Kritik Erros Djarot: Anggota DPR Tak Independen, Kekuasaan Ada di Tangan Ketua Partai

- Jurnalis

Selasa, 23 September 2025 - 11:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Budayawan, seniman, dan politisi senior, Erros Djarot dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad SPEAK UP. [Tangkapan layar]

Budayawan, seniman, dan politisi senior, Erros Djarot dalam podcast di akun YouTube Abraham Samad SPEAK UP. [Tangkapan layar]

1TULAH.COM-Sutradara dan politikus senior, Erros Djarot, mengutarakan kritik tajamnya terhadap kondisi politik Indonesia saat ini. Dalam sebuah wawancara di kanal YouTube Abraham Samad Speak Up, Erros menyebut bahwa demokrasi Indonesia seolah-olah “disandera” oleh kekuasaan mutlak para ketua umum partai.

Menurut Erros, anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tidak lagi memiliki independensi, sebab kekuasaan mereka sepenuhnya berada di bawah kendali pimpinan partai.

“Jadi sebetulnya kita ini negeri ini disandera oleh para ketua umum partai. Bahkan anggota DPR-nya disandera sama ketua partainya,” ujar Erros.

Keputusan Penting Bergantung pada Ketua Partai

Erros menilai bahwa kewenangan anggota DPR saat ini hanya sebatas formalitas. Ia mencontohkan bahwa semua keputusan penting, mulai dari pencalonan pejabat publik hingga penentuan posisi strategis negara seperti duta besar, harus mendapatkan persetujuan dari ketua umum partai.

Baca Juga :  Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal

“Mau jadi apa pun harus lewat legislatif. Lewat siapa? Lewat DPR. Enggak, lewat ketua umum partai karena semua ditentukan sama ketua umum partai,” jelasnya.

Erros yang mengaku pernah berada di lingkaran politik, menegaskan bahwa banyak politisi yang terlihat berkuasa namun sebenarnya hanya menjalankan perintah. “Orang-orang yang terlihat sombong, merasa hebat, padahal hanya dipanggil dan diatur oleh ketua umum mereka,” ungkapnya.

Oligarki dan Penderitaan Rakyat

Lebih lanjut, Erros Djarot menyampaikan bahwa ketergantungan penuh pada ketua umum ini berujung pada penderitaan rakyat. Ia menyebut bahwa kepentingan publik sering kali dikesampingkan demi kepentingan segelintir elite politik dan konglomerat.

Erros bahkan menguatkan argumennya dengan menyebut adanya kolaborasi antara ketua umum partai dan para konglomerat yang memperkuat cengkeraman oligarki.

Baca Juga :  Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

“Dikendalikan oleh institusi yang namanya institusi ketua umum partai dan institusi para konglomerat ini oligarki ini ya. Itu sebenarnya negara ini dipenjara,” tegasnya.

Harapan Pasca-Orde Baru yang Tak Terwujud

Di akhir perbincangannya, Erros mengenang momen reformasi 1998 saat rezim Orde Baru tumbang. Ia mengaku memiliki harapan besar bahwa akan lahir pemimpin yang benar-benar berpihak pada rakyat. Namun, ia merasa kecewa karena realitas yang terjadi justru jauh dari ekspektasi.

Erros berharap masyarakat dapat lebih kritis dalam melihat fenomena politik yang ada dan tidak hanya terpaku pada pencitraan. Ia menekankan perlunya pembenahan sistem politik agar kembali ke esensi demokrasi yang sejati, di mana kekuasaan berada di tangan rakyat, bukan di tangan segelintir elite. (Sumber:Suara.com)

Berita Terkait

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi
Presiden Prabowo Tegaskan Penertiban Hutan Harus Transparan, Satgas PKH Soroti Tambang Ilegal
Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang
Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng
Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut
Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia
Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi
Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Tag :

Berita Terkait

Sabtu, 5 September 2026 - 12:15 WIB

Anomali Data Desil Ancam Bantuan Warga Miskin, DPR Desak Kemensos dan BPS Lakukan Evaluasi

Sabtu, 5 September 2026 - 12:03 WIB

Semburkan Abu 15 KM, Erupsi Anak Krakatau Memicu Bencana Internasional Hingga Dipantau Jepang

Jumat, 4 September 2026 - 18:05 WIB

Terjun Langsung ke Palangka Raya, Sherina Munaf Ikut Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan di Kalteng

Jumat, 4 September 2026 - 10:41 WIB

Karhutla Meluas Hingga Lintas Negara, Komnas HAM Tuding Pembiaran dan Lemahnya Tata Kelola Gambut

Jumat, 4 September 2026 - 10:30 WIB

Keracunan Massal MBG Tembus 2.000 Korban di 4 Provinsi, Media Asing Soroti Pengawasan Dapur Penyedia

Jumat, 4 September 2026 - 07:40 WIB

Ketegasan Kementerian Kehutanan: Siapkan Gugatan Ganti Rugi Kerusakan Ekosistem Karhutla untuk Korporasi

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Berita Terbaru

Raisa dan Mathis Molinie Kian Disorot, Foto Bareng Picu Dugaan Hubungan Spesial. Instagram @raisa6690

Entertainment

Raisa Pamer Foto Bersama Mathis Molinie, Rumor Asmara Makin Panas

Sabtu, 5 Sep 2026 - 21:29 WIB