Perang Bayangan Mencekam Jadi Nyata: Linimasa Eskalasi Konflik Iran-Israel & Keterlibatan AS

- Jurnalis

Minggu, 22 Juni 2025 - 17:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ilustrasi perang Iran-Israel. (freepik/liuzishan)

ilustrasi perang Iran-Israel. (freepik/liuzishan)

1TULAH.COM-Apa yang selama puluhan tahun menjadi “perang bayangan” antara Iran dan Israel, yang dimainkan melalui proksi, serangan siber, dan operasi rahasia, kini telah meledak menjadi konfrontasi militer langsung yang menyeret kekuatan dunia.

Serangan Amerika Serikat (AS) ke fasilitas nuklir Iran pada Minggu, 22 Juni 2025, menjadi puncak dari eskalasi yang telah dibangun selama berbulan-bulan, memicu kekhawatiran global akan perang regional yang lebih luas.

Kini, Timur Tengah berada di titik paling berbahaya dalam beberapa dekade terakhir. Berikut adalah linimasa peristiwa-peristiwa kunci yang membawa kawasan ini ke ambang konflik terbuka:

1 April 2024: Serangan di Konsulat Damaskus – Titik Balik Konfrontasi Langsung

Titik balik dari perang proksi ke konfrontasi langsung dimulai pada tanggal ini. Sebuah serangan udara yang diduga kuat dilakukan oleh Israel menghantam gedung konsulat Iran di Damaskus, Suriah. Serangan ini menewaskan 16 orang, termasuk Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, seorang komandan senior Pasukan Quds dari Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), dan tujuh perwira IRGC lainnya. Iran menyebut serangan ini sebagai pelanggaran berat terhadap kedaulatan dan hukum internasional, serta bersumpah akan melakukan pembalasan. Ini menjadi pemicu awal yang mengubah dinamika konflik.

Baca Juga :  DPRD Kalteng Dorong Koperasi Desa Merah Putih Jadi Penampung Hasil Usaha Warga

13 April 2024: Serangan Balasan Iran yang Belum Pernah Terjadi

Sebagai jawaban atas serangan di Damaskus, Iran melancarkan serangan langsung pertamanya ke wilayah Israel. Lebih dari 300 misil dan drone diluncurkan dari wilayah Iran. Namun, serangan ini sebagian besar berhasil digagalkan. Mayoritas proyektil berhasil dicegat di luar perbatasan Israel dengan bantuan koalisi yang dipimpin AS, yang melibatkan Inggris, Prancis, dan Yordania. Meskipun kerusakan fisik minimal, serangan ini menandai sebuah preseden baru yang berbahaya, yaitu serangan langsung Iran ke Israel.

13 Juni 2025: Israel Melancarkan Serangan Kejutan Massif

Setelah berbulan-bulan ketegangan tinggi dan saling ancam, Israel melancarkan serangan militer sepihak yang masif terhadap Iran. Serangan ini menargetkan “fasilitas nuklir, pabrik persenjataan berat, dan pusat komando militer” di wilayah Iran. Detail lengkap mengenai skala dan dampak serangan ini masih terbatas, namun jelas menandai peningkatan drastis dalam konflik.

14-21 Juni 2025: Perang Udara Terbuka – Saling Serang Tanpa Henti

Menyusul serangan Israel, Iran melakukan serangan balasan dengan meluncurkan gelombang drone dan puluhan rudal balistik ke arah Israel. Selama seminggu berikutnya, kedua negara terlibat dalam perang udara terbuka, saling serang target militer dan infrastruktur strategis. Amerika Serikat, yang sejak awal telah membantu Israel dalam pertahanan udara, mulai memindahkan jet-jet tempur tambahan ke kawasan tersebut sebagai langkah antisipasi, menandakan persiapan untuk kemungkinan keterlibatan yang lebih besar.

Baca Juga :  Wakili Kalteng, Kafilah Murung Raya Sabet Juara III Tilawah Al-Quran

22 Juni 2025: Amerika Serikat Memasuki Konflik Secara Langsung – Puncak Eskalasi

Setelah pertemuan dengan tim keamanan nasionalnya dan pembicaraan dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden AS Donald Trump memerintahkan serangan langsung terhadap Iran. Pesawat pengebom siluman B-2 Amerika Serikat menggempur tiga fasilitas nuklir Iran, yang merupakan target strategis utama.

Dalam sebuah pernyataan, Trump mengklaim serangan tersebut sebagai “kesuksesan militer yang spektakuler” dan menyatakan bahwa fasilitas nuklir utama Iran “telah dilenyapkan sama sekali”. Serangan ini menandai keterlibatan ofensif pertama AS dalam konflik tersebut. Sebagai respons, kelompok Houthi di Yaman, yang merupakan bagian dari “Poros Perlawanan” Iran, menganggap serangan Amerika sebagai “deklarasi perang” dan mulai menembakkan misil ke arah Israel, membuka front baru dalam konflik yang semakin meluas ini.

Kini, seluruh dunia menahan napas, menyaksikan bagaimana langkah selanjutnya dari para aktor kunci ini akan membentuk masa depan geopolitik Timur Tengah dan keamanan global. (Sumber:Suara.com)

 

 

Berita Terkait

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara
Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek
Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif
Terhalang Kabut Asap Pekat, Pesawat Menhut Raja Juli Antoni Gagal Mendarat di Bandara Supadio Pontianak
Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!
Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU
Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital
Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 16:49 WIB

Kabut Asap Karhutla Kalimantan Lumpuhkan Asia Tenggara: Krisis Kesehatan hingga Lintas Negara

Kamis, 3 September 2026 - 15:15 WIB

Soroti Karhutla dan Serapan Anggaran 38 Persen, Ketua DPRD Kalteng Arton S. Dohong Minta Percepatan Proyek

Kamis, 3 September 2026 - 14:48 WIB

Data Desil BPS Berantakan, Rieke Diah Pitaloka Sebut Pelanggaran HAM dan Desak BPK Lakukan Audit Investigatif

Kamis, 3 September 2026 - 12:10 WIB

Kasus Keracunan MBG Kembali Marak Usai Libur Sekolah, JPPI: Evaluasi Pemerintah Gagal Total!

Kamis, 3 September 2026 - 12:02 WIB

Bungkam Saat Digelandang Petugas, Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Resmi Diperiksa Kasus TPPU

Kamis, 3 September 2026 - 11:54 WIB

Kasus Warga Terisolasi di Singapura Naik 2 Lipat, Pekerja Sosial Lakukan Pendekatan Digital

Rabu, 2 September 2026 - 22:21 WIB

Antisipasi Dampak Kabut Asap, Pemkab Mura Siapkan Ruang Oksigen di 17 Puskesmas

Rabu, 2 September 2026 - 17:25 WIB

Kawal Program Makan Bergizi Gratis dan Tugas Pokok, BPOM Perjuangkan Tambahan Anggaran Rp2,4 Triliun

Berita Terbaru