Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

- Jurnalis

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kondisi Malaysia (CNA)

Kondisi Malaysia (CNA)

1TULAH.COM-Suhu udara di berbagai wilayah Malaysia diproyeksikan melonjak drastis hingga menembus angka di atas 40 derajat Celcius pada tahun 2027 mendatang. Lonjakan panas ekstrem ini dipicu oleh fenomena Super El Nino yang diperkirakan bakal mencapai intensitas terkuat sepanjang sejarah pencatatan iklim.

Wilayah bagian utara Semenanjung Malaysia diprediksi menjadi area pertama yang merasakan sengatan panas ini menjelang akhir musim monsun timur laut. Puncak cuaca membakar tersebut bakal bertepatan dengan fenomena ekuinoks yang terjadi sekitar bulan Maret hingga April 2027.

Masyarakat yang menjalankan ibadah puasa serta merayakan Hari Raya pada tahun 2027 diimbau untuk bersiap mengantisipasi cuaca yang sangat membakar. Aktivitas luar ruangan serta silaturahmi tatap muka disarankan untuk dibatasi demi menjaga kesehatan fisik warga.

Berisiko Pecahkan Rekor Panas Tertinggi

Direktur Jenderal Departemen Meteorologi Malaysia (MetMalaysia), Dr. Mohd Hisham Mohd Anip, mengonfirmasi bahwa potensi gelombang panas kali ini berisiko melampaui rekor suhu tertinggi yang pernah dicatat di Malaysia.

Sebagai catatan, rekor suhu harian terpanas di Malaysia sebelumnya berada di angka 40,1 derajat Celcius yang tercatat di Chuping, Perlis, saat gelombang Super El Nino melanda pada rentang 1997/1998.

“Mengingat fenomena ini diprakirakan bakal lebih kuat dibanding episode-episode sebelumnya, ditambah dengan pemanasan global, suhu udara dapat melampaui rekor tersebut dan mencapai 40,5 atau bahkan 41°C,” ujar Hisham saat tampil dalam program Fokus 30 di BERNAMA Radio bertajuk Super El Nino: Kesan Kepada Negara.

Hisham menekankan bahaya besar dari pancaran sinar matahari secara langsung tanpa penghalang awan saat fenomena astronomis ekuinoks berlangsung.

Baca Juga :  Menjelang Pencairan Tali Asih, Pembeli Lahan Angkat Bicara

“Matahari berada tepat di atas kepala selama ekuinoks dan tanpa tutupan awan yang cukup akibat cuaca kering, paparan panas secara langsung dapat berdampak buruk,” tegasnya.

Tahapan Perkembangan Fenomena Super El Nino

Kondisi iklim saat ini sebenarnya masih berada pada level El Nino biasa dan berproses secara bertahap melalui fase lemah, sedang, hingga kuat. Fase tersebut diprediksi terus berkembang hingga menjelma menjadi Super El Nino pada penghujung tahun 2026.

Secara historis, Malaysia tercatat telah tiga kali dihantam fenomena Super El Nino besar, yaitu pada periode:

  • 1982/1983

  • 1997/1998

  • 2015/2016

Seluruh periode tersebut tidak hanya mencatatkan lonjakan suhu harian yang sangat ekstrem, tetapi juga merusak sektor pertanian serta mengeringkan waduk-waduk utama penopang kebutuhan air bersih.

Ancaman gelombang Super El Nino 2027 diprediksi menjadi yang paling parah karena dampaknya terakumulasi langsung dengan laju pemanasan global (global warming) yang terus meningkat.

Ancaman Kekeringan Panjang dan Krisis Air Bersih

Fenomena Super El Nino bermula dari meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah tengah dan timur Pasifik Khatulistiwa secara drastis di atas rata-rata normal. Lonjakan suhu laut ini mengubah pola sirkulasi angin global dan memindahkan pusat pembentukan awan hujan keluar dari wilayah Asia Tenggara.

Baca Juga :  Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Dampaknya memicu penurunan drastis curah hujan, menciptakan kondisi cuaca sangat kering, serta memperbesar risiko kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Catatan sejarah iklim menunjukkan bahwa kawasan utara Malaysia, seperti Langkawi dan Alor Setar, pernah mengalami periode tanpa hujan hingga 70 hari berturut-turut. Anomali iklim mendatang diperkirakan memicu kekeringan panjang dengan durasi yang serupa.

Kondisi ini memicu kewaspadaan tinggi terhadap potensi krisis pasokan air bersih yang jauh lebih parah pada tahun 2027. Penundaan musim hujan yang berkepanjangan berisiko menguras waduk-waduk penampungan yang saat ini mulai menyusut.

“Kami khawatir ketika puncak Super El Nino tiba awal tahun depan, situasinya akan menjadi lebih parah. Pengalaman kami selama episode Super El Nino yang kuat sebelumnya menunjukkan bendungan-bendungan di Melaka mengering total,” tutur Hisham.

Imbauan MetMalaysia untuk Masyarakat

Menghadapi potensi ancaman iklim ekstrem ini, pihak MetMalaysia meminta masyarakat untuk selalu memantau perkembangan cuaca secara berkala melalui platform resmi atau aplikasi myCuaca.

Warga juga diingatkan untuk tidak menyebarkan informasi atau spekulasi yang belum terverifikasi di media sosial guna menghindari kepanikan di tengah masyarakat. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel
Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan
Survei Voxpol Center: 90,1 Persen Masyarakat Indonesia Setuju Koruptor Dihukum Mati
Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?
Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan
Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026
Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?
Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:14 WIB

Satu Korporasi Jadi Tersangka dalam Penanganan 30 Laporan Karhutla di Kalsel

Rabu, 28 Oktober 2026 - 16:13 WIB

Gantikan Dr. Ita Minarni, Muhammad Taufiq Resmi Jabat Plt Kadis PUPR Barito Selatan

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:26 WIB

Usulan Harta Pejabat Tak Terlapor LHKPN Dirampas Negara: Langkah Tegas atau Melanggar Hukum?

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:36 WIB

Mencetak generasi kritis di Era AI, PT AlamTri Gandeng Komunitas Pendidikan

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:30 WIB

Tekan Kekerasan dan Perundungan di Sekolah, Kemendikdasmen Rilis Permendikdasmen Nomor 6 Tahun 2026

Selasa, 27 Oktober 2026 - 06:21 WIB

Di Balik Transaksi Rp26,1 Triliun PT Bayan Resources Tbk (BYAN): Kedaulatan Ekonomi atau Pindah Tangan Oligarki Tambang?

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:35 WIB

Karhutla Meluas, Baznas Kerahkan Personel ke Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 - 23:33 WIB

KPK Minta Aset Pejabat yang Tak Dilaporkan dalam LHKPN Dapat Dirampas Negara

Berita Terbaru