Tidak Hanya Picu Kemarahan Umat Islam, Penghinaan Nabi Muhammad di India Juga Dikecam Negara Arab

- Jurnalis

Selasa, 7 Juni 2022 - 10:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Politisi Nupur Sharma.foto NET

Politisi Nupur Sharma.foto NET

1TULAH.COM– Ulah politisi Nupur Sharma yang menghina Nabi Muhammad di India, tidak hanya menuai kemarahan dari umat Islam setempat. Berbagai gelombang protes hingga gejolak sempat mencuat sepekan belakangan.

Negara di jazirah Arab pun tidak kalah merasa gerahnya. Beberapa di antaranya bahkan melontarkan kecaman, hingga pemanggilan duta besar. Hal ini dapat berdampak serius bagi hubungan India dengan mitra bisnisnya dari Negara Arab.

India menghadapi kemarahan sejumlah negara mitra menyusul komentar kontroversial yang dibuat oleh dua anggota partai yang berkuasa di negara itu tentang Nabi Muhammad.

Juru bicara Partai Nasionalis Hindu Bharatiya Janata Party (BJP), Nupur Sharma, sebelumnya jadi sasaran kemarahan umat Islam usai melontarkan kontroversi dalam debat terbuka pada April lalu.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

India kini dihadapkan dengan kerusuhan menyusul kemarahan umat Islam di negara tersebut, meski Kedua pemimpin telah mengeluarkan permintaan maaf public, dan partai telah menangguhkan Sharma dan mengusir Kepala Informasi Partai yang sama, Naveen Jindal.

“BJP mengecam keras penghinaan terhadap tokoh agama apa pun dari agama apa pun. BJP juga menentang ideologi apa pun yang menghina atau merendahkan sekte atau agama apa pun. BJP tidak mempromosikan orang atau filosofi seperti itu,” tulis keterangan resmi terkait dikutip dari BBC.

Baca Juga :  Muktamar ke-35 NU Resmi Dibuka, Presiden Prabowo Tegaskan Tak Intervensi

Sejumlah pengamat mengatakan komentar Sharma dan Jindal mencerminkan polarisasi agama yang mendalam yang telah disaksikan negara itu selama beberapa tahun terakhir.

Ujaran kebencian dan serangan terhadap Muslim meningkat tajam sejak BJP berkuasa pada 2014.

Permintaan maaf India nampaknya tidak cukup meredam kemarahan sejumlah pihak, termasuk negara mitra seperti Kuwait, Qatar dan Iran yang memanggil duta besar India untuk  menyampaikan kemarahan mereka. Bahkan, kini Arab Saudi turut memberikan peringatan keras kepada India. (Dikutip dari suara.com)

 

 

Berita Terkait

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU
Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar
Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman
Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran
Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391
Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset
Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan
DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 09:18 WIB

Profil Gus Kikin, Cicit KH Hasyim Asy’ari yang Kini Resmi Memimpin PBNU

Senin, 31 Agustus 2026 - 20:01 WIB

Larangan Membakar Lahan Bukan Hapus Tradisi, Politisi Golkar di DPRD Kalteng Ini Minta Peladang Adat Beralih ke Metode Tanpa Bakar

Senin, 31 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Presiden Prabowo Minta Syarat Rekrutmen TNI Buka Privilese untuk Suku Dayak Pedalaman

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:05 WIB

Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:13 WIB

Karhutla Mengamuk di Kalimantan dan Sumatera: Titik Panas Kalteng Melonjak Tembus 5.391

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:05 WIB

Tak Hanya Korupsi, Ini 13 Jenis Kejahatan yang Masuk Draf RUU Perampasan Aset

Minggu, 30 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Soal Praperadilan Lodewyk Pusung, Kejagung Tekankan Batas Waktu Pengajuan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 15:14 WIB

DPRD Kalteng Tata Ulang Pos Hibah APBD 2027, Anggaran Dialihkan ke Belanja Modal

Berita Terbaru