Prabowo Bantah Kabar Indonesia Iuran USD 1 Miliar untuk Board of Peace Donald Trump

- Jurnalis

Minggu, 22 Maret 2026 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah berjanji maupun berkomitmen untuk menyumbang sebesar USD 1 miliar kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diusung oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. [Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI]

1TULAH.COM-Presiden Prabowo Subianto memberikan klarifikasi tegas terkait isu keterlibatan finansial Indonesia dalam inisiatif perdamaian global.

Prabowo menyatakan bahwa pemerintah Indonesia tidak pernah menjanjikan atau berkomitmen menyumbang dana sebesar USD 1 miliar (sekitar Rp15,7 triliun) kepada Dewan Perdamaian atau Board of Peace (BoP) yang diinisiasi oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.

Pernyataan ini menepis spekulasi yang beredar mengenai beban anggaran negara dalam keikutsertaan Indonesia di lembaga internasional tersebut.

Tidak Ada Komitmen Keuangan

Dalam sebuah wawancara yang dikutip pada Sabtu (21/3/2026), Presiden Prabowo menekankan bahwa Indonesia tidak pernah menyatakan kesediaan untuk ikut serta dalam iuran bernilai fantastis tersebut.

“Jadi, kita tidak pernah mengatakan bahwa kita mau ikut iuran 1 miliar dolar,” tegas Prabowo.

Ia menjelaskan lebih lanjut bahwa absennya Indonesia dalam pertemuan founding donors di Washington pada 19 Februari lalu menjadi bukti konkret bahwa Indonesia tidak mengambil peran sebagai penyumbang dana sejak awal.

Baca Juga :  Pembahasan Raperda Pertanggungjawaban APBD 2025 Kalteng Rampung, Pemprov dan DPRD Perkuat Akuntabilitas Keuangan

“Dalam pertemuan di Washington itu, mereka (negara-negara penyumbang) masing-masing memberikan kontribusi, mungkin ada yang jumlahnya lebih besar. Tapi Indonesia tidak ada di situ karena sejak awal saya tidak berkomitmen soal uang sama sekali,” tambahnya.

Fokus pada Pasukan Perdamaian, Bukan Dana

Alih-alih memberikan bantuan dalam bentuk uang tunai kepada dewan bentukan Donald Trump tersebut, Presiden Prabowo menegaskan bahwa posisi Indonesia tetap konsisten pada kontribusi kemanusiaan yang bersifat operasional.

Indonesia menyatakan kesiapannya untuk terlibat dalam perdamaian di jalur Gaza, namun melalui pengiriman personel keamanan dan tenaga ahli.

  • Kontribusi Pasukan: Indonesia siap mengirim pasukan perdamaian sesuai kebutuhan di lapangan.

  • Misi Kemanusiaan: Fokus utama adalah menjaga keselamatan warga sipil di Gaza.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Minta Aparat Sikat Perusahaan Terindikasi Picu Karhutla

Peluang Kontribusi Masa Depan untuk Gaza

Meski menolak iuran keanggotaan BoP, Prabowo tidak menutup pintu bagi Indonesia untuk membantu pembangunan kembali (rekonstruksi) Gaza di masa depan. Namun, bantuan tersebut akan disalurkan melalui mekanisme yang sudah ada dan terukur.

“Kalau gencatan senjata berhasil dan pembangunan dimulai, bukan tidak mungkin Indonesia ikut serta. Kita punya Baznas, dan sebelumnya kita juga sudah membangun rumah sakit serta memberikan berbagai bantuan lainnya di sana,” jelasnya.

Prabowo kembali menandaskan bahwa segala bentuk bantuan di masa depan akan sangat bergantung pada stabilitas situasi di Timur Tengah, namun yang pasti, “Tidak ada komitmen untuk membayar iuran sebagai anggota BoP.” (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!
Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?
Gerindra Minta Semua Pihak Tak Seret Presiden Prabowo di Kasus Febrie Adriansyah, Sentil Hotman Paris
Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah
Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden
Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara
Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal
Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 16:15 WIB

DPRD Kalteng Soroti Pengelolaan Kasda dalam LKPJ APBD 2025: Minta Manajemen Arus Kas Diperkuat!

Selasa, 21 Juli 2026 - 12:07 WIB

Menguak Fenomena “Just Friend”: Cuma Teman tapi Rasa Pacar, Kok Bisa?

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:11 WIB

Targetkan Semua Sekolah Direnovasi pada 2029, Presiden Prabowo Transfer Anggaran Langsung ke Kepala Sekolah

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:04 WIB

Bupati Lombok Barat Kena OTT KPK, Mendagri Tito Karnavian: Padahal Sudah Diingatkan Presiden

Senin, 20 Juli 2026 - 10:45 WIB

Bongkar Rekayasa Ujaran Kebencian di Balik Isu LGBTQ, FAMM Indonesia: Pengalihan Isu Kejahatan Negara

Senin, 20 Juli 2026 - 10:33 WIB

Isu Reshuffle Kabinet Agustus 2026: Menteri PU Dody Hanggodo Terancam Diganti Usai Gejolak Internal

Senin, 20 Juli 2026 - 07:02 WIB

Paredes Cekik Eric Garcia dan Dorong Gavi, Final Piala Dunia 2026 Nyaris Baku Hantam!

Senin, 20 Juli 2026 - 06:53 WIB

Dominasi Mutlak! 7 Rekor Mentereng Spanyol Usai Juara Piala Dunia 2026

Berita Terbaru

ilustrasi

Opini

Fenomena Brain Drain di Indonesia

Selasa, 21 Jul 2026 - 07:57 WIB