Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR

- Jurnalis

Jumat, 18 September 2026 - 08:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Istri jurnalis Merdeka.com yang hilang kontak, Arie Basuki, Yanti, menangis usai pertemuan dengan tim SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Foto:Suara.com

Istri jurnalis Merdeka.com yang hilang kontak, Arie Basuki, Yanti, menangis usai pertemuan dengan tim SAR gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, Kamis (17/9/2026). Foto:Suara.com

1TULAH.COM-Isak tangis tak membendung menyelimuti pertemuan antara keluarga korban dengan Tim SAR Gabungan di Carita, Pandeglang, Banten, pada Kamis (17/9/2026). Kesedihan mendalam tampak jelas raut wajah Yanti, istri dari jurnalis Merdeka.com Arie Basuki, yang tak kuasa menahan air mata usai mendengarkan pemaparan resmi mengenai penghentian operasi pencarian.

Keluarga dari lima jurnalis dan tiga awak kapal cepat (KM Arupadatu I) larut dalam suasana duka setelah pihak berwenang menyampaikan bahwa upaya pencarian skala besar di perairan Selat Sunda telah dihentikan secara resmi.

Tangis Haru Keluarga Usai Evaluasi Tim SAR Gabungan

Pertemuan yang berlangsung di Carita tersebut menjadi momen paling emosional bagi para keluarga korban. Setelah 10 hari menanti kepastian dengan penuh harap, keputusan berat harus diambil oleh otoritas terkait.

Rombongan yang terdiri atas lima jurnalis foto dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak sejak Senin (7/9/2026) saat menjalankan tugas peliputan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga :  Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Pimpin Paripurna Penyerahan Raperda APBD 2027

Meskipun rasa duka mendalam menyelimuti para keluarga, mereka mengapresiasi seluruh kerja keras dan dedikasi tim gabungan yang telah berjuang keras menyisir lokasi selama sepuluh hari penuh.

Operasi 10 Hari: Kerahkan 24 Kapal hingga Udara

Keputusan untuk mengakhiri operasi SAR ini diambil setelah evaluasi menyeluruh terhadap seluruh proses penyisiran. Tim SAR Gabungan telah memaksimalisasi seluruh sumber daya baik melalui jalur laut maupun udara.

Berikut adalah gambaran cakupan operasi pencarian yang telah dilakukan:

  • Durasi Operasi: 10 hari berturut-turut (operasi standar 7 hari ditambah masa perpanjangan 3 hari).

  • Armada Pencarian: Melibatkan 24 kapal dari berbagai instansi terkait (Basarnas, TNI AL, Polairud, hingga perbantuan masyarakat).

  • Pembagian Sektor: Area pencarian dibagi menjadi 10 sektor strategis untuk memastikan tidak ada wilayah yang terlewat.

  • Luas Jangkauan: Penyisiran mencakup wilayah seluas 8.509 mil laut persegi, membentang dari perairan sekitar Gunung Anak Krakatau, pesisir Lampung, Bengkulu, hingga ke perbatasan Samudera Hindia.

Baca Juga :  Distranaker Mura dan Kejari Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan TUN

Kendati area pencarian telah diperluas secara signifikan, tim belum menemukan petunjuk atau keberadaan kapal KM Arupadatu I beserta seluruh penumpangnya.

Pemantauan Pasif Tetap Berjalan, Pengawasan Jalur Laut Disiagakan

Meski status operasi pencarian dan pertolongan (search and rescue) secara formal telah dihentikan, Tim SAR Gabungan menegaskan bahwa proses pemantauan tidak sepenuhnya dihentikan.

Basarnas bersama instansi maritim terkait tetap membuka akses komunikasi dan menanggapi setiap potensi informasi baru dari masyarakat.

“Pencarian dapat kembali dibuka (re-open) apabila muncul informasi valid atau temuan petunjuk baru terkait keberadaan lima jurnalis dan tiga awak KM Arupadatu I,” tegas perwakilan Tim SAR Gabungan saat menemui pihak keluarga.

Saat ini, koordinasi terus dilanjutkan dengan menyiagakan kapal-kapal patroli, armada penyeberangan, serta kapal nelayan yang aktif melintasi perairan Selat Sunda sebagai ujung tombak pemantauan di lapangan. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil
Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)
DPRD Minta Pemprov Kalteng Segera Terbitkan Perkada untuk Cairkan BTT Karhutla Rp760 M
KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%
Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria
KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta
Transformasi Digital Media: RMAB dan MNCN Jamin Independensi Redaksi dalam Integrasi
Dorong Pemerataan Sinyal, DPRD Kalteng Minta Program Starlink Jangkau Pemukiman Warga
Tag :

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 08:17 WIB

Pencarian Korban Hilang di Selat Sunda Resmi Dihentikan, Tangis Haru Warnai Pertemuan Keluarga dan Tim SAR

Jumat, 18 September 2026 - 08:07 WIB

Tak Perlu Mahal, Rahasia Gaya Hidup Hijau Luna Maya Cuma Modal Kebiasaan Kecil

Jumat, 18 September 2026 - 07:59 WIB

Tembus Rp115,25 Triliun! Haji Isam Borong 30 Persen Saham Bayan Resources (BYAN)

Kamis, 17 September 2026 - 13:31 WIB

DPRD Minta Pemprov Kalteng Segera Terbitkan Perkada untuk Cairkan BTT Karhutla Rp760 M

Kamis, 17 September 2026 - 12:07 WIB

KSPI dan Partai Buruh Usulkan Kenaikan UMP dan UMK 2027 Sebesar 7,5% Hingga 9,5%

Kamis, 17 September 2026 - 05:22 WIB

Ratusan Ribu Hektare Aset Tanah TNI Belum Bersertifikat, 44 Ribu Hektare Berpotensi Pemicu Konflik Agraria

Rabu, 16 September 2026 - 19:38 WIB

KPK Tahan 8 Tersangka Suap HGB ATR/BPN, Diduga Jadi Pengepul Uang dan Penghubung Swasta

Rabu, 16 September 2026 - 19:31 WIB

Transformasi Digital Media: RMAB dan MNCN Jamin Independensi Redaksi dalam Integrasi

Berita Terbaru

Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa(PKB) H Paramana Setiawan saat memberikan tangganapn di paripurna (Dadang Hardiwan)

Artikel ini adalah bagian dari Mitra Promedia Group dan sudah tayang dengan judul

DPRD BARUT

Ini Sejumlah Harapan Fraksi PKB untuk APBD Tahun Anggaran 2026

Kamis, 17 Sep 2026 - 16:05 WIB