Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Dapur MBG (pexels.com/Sony Feo)

Ilustrasi Dapur MBG (pexels.com/Sony Feo)

1TULAH.COM-Maraknya dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa peserta didik di berbagai daerah memicu sorotan tajam dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI). Lembaga independen ini mendesak dilakukannya audit transparan dan menyeluruh terhadap struktur kepemilikan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) beserta seluruh vendor penyedia jasa pelaksananya.

Langkah tegas tersebut dinilai krusial guna mencegah potensi konflik kepentingan antara pengelola program di lapangan, pejabat publik, hingga aparat yang memegang fungsi pengawasan.

Independensi Hukum dan Keselamatan Anak Jadi Prioritas Utama

Wakil Ketua KPAI, Jasra Putra, menegaskan bahwa aspek keselamatan dan kesehatan anak-anak harus ditempatkan di atas segala kepentingan politik maupun bisnis. Penegakan hukum terkait kasus keracunan MBG tidak boleh diintervensi oleh relasi kekuasaan atau upaya lobbying tertentu.

Baca Juga :  Awas! Salah Pakai Krim Pencerah Bisa Bikin Flek Hitam Makin Kebiruan

“Penegakan hukum harus berdiri independen di atas keselamatan anak-anak, bukan berdasarkan relasi atau lobbying,” tegas Jasra Putra dalam keterangannya.

Saat ini, Badan Gizi Nasional (BGN) telah menyerahkan penanganan indikasi tindak pidana pada kasus keracunan makanan kepada aparat penegak hukum. KPAI mendorong proses hukum tersebut berjalan secara transparan, akuntabel, serta berorientasi pada pertanggungjawaban hukum dan pemulihan hak para korban.

Audit Struktur Kepemilikan dan Pengawasan Satuan Pelayanan (SPPG)

Selain mendorong proses hukum, KPAI menekankan pentingnya menelusuri alur kelembagaan dan profil pemilik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) maupun yayasan pelaksana program MBG di daerah.

Penelusuran mendalam diperlukan untuk memastikan tidak ada keterikatan terselubung antara penyedia katering atau pengelola dapur dengan pihak-pihak yang memiliki kewenangan pengawasan di wilayah tersebut.

Poin Utama Desakan KPAI:

  • Audit Pemilik & Vendor: Transparansi profil pemilik dapur MBG dan penyedia bahan baku.

  • Cegah Konflik Kepentingan: Menghindari kepemilikan dapur oleh pihak yang terhubung dengan regulator atau pengawas.

  • Pemulihan Hak Korban: Jaminan penanganan medis menyeluruh dan ganti rugi bagi anak-anak yang terdampak.

Evaluasi Standar Keamanan Pangan demi Keberlanjutan Program

Kasus dugaan keracunan berulang menunjukkan perlunya evaluasi total terhadap standar operasional prosedur (SOP) higienitas, rantai pasok bahan makanan, hingga proses distribusi di lapangan.

Baca Juga :  Prabowo Ber Mandat Bantuan Beras Dilanjutkan hingga Desember 2026

KPAI mengingatkan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya diukur dari pemenuhan target distribusi gizi, tetapi juga jaminan keamanan pangan yang ketat agar tidak ada lagi anak yang menjadi korban di kemudian hari. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi
Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino
Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran
Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan
Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik
Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1
Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM
KPK Ungkap Tingginya Biaya Politik Memicu Korupsi dan Hubungan Transaksional Pejabat
Tag :

Berita Terkait

Minggu, 13 September 2026 - 17:08 WIB

Kecelakaan KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa: Rincian Evakuasi Korban dan Kendala Gelombang Tinggi

Minggu, 13 September 2026 - 16:46 WIB

Malaysia Terancam Panas Ekstrem Tembus 41°C di 2027 akibat Gelombang Super El Nino

Minggu, 13 September 2026 - 10:13 WIB

Pencarian Kapal Arupadhatu 1 Belum Buahkan Hasil, Basarnas Banten Perluas Area Penyisiran

Minggu, 13 September 2026 - 10:04 WIB

Fenomena Single Life: Saat Perempuan Mulai Nyaman Melajang Tanpa Buru-Buru Cari Pasangan

Minggu, 13 September 2026 - 05:45 WIB

Mulai Oktober 2026, Penyaluran Bansos Berubah Total Pakai Teknologi Digital dan Biometrik

Sabtu, 12 September 2026 - 20:52 WIB

Polda Banten Pastikan Pelampung Kedua Bukan Milik Kapal Arupadhatu 1

Sabtu, 12 September 2026 - 13:55 WIB

Kasus Keracunan Berulang, KPAI Desak Audit Transparan Kepemilikan Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG)

Sabtu, 12 September 2026 - 13:19 WIB

Penumpukan Kendaraan di SPBU Palangka Raya, Ketua DPRD Kalteng Minta Pertamina Evaluasi Suplai BBM

Berita Terbaru