penyelidikan cepat berdasarkan keterangan korban.

Baca Juga :  Gagalkan Penyelundupan 1,6 Ton Ketamin dari Malaysia, Sufmi Dasco Apresiasi Kerja Cepat Polri dan BNN

Selain mengamankan pelaku, petugas juga berhasil menyita sepeda motor milik korban yang belum sempat dijual.

Kasus ini terungkap saat korban berinisial S berada di depan Kantor Kesehatan Pelabuhan dan menceritakan kejadian yang dialaminya kepada anggota kepolisian.

Setelah menerima laporan tersebut, tim Satreskrim langsung melakukan penyisiran dan analisis untuk melacak keberadaan pelaku.

Menurut Aris, peristiwa bermula ketika korban menerima pesanan perjalanan dari pelaku di kawasan Stasiun Tambun menuju Pelabuhan Muara Baru.

Sesampainya di lokasi, pelaku meminta bergantian mengendarai motor dan kemudian mengajak korban menuju kawasan Pelabuhan Tanjung Priok dengan alasan ingin menemui rekannya.

Baca Juga :  DPD PAN Mura ‘Serbu’ CFD Puruk Cahu, Warga Rebutan Masker dan Vitamin C Gratis

Setibanya di depan Kantor Kesehatan Pelabuhan, pelaku meminta korban turun dari kendaraan dengan dalih menjemput seseorang.

Namun, pelaku justru membawa kabur sepeda motor beserta tas korban yang berisi dompet, SIM, STNK, dan telepon genggam.

Saat ini, pelaku telah ditahan dan dijerat dengan pasal penipuan dan/atau penggelapan yang ancaman hukumannya mencapai empat tahun penjara.

Penulis : Laili R

Berita Terkait

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Berita Terbaru