Geger Pernyataan Saiful Mujani di Utan Kayu: Sebut Menjatuhkan Prabowo Satu-satunya Jalan

- Jurnalis

Senin, 6 April 2026 - 06:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Saiful Mujani [Dokumentasi Saifulmujani.com]

Saiful Mujani [Dokumentasi Saifulmujani.com]

1TULAH.COM-Dunia politik tanah air mendadak riuh setelah pengamat politik senior sekaligus pendiri SMRC, Saiful Mujani, melontarkan pernyataan kontroversial.

Dalam sebuah forum diskusi bertajuk “Sebelum Pengamat Ditertibkan” yang digelar di Utan Kayu, Jakarta Timur pada 31 Maret 2026, Saiful secara terang-terangan menyerukan perlawanan terhadap kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Pernyataan yang terekam dalam potongan video tersebut kini viral di media sosial, memicu debat panas mengenai batas antara kritik akademis dan gerakan politik ekstra-parlementer.

Kritik Tajam: Prabowo Dinilai Tidak Lagi “Presidential”

Setelah lebih dari satu tahun masa jabatan Prabowo-Gibran berjalan, Saiful Mujani memberikan penilaian yang cukup ekstrem. Menurutnya, Presiden Prabowo telah menutup diri dari kritik dan masukan publik, sehingga tidak lagi mencerminkan sikap seorang pemimpin yang akomodatif.

“Yang jalan hanya ini. Bisa nggak kita mengkonsolidasikan diri untuk menjatuhkan Prabowo. Hanya itu, kalau nasihati Prabowo nggak bisa juga. Bisanya hanya dijatuhkan,” tegas Saiful dalam video yang diunggah akun Instagram @leveenia.

Saiful berargumen bahwa tindakan ini bukan lagi soal sentimen pribadi, melainkan upaya untuk “menyelamatkan bangsa” dari arah kepemimpinan yang dianggapnya buntu.

Baca Juga :  Ranperda TJSLB Jadi Payung Hukum Kemitraan Pemerintah dan Dunia Usaha

Mengapa Jalur Formal (Impeachment) Dianggap Mustahil?

Dalam forum yang juga dihadiri tokoh-tokoh seperti Feri Amsari, Ray Rangkuti, dan Islah Bahrawi tersebut, Saiful mengakui bahwa mekanisme formal di DPR atau MPR sudah tidak bisa diharapkan. Ada beberapa alasan di balik pesimisme tersebut:

  1. Dominasi Koalisi Parlemen: Kuatnya koalisi pendukung pemerintah di legislatif membuat celah pemakzulan (impeachment) tertutup rapat.

  2. Oposisi Formal Melemah: Hampir tidak ada kekuatan penyeimbang yang signifikan di dalam sistem pemerintahan saat ini.

  3. Kekuatan Politik Dinasti: Isu konsolidasi kekuasaan dan politik dinasti dianggap telah mengunci stabilitas elit di lingkaran kekuasaan.

Oleh karena itu, Saiful mendorong adanya tekanan dari luar sistem melalui aksi massa, demonstrasi besar, dan konsolidasi masyarakat sipil sebagai instrumen perubahan.

Rekam Jejak Kritik: Pola yang Konsisten

Sikap konfrontatif Saiful Mujani sebenarnya bukanlah hal baru. Secara historis, Saiful dan lembaga surveinya, SMRC, dikenal sangat kritis terhadap Prabowo Subianto sejak Pilpres 2014. Ia juga pernah menyuarakan pendekatan serupa di era Presiden Joko Widodo.

Bagi para pendukungnya, ini adalah bentuk konsistensi seorang intelektual. Namun bagi para kritikus, pernyataan Saiful kali ini dianggap melampaui batas kewajaran seorang pengamat dan cenderung bersifat provokatif.

Baca Juga :  Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Kalteng Rampung, Pemprov dan DPRD Perkuat Akuntabilitas Keuangan

Reaksi Publik: Antara Aspirasi dan Instabilitas

Memasuki April 2026, kondisi sosial-politik Indonesia memang sedang diuji oleh berbagai isu ekonomi dan perdebatan tata kelola negara. Seruan “People Power” ala Saiful Mujani ini menuai dua reaksi besar di masyarakat:

  • Pihak Pendukung: Menilai bahwa ketika institusi formal (DPR) tidak lagi berfungsi sebagai pengawas, maka masyarakat sipil wajib mengambil peran sebagai kontrol sosial melalui tekanan massa.

  • Pihak Kontra: Menganggap seruan menjatuhkan presiden yang sah di tengah jalan adalah tindakan berbahaya yang bisa memicu polarisasi tajam dan merusak stabilitas nasional pasca-Pemilu 2024.

Risiko Politik dan Dilema Demokrasi

Secara analitis, gerakan ekstra-parlementer memang diakui dalam teori demokrasi sebagai alat koreksi terakhir. Namun, di tengah fase awal pemerintahan, seruan untuk “menjatuhkan” pemimpin mengandung risiko instabilitas ekonomi dan sosial yang besar.

Pertanyaannya kini: Apakah suara Saiful Mujani hanya akan berakhir sebagai diskusi di meja makan kaum intelektual, atau justru menjadi pemantik gerakan nyata di jalanan pada pertengahan 2026 ini? (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:15 WIB

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

ilustrasi

Opini

Fenomena Brain Drain di Indonesia

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:57 WIB