1TULAH.COM-Upaya diplomasi damai tingkat tinggi antara Amerika Serikat dan Iran langsung dibayangi ketegangan hebat. Wakil Presiden AS, JD Vance, menggelar pertemuan bilateral dengan delegasi Iran di Swiss pada Minggu (21/6/2026).
Namun, atmosfer perundingan mendadak keruh menyusul pengumuman sepihak dari Teheran yang kembali memblokade jalur maritim strategis, Selat Hormuz.
Pertemuan ini sejatinya merupakan implementasi perdana dari nota kesepahaman (MoU) yang disepakati kedua negara sepekan lalu. Isu utama dalam MoU tersebut mencakup pembukaan kembali jalur pelayaran Selat Hormuz dan penghentian total konfrontasi bersenjata, termasuk agresi militer Israel ke Lebanon yang telah bergejolak sejak Maret lalu.
Iran Blokade Selat Hormuz dan Mogok Bahas Isu Nuklir
Akibat tidak adanya tanda-tanda konkret berakhirnya pertempuran di Lebanon, Iran mengambil langkah drastis pada Sabtu (20/6/2026) dengan menutup kembali selat tersebut. Penutupan Selat Hormuz selama hampir empat bulan terakhir sendiri telah tercatat sebagai gangguan pasokan energi global terbesar sepanjang sejarah.
Dilansir dari Reuters, Iran menegaskan tidak akan memulai negosiasi substantif tahap berikutnya—termasuk masa depan program nuklir mereka—sebelum pertempuran di Lebanon mereda dan Teheran menerima kompensasi ekonomi yang dijanjikan. Iran menilai Washington telah gagal menghentikan agresi Israel di Lebanon.
“Otoritas Teheran telah menyetop penerbitan izin pelayaran baru bagi kapal-kapal komersial hingga batas waktu yang belum ditentukan,” tulis laporan kantor berita Iran, Fars, mengutip sumber militer.
AS Sempat Membantah, Data Maritim Tunjukkan Hal Berbeda
Pemerintah AS sempat menyangkal klaim pemblokiran sepihak tersebut. Washington menyatakan bahwa situasi masih aman dengan bukti adanya 55 kapal dagang yang tetap berhasil melintas pada hari Sabtu.
Namun, data pelacakan kapal komersial independen justru memperlihatkan indikasi serupa dengan klaim Iran. Setelah pengumuman penutupan dirilis:
-
Tidak ada lagi aktivitas kapal komersial yang membagikan koordinat posisi mereka saat melewati selat.
-
Satu-satunya armada yang bergerak hanya kapal-kapal yang bertujuan menuju pelabuhan internal milik Iran.
Diplomasi Multi-Negara di Balik Layar
Sebelum pertemuan bilateral inti dimulai pada sore hari, delegasi AS dan Iran terlebih dahulu melakukan diskusi terpisah dengan mediator dari Qatar dan Pakistan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Presiden JD Vance yang didampingi utusan khusus Steve Witkoff serta menantu Donald Trump, Jared Kushner, sempat mengadakan pertemuan singkat dengan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif dan Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan, Field Marshal Asim Munir.
Pengumuman penutupan kembali Selat Hormuz ini terjadi pada akhir pekan saat bursa komoditas global sedang libur. Alhasil, dampak langsungnya terhadap fluktuasi harga minyak dan pasar dunia belum bisa terukur sepenuhnya.
Israel Absen dan Tolak Tarik Pasukan dari Lebanon
Di sisi lain, dokumen kesepakatan damai yang digagas Donald Trump bersama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu sejak Februari lalu justru menuai kecaman luas di internal Israel sendiri. Pihak Israel bahkan memilih absen dari meja perundingan di Swiss ini. Kabinet Netanyahu dengan tegas menyatakan tidak akan menarik pasukan dari wilayah Lebanon selatan yang telah mereka duduki.
Pada awal perang dimulai, Trump dan Netanyahu menegaskan bahwa target operasi militer ini adalah:
-
Menghancurkan fasilitas nuklir Iran.
-
Melumpuhkan pasokan rudal kelompok proksi.
-
Memicu penggulingan pemerintahan di Teheran.
Namun hingga pertengahan tahun 2026 ini, belum ada satu pun dari target strategis tersebut yang berhasil dicapai, sementara jalur logistik energi dunia kembali berada di ambang kelumpuhan. (Sumber:Suara.com)



![Raffi Ahmad sakit [Instagram]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/rafi-sakit-360x200.jpg)


![Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/selat-hormuz-trum-225x129.jpg)

![Dokter Tifa dan Roy Suryo [Hiskia/Suarajogja]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/roy-tifa-225x129.jpg)






![Kolase Trump-Netanyahu [Suara.com/AI]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/selat-hormuz-trum-360x200.jpg)

![Dokter Tifa dan Roy Suryo [Hiskia/Suarajogja]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/06/roy-tifa-360x200.jpg)





![Seorang pria berusia 25 tahun berjuang antara hidup dan mati setelah menjadi korban penembakan dari mobil yang melintas di kawasan Brixton, London Selatan, pada Sabtu dini hari waktu setempat. [Istimewa]](https://1tulah.com/wp-content/uploads/2026/05/teror-london-360x200.jpg)


