Dapur Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Pengusaha Tuntut Badan Gizi Nasional!

- Jurnalis

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Massa menyegel Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

Massa menyegel Gedung Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta, Rabu (10/6/2026). [Suara.com/Alfian Winanto]

1TULAH.COM-Asosiasi Pengusaha dan Pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis Indonesia (APPMBGI) menyatakan dukungannya terhadap langkah Badan Gizi Nasional (BGN) yang menghentikan sementara (moratorium) pembangunan dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).

Meski mendukung langkah evaluasi tersebut, APPMBGI mendesak pemerintah agar tidak menggantung nasib para investor dan pelaku usaha yang telah telanjur menanamkan modal besar dalam program nasional ini.

Ketua Umum APPMBGI, Abdul Rivai Ras, menilai bahwa evaluasi dan moratorium memang diperlukan agar tata kelola program MBG bisa diperbaiki secara menyeluruh demi kepentingan publik.

“Kami menyetujui evaluasi dan moratorium dengan harapan agar selama masa transisi ini, Badan Gizi Nasional benar-benar melakukan pembenahan yang positif, lebih akuntabel, transparan, dan memiliki tata kelola yang dapat dipertanggungjawabkan secara penuh kepada publik,” ujar Rivai dalam keterangan tertulisnya, Minggu (21/6/2026).

Desak Kepastian Waktu dan Skema Mitigasi Pengusaha

Walau sepakat dengan adanya pembenahan internal, Rivai mengingatkan BGN agar kebijakan moratorium ini tidak dilakukan tanpa batas waktu yang jelas. Pasalnya, banyak mitra MBG di lapangan yang sudah bergerak cepat mengeluarkan investasi besar demi mendukung program pemerintah.

Baca Juga :  Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Investasi tersebut meliputi pembangunan fasilitas fisik dapur, pembelian peralatan masak standar gizi, hingga perekrutan tenaga kerja lokal.

“Moratorium tidak boleh dijalankan tanpa batas waktu yang jelas dan tanpa skema mitigasi bagi pelaku usaha yang telah menanamkan modal, membangun fasilitas, membeli peralatan, serta merekrut tenaga kerja berdasarkan arah kebijakan yang disampaikan pemerintah,” tegas Rivai.

Menurut APPMBGI, poin penting yang harus disasar dalam evaluasi total BGN kali ini meliputi:

  • Sistem pengawasan dapur yang ketat dan terstandarisasi.

  • Mekanisme pencairan dana kepada mitra yang lebih cepat dan transparan.

  • Standar kualitas dan keamanan pangan demi menjamin mutu makanan yang diterima anak-anak.

Alasan Badan Gizi Nasional Lakukan Moratorium

Sebelumnya, Kepala BGN Nanik S. Deyang sempat melaporkan perkembangan program ini ke Istana. BGN memutuskan untuk melakukan evaluasi dan moratorium terhadap lebih dari 27 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang telah beroperasi sebelum membuka pendaftaran titik baru.

Baca Juga :  Buka Turnamen Domino Piala DKOP 2026, Heriyus Dorong Lahirnya Atlet Berprestasi.

Langkah berani ini diambil untuk memastikan distribusi dapur MBG ke depannya jauh lebih efisien, tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan riil di setiap daerah.

Berdasarkan temuan di lapangan, BGN mendeteksi adanya ketimpangan distribusi yang cukup mencolok, di antaranya:

  1. Penumpukan Dapur MBG: Banyak titik SPPG yang menumpuk di wilayah perkotaan dan kawasan aglomerasi.

  2. Kurang Terjangkau: Daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) justru belum terjangkau secara optimal oleh program ini.

Atas dasar itulah, BGN memilih menghentikan sementara pembukaan titik baru sembari mematangkan pemetaan kebutuhan wilayah, agar efisiensi anggaran dapat tercapai secara maksimal tanpa mengorbankan kualitas gizi anak bangsa. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Sejarah Baru! Grammy Awards Hadirkan Kategori Best Asian Pop Music untuk K-Pop hingga J-Pop
Air Mata di Sidang Korupsi Abdul Wahid: Momen UAS Bergetar Ucap ‘Aku Akan Tetap Membelamu’
Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kegembiraan Bocah SD dan Gugatan Mahasiswa
Dukung Swasembada Pangan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Tekan SEB Integrasi Lahan Pertanian
Polisi Amankan Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama
KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Kasus Pemerasan WNA
Hari Bhayangkara ke-80, Pemprov Kalteng Apresiasi Lomba Menembak dan Sumpit untuk Perkuat Sinergi dan Pelestarian Budaya
Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Berita Terkait

Minggu, 21 Juni 2026 - 15:57 WIB

Sejarah Baru! Grammy Awards Hadirkan Kategori Best Asian Pop Music untuk K-Pop hingga J-Pop

Minggu, 21 Juni 2026 - 12:18 WIB

Dapur Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara, Pengusaha Tuntut Badan Gizi Nasional!

Sabtu, 20 Juni 2026 - 13:17 WIB

Polemik Program Makan Bergizi Gratis: Antara Kegembiraan Bocah SD dan Gugatan Mahasiswa

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:35 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Mendagri dan Menteri ATR/BPN Tekan SEB Integrasi Lahan Pertanian

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:08 WIB

Polisi Amankan Pengendali Keuangan Jaringan Narkoba Fredy Pratama

Jumat, 19 Juni 2026 - 21:06 WIB

KPK Geledah Kantor Imigrasi Denpasar Terkait Kasus Pemerasan WNA

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:43 WIB

Hari Bhayangkara ke-80, Pemprov Kalteng Apresiasi Lomba Menembak dan Sumpit untuk Perkuat Sinergi dan Pelestarian Budaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 11:35 WIB

Di Balik Tumpukan Uang Rp50 Triliun Satgas PKH: Penyelamatan Hutan atau Alih Kelola Aset Swasta ke BUMN?

Berita Terbaru

Foto Wakil Bupati Barito Utara, Felix Sonadie Y. Tingan, menghadiri pembukaan Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII Tahun 2026

Muara Teweh

Wakil Bupati Barito Utara Hadir di Pembukaan PENAS XVII Tahun 2026

Sabtu, 20 Jun 2026 - 18:21 WIB